Jakarta – Capaian peserta didik madrasah dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan perkembangan positif dibandingkan hasil PISA 2022. Kementerian Agama (Kemenag) mencatat adanya peningkatan kemampuan membaca, matematika, dan sains pada sejumlah kelompok madrasah.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan kenaikan skor tersebut perlu dilihat lebih jauh, bukan hanya dari angka akhirnya. Menurutnya, peningkatan skor perlu dikaitkan dengan praktik pembelajaran yang membuat siswa semakin mampu memahami bacaan, bernalar secara matematis, serta menggunakan pengetahuan sains untuk menyelesaikan persoalan.
Skor MTs Negeri Naik di Tiga Bidang
Salah satu peningkatan paling terlihat terjadi pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri. Berdasarkan perbandingan PISA 2022 dan 2025, skor membaca meningkat dari 364 menjadi 390.
Pada bidang matematika, skor MTs negeri naik dari 372 menjadi 385. Sementara itu, kemampuan sains mengalami kenaikan dari 382 menjadi 414.
Artinya, MTs negeri mencatat peningkatan pada seluruh domain yang diukur dalam PISA 2025.
MTs Swasta Juga Mengalami Perkembangan
Peningkatan juga terlihat pada sejumlah capaian MTs swasta, meskipun tidak terjadi pada semua bidang.
Skor membaca MTs swasta naik dari 333 menjadi 341, sedangkan sains meningkat dari 358 menjadi 368. Namun, skor matematika justru turun dari 348 menjadi 345.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan capaian PISA tidak seragam di setiap kelompok madrasah. Karena itu, data perlu dibaca berdasarkan jenjang dan status madrasah untuk menentukan aspek pembelajaran yang masih membutuhkan penguatan.
MA Negeri Catat Kenaikan Signifikan
Pada jenjang Madrasah Aliyah (MA) negeri, peningkatan juga terjadi pada ketiga bidang yang dinilai.
Skor membaca MA negeri naik dari 380 pada 2022 menjadi 409 pada 2025. Kemampuan matematika meningkat dari 380 menjadi 403, sementara skor sains bertambah dari 402 menjadi 428.
Capaian tersebut memperlihatkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan hasil sebelumnya, terutama pada kemampuan membaca dan sains.
MA Swasta Ikut Mencatat Kenaikan
Sementara itu, MA swasta juga mengalami peningkatan pada tiga domain PISA.
Skor membaca naik dari 357 menjadi 358, sedangkan matematika meningkat dari 351 menjadi 358. Adapun skor sains bertambah dari 370 menjadi 379.
Walaupun kenaikannya tidak sebesar sejumlah kelompok madrasah negeri, perubahan tersebut menunjukkan adanya perkembangan pada ketiga kemampuan yang diukur.
PISA Bukan Sekadar Mengejar Angka
PISA merupakan asesmen internasional yang diselenggarakan OECD untuk mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan pada situasi kehidupan nyata.
Karena itu, Kemenag menilai hasil PISA dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran di madrasah. Kenaikan skor perlu diterjemahkan menjadi pembelajaran yang semakin mendorong literasi, numerasi, kemampuan sains, penalaran, serta pemecahan masalah.
Pendekatan tersebut sejalan dengan hasil PISA Indonesia secara nasional. Kemendikdasmen mencatat skor membaca Indonesia naik dari 359 menjadi 365, sedangkan sains meningkat dari 383 menjadi 389. Skor matematika berada di angka 364.
Evaluasi Pembelajaran Madrasah Dilanjutkan
Kemenag memandang hasil PISA 2025 sebagai bahan untuk memperkuat proses pembelajaran di madrasah. Data capaian setiap kelompok madrasah dapat membantu mengidentifikasi bidang yang sudah berkembang dan aspek yang masih membutuhkan perhatian.
Dengan demikian, peningkatan skor PISA 2025 tidak hanya menjadi catatan capaian, tetapi juga menjadi dasar untuk mengevaluasi strategi pembelajaran. Penguatan literasi, numerasi, sains, dan kemampuan bernalar menjadi bagian penting agar peningkatan kemampuan siswa dapat terus berlanjut pada penilaian berikutnya.








