Kucing sering kali langsung menjauh ketika melihat air. Bahkan, sebagian kucing bisa berusaha kabur atau menunjukkan penolakan ketika hendak dimandikan. Namun, anggapan bahwa semua kucing membenci air sebenarnya tidak sepenuhnya benar.
Ahli perilaku hewan Kristyn Vitale menjelaskan bahwa sebagian besar kucing memang cenderung menghindari air, tetapi respons tersebut berbeda-beda pada setiap individu. Ada pula kucing yang justru terlihat nyaman bermain atau beraktivitas di dekat air.
Kucing Sudah Bisa Membersihkan Tubuh Sendiri
Salah satu alasan kucing tidak membutuhkan air untuk membersihkan tubuhnya adalah karena mereka memiliki kebiasaan grooming. Kucing menggunakan lidah untuk menjilati bulu dan membersihkan bagian tubuhnya secara rutin.
Karena memiliki mekanisme perawatan tubuh sendiri, kucing umumnya tidak membutuhkan mandi sesering manusia. Mandi biasanya baru diperlukan dalam kondisi tertentu, misalnya ketika bulu terkena kotoran berat atau zat yang tidak dapat dibersihkan melalui grooming.
Air Bisa Membuat Kucing Kehilangan Aroma Alaminya
Kucing sangat mengandalkan penciuman untuk mengenali lingkungan dan merasa aman. Aroma tubuh sendiri juga menjadi bagian dari cara kucing mengenali dirinya serta lingkungan di sekitarnya.
Ketika terkena air, aroma alami yang menempel pada bulu dapat berubah atau berkurang. Menurut Vitale, kondisi tersebut berpotensi membuat kucing merasa tidak nyaman karena mereka kehilangan aroma yang familiar.
Itulah sebabnya sebagian kucing dapat menunjukkan reaksi stres ketika tubuhnya dibasahi atau diberi produk pembersih tertentu.
Kumis Basah Bisa Terasa Mengganggu
Kumis kucing bukan sekadar rambut biasa. Bagian tersebut merupakan sistem sensorik penting yang membantu kucing mendapatkan informasi mengenai lingkungan di sekitarnya.
Vitale menyebut kondisi kumis yang basah diduga dapat mengganggu kemampuan kucing dalam merasakan getaran atau sensasi tertentu. Namun, faktor ini masih berupa kemungkinan dan belum dapat disebut sebagai penyebab pasti mengapa kucing menghindari air.
Faktor Evolusi Juga Berpengaruh
Kucing domestik modern (Felis catus) memiliki hubungan kekerabatan dengan kucing liar Timur Dekat (Felis silvestris lybica). Proses domestikasi kucing diperkirakan berlangsung sekitar 10.000 tahun lalu di kawasan Timur Dekat.
Leluhur kucing domestik banyak hidup dan berburu di daratan. Kucing liar Afrika yang menjadi bagian dari sejarah evolusi tersebut lebih banyak berburu hewan darat dan tidak mengembangkan banyak perilaku yang berkaitan dengan hidup di air.
Kondisi tersebut menjadi salah satu penjelasan mengapa banyak kucing domestik saat ini tidak memiliki kecenderungan alami untuk berenang atau beraktivitas di air.
Tidak Semua Kucing Membenci Air
Meski kebanyakan kucing cenderung menghindari air, tidak berarti setiap kucing memiliki respons yang sama. Faktor pengalaman dan kebiasaan juga dapat memengaruhi reaksi seekor kucing.
Beberapa kucing bahkan dapat terbiasa dengan air sejak masih kecil dan akhirnya tidak terlalu takut ketika harus dimandikan. Ada pula ras tertentu yang dikenal lebih toleran terhadap air.
Jadi, jika kucing peliharaan langsung kabur ketika mendengar suara air, perilaku tersebut bukan semata-mata karena manja. Faktor kebiasaan membersihkan diri, kenyamanan tubuh, penciuman, sistem sensorik, pengalaman, hingga sejarah evolusi dapat ikut memengaruhi bagaimana kucing merespons air.








