Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sekolah yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi prioritas dalam program revitalisasi satuan pendidikan 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan sekolah untuk menentukan kebutuhan penanganan.
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen menyiapkan dana Rp860 juta dalam bentuk voucher untuk 61 sekolah terdampak gempa. Bantuan tersebut diberikan sebagai dukungan awal bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana.
61 Sekolah Mendapat Bantuan
Dari 61 sekolah tersebut, 32 sekolah yang mengalami kerusakan berat mendapatkan Rp15 juta per sekolah, sedangkan 29 sekolah dengan kerusakan ringan memperoleh Rp10 juta per sekolah.
Selain bantuan dana, Kemendikdasmen turut menyalurkan berbagai kebutuhan bagi warga sekolah, antara lain 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket makanan.
Sekolah Rusak Diprioritaskan untuk Revitalisasi
Abdul Mu’ti menegaskan sekolah yang terdampak gempa akan diprioritaskan untuk mendapatkan program revitalisasi pada tahun anggaran 2026.
Prosesnya diawali dengan verifikasi dan validasi kondisi sekolah. Setelah data dan kebutuhan dinyatakan sesuai, Kemendikdasmen akan menyiapkan dokumen serta melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama sebelum pembangunan dimulai.
“Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026,” ujar Abdul Mu’ti.
Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana pendidikan sekaligus memastikan murid dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
116 Ribu Siswa Terkendala Pembelajaran
Dampak gempa tidak hanya dirasakan dari kerusakan bangunan sekolah. Data Kemendikdasmen menunjukkan 116.324 siswa mengalami kendala dalam pembelajaran akibat bencana tersebut.
Untuk menjaga layanan pendidikan tetap berjalan, pemerintah menerapkan sejumlah skema pembelajaran sesuai kondisi daerah terdampak, yaitu:
- 923 satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran dari rumah.
- 171 satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran secara daring.
- 35 satuan pendidikan menggunakan kelas darurat.
Kemendikdasmen juga menyiapkan ruang belajar darurat untuk sekolah yang mengalami kerusakan parah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya agar proses pendidikan tidak terhenti selama proses pemulihan dan revitalisasi berlangsung.









