Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi salah satu bantuan pendidikan yang banyak dicari calon mahasiswa. Tingginya minat tersebut juga dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi palsu hingga menawarkan layanan pendaftaran yang tidak resmi.
Liputan6.com sebelumnya mengingatkan adanya berbagai informasi hoaks yang mengatasnamakan KIP Kuliah, termasuk tautan pendaftaran palsu dan pesan yang meminta calon penerima melakukan pembayaran tertentu. Calon mahasiswa perlu memastikan setiap informasi melalui kanal resmi sebelum memberikan data pribadi atau melakukan transaksi.
Pendaftaran KIP Kuliah Tidak Dipungut Biaya
KIP Kuliah merupakan bantuan biaya pendidikan bagi lulusan SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik dan mengalami keterbatasan ekonomi.
Pemerintah menegaskan bahwa pendaftaran KIP Kuliah tidak dikenakan biaya. Selain pembebasan biaya pendidikan yang dibayarkan kepada perguruan tinggi, penerima juga mendapatkan bantuan biaya hidup sebesar Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, calon mahasiswa perlu berhati-hati jika menemukan pihak yang meminta uang dengan alasan biaya pendaftaran, pencairan bantuan, administrasi, atau menjanjikan kelulusan sebagai penerima KIP Kuliah.
Cek Informasi Hanya di Situs Resmi
Salah satu langkah penting untuk menghindari penipuan adalah memastikan alamat situs yang digunakan. Pendaftaran KIP Kuliah dilakukan melalui portal resmi Kemdiktisaintek.
Pada 2026, pendaftaran akun siswa dibuka hingga 31 Oktober 2026. Portal resmi juga mencantumkan jalur yang dapat digunakan, termasuk SNBP, UTBK-SNBT, Seleksi Mandiri PTN, dan Seleksi Mandiri PTS.
Calon pendaftar juga harus memastikan data NIK, NISN, NPSN, dan email aktif sesuai dengan data pendidikan. Sistem pendaftaran resmi KIP Kuliah 2026 secara khusus meminta empat data tersebut saat pembuatan akun.
Waspadai Link dan Pesan Mencurigakan
Modus penipuan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah penyebaran tautan melalui media sosial atau pesan berantai dengan narasi seperti pendaftaran segera ditutup atau penerima harus segera melakukan konfirmasi.
Ada pula pihak yang menawarkan bantuan mengurus KIP Kuliah dengan imbalan sejumlah uang. Informasi semacam ini perlu diverifikasi terlebih dahulu melalui situs resmi atau pihak perguruan tinggi.
Jangan memberikan data sensitif seperti kata sandi, PIN, maupun kode OTP kepada orang lain. Jika mendapatkan pesan yang mencurigakan, jangan langsung mengeklik tautan atau mengirimkan dokumen pribadi.
Bagaimana Jika Mengalami Kendala Pendaftaran?
Apabila NIK, NISN, atau NPSN tidak terbaca dalam sistem, calon mahasiswa tidak perlu menggunakan jasa pihak tidak dikenal. KIP Kuliah mengarahkan siswa untuk berkoordinasi dengan operator Dapodik atau EMIS di sekolah untuk perbaikan sumber data. Bagi lulusan, tersedia pula mekanisme perbaikan data melalui layanan Verval Lulusan.
Calon mahasiswa juga dapat menggunakan fitur bantuan atau Helpdesk KIP Kuliah apabila mengalami kendala dalam proses pendaftaran.
Jangan Mudah Percaya Informasi dari Media Sosial
KIP Kuliah memang memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, masyarakat perlu membedakan informasi resmi dengan unggahan atau pesan yang tidak jelas sumbernya.
Sebelum mendaftar, pastikan alamat situs, informasi persyaratan, jadwal, dan mekanisme pendaftaran berasal dari kanal pemerintah atau perguruan tinggi yang resmi. Dengan begitu, calon mahasiswa dapat mengikuti proses KIP Kuliah tanpa terjebak informasi palsu maupun modus penipuan.










