Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, termasuk bagi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) swasta. Salah satu penerimanya adalah TK Maarif Al-Fattah di Surabaya, Jawa Timur, yang memperoleh bantuan sebesar Rp268 juta.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membangun ruang kelas baru dan menata lingkungan sekolah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman. Selain perbaikan fasilitas fisik, sekolah juga mendapatkan dukungan digitalisasi pembelajaran berupa Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP). Kemendikdasmen+1
1. TK Maarif Al-Fattah Terima Bantuan Revitalisasi Rp268 Juta
Program revitalisasi di TK Maarif Al-Fattah menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan sarana pendidikan. Bantuan senilai Rp268 juta digunakan untuk menghadirkan ruang kelas baru sekaligus memperbaiki lingkungan sekolah.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, meninjau langsung hasil revitalisasi tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Surabaya pada 7 November 2026.
Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah ditujukan untuk memperluas akses fasilitas pendidikan yang layak, baik bagi sekolah negeri maupun swasta. Status pengelolaan sekolah tidak menjadi penghalang bagi satuan pendidikan untuk memperoleh dukungan pemerintah. Kemendikdasmen+1
2. Sebelum Direvitalisasi, Ruang Kelas Harus Dibagi Menggunakan Sekat
Kepala TK Maarif Al-Fattah, Luluk Huda Nuraini, menjelaskan bahwa sekolah sebelumnya menghadapi keterbatasan ruang kelas. Untuk menampung dua rombongan belajar, satu ruangan terpaksa dibagi menggunakan sekat.
Setelah mendapatkan bantuan revitalisasi, sekolah kini memiliki ruang kelas baru yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar dari Senin hingga Jumat. Pada hari Sabtu, ruangan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang multifungsi untuk berbagai kegiatan murid.
Luluk mengaku bersyukur karena bangunan sekolah yang sebelumnya sudah lama kini mendapatkan fasilitas baru. Kehadiran ruang belajar tersebut diharapkan membuat kegiatan pendidikan anak usia dini berlangsung lebih nyaman. Kemendikdasmen+1
3. Murid Mendapat Pengalaman Belajar dengan Papan Interaktif Digital
Selain pembangunan ruang kelas, TK Maarif Al-Fattah juga memperoleh dukungan digitalisasi pembelajaran berupa Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP).
Perangkat tersebut memungkinkan guru menggunakan berbagai media pembelajaran, seperti:
- Salindia atau presentasi materi.
- Video edukasi.
- Permainan interaktif.
- Pengenalan huruf dan angka.
- Aktivitas belajar membaca dan berhitung.
Sebelum menggunakan perangkat digital, kegiatan pembelajaran lebih banyak dilakukan secara manual melalui modul ajar dan penjelasan langsung dari guru.
Guru TK Maarif Al-Fattah, Lusi Ambarsari, mengatakan penggunaan IFP membuat anak-anak lebih antusias mengikuti kegiatan belajar. Murid dapat berinteraksi dengan materi melalui permainan edukatif sehingga pembelajaran terasa lebih menarik.
Para guru juga telah mendapatkan pelatihan agar dapat menggunakan perangkat tersebut secara optimal. Kemendikdasmen+1
4. Murid Mengaku Senang Belajar Menggunakan Layar Digital
Antusiasme terhadap fasilitas baru juga dirasakan oleh murid TK Maarif Al-Fattah, Khalisa Rafifah Humaira.
Ia mengaku senang mengikuti pembelajaran menggunakan layar digital berukuran besar. Melalui perangkat tersebut, ia dapat bermain permainan edukatif sekaligus belajar berhitung dan membaca.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif bagi anak usia dini, selama digunakan sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan mereka. Kemendikdasmen+1
5. Revitalisasi Sekolah di Jawa Timur Menjangkau Ribuan Satuan Pendidikan
Kemendikdasmen menyampaikan bahwa program revitalisasi di Jawa Timur telah menjangkau ribuan satuan pendidikan.
Pada 2025, sebanyak 1.651 satuan pendidikan di Jawa Timur menerima bantuan dengan total anggaran sekitar Rp1,307 triliun. Penerimanya mencakup PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, serta satuan pendidikan nonformal.
Sementara itu, pada 2026, sebanyak 5.514 satuan pendidikan di Jawa Timur telah menandatangani perjanjian kerja sama pelaksanaan program revitalisasi. Total bantuan yang tercatat mencapai sekitar Rp4,101 triliun.
Berikut rincian satuan pendidikan yang terlibat pada 2026:
| Jenjang pendidikan | Jumlah |
|---|---|
| PAUD | 2.109 |
| SD | 2.287 |
| SMP | 352 |
| SMA | 248 |
| SMK | 389 |
| SLB | 121 |
| SKB/PKBM | 7 |
| USB PAUD | 1 |
| Total | 5.514 |
Kemendikdasmen berharap program revitalisasi dapat memperbaiki kondisi sekolah yang mengalami kerusakan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan belajar. Pemerintah juga menargetkan penyelesaian perbaikan sekolah rusak di Indonesia paling lambat pada 2028, sesuai arahan Presiden. Kemendikdasmen+1








