Malang – Olimpiade Sains Nasional atau OSN Tingkat Pendidikan Menengah 2026 resmi dibuka di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur. Ajang yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sains sekaligus membuka peluang pembinaan hingga tingkat internasional.
OSN Dikmen 2026 berlangsung pada 14–20 September 2026 dan diikuti 540 finalis yang berasal dari 28 provinsi serta satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) di Jepang. Para finalis akan berkompetisi dalam sembilan bidang, yaitu astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika/komputer, kebumian, kimia, dan matematika.
Pendaftar OSN 2026 Tembus 297.955 Peserta
Antusiasme terhadap OSN tingkat pendidikan menengah tahun ini mengalami peningkatan. Puspresnas mencatat terdapat 297.955 peserta yang mendaftar OSN 2026, naik 12,33 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 265.251 peserta.
Peserta berasal dari siswa SMA, MA, SMK, MAK, dan satuan pendidikan sederajat dari 38 provinsi serta SILN. Peningkatan jumlah pendaftar menunjukkan semakin banyak siswa yang mengikuti ruang pengembangan talenta di bidang sains, riset, dan inovasi.
OSN Tidak Hanya Berorientasi Medali
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan OSN merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan potensi siswa.
Karena itu, prestasi dalam OSN tidak hanya dilihat dari perolehan medali. Siswa dengan capaian terbaik dapat memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan lanjutan dan berpeluang mewakili Indonesia dalam berbagai olimpiade sains internasional.
Beberapa ajang internasional yang menjadi bagian dari jalur pengembangan tersebut antara lain International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Olympiad in Informatics (IOI).
Kompetisi Kecerdasan Artifisial Turut Digelar
Selain sembilan cabang OSN, Puspresnas bersama Cakrawala University juga menyelenggarakan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 untuk kedua kalinya.
Jumlah pendaftar EKKA meningkat dari 1.347 peserta pada 2025 menjadi 2.317 peserta dari 37 provinsi pada 2026. Sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi kemudian mengikuti babak final.
Penyelenggaraan EKKA menjadi salah satu upaya memperluas ruang bagi siswa untuk mengembangkan talenta di bidang kecerdasan artifisial yang semakin berkembang.
Ada Peluang Menuju Beasiswa Talenta Indonesia
Pengembangan prestasi melalui OSN juga dapat membuka kesempatan pendidikan bagi siswa berprestasi. Peserta dengan capaian tertentu dapat memperoleh peluang mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia serta program pengembangan lainnya sesuai ketentuan.
Salah satu peserta OSN bidang matematika, Edric Owen Pidono dari SMAS Katolik Rajawali Makassar, mengatakan keikutsertaannya dalam OSN menjadi kesempatan untuk mengembangkan prestasi sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
UMM Kembali Menjadi Tuan Rumah
Universitas Muhammadiyah Malang kembali dipercaya menjadi tuan rumah OSN Dikmen 2026. Ini merupakan kali kedua UMM menjadi lokasi penyelenggaraan ajang tersebut.
Pihak UMM mendukung kegiatan melalui penyediaan fasilitas, layanan penyelenggaraan, serta suasana akademik yang menunjang pengalaman para peserta selama kompetisi.
Melalui OSN Dikmen 2026, Kemendikdasmen menegaskan upaya pengembangan talenta siswa secara berkelanjutan. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga kesempatan memperluas pembelajaran dan mengembangkan potensi untuk jenjang prestasi berikutnya.








