Jakarta – Dedikasi panjang dalam penelitian dan konservasi satwa liar mengantarkan Prof. Dr. Jatna Supriatna meraih Sarwono Award 2026 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Jatna dalam bidang keanekaragaman hayati, ekologi, konservasi, dan lingkungan selama puluhan tahun.
Jatna dikenal sebagai akademisi dan peneliti yang telah menghabiskan sekitar empat dekade untuk mempelajari satwa liar serta berbagai persoalan konservasi di Indonesia.
Dedikasi Puluhan Tahun untuk Satwa Liar
Perjalanan Jatna di bidang konservasi tidak hanya dilakukan melalui penelitian akademik. Ia juga aktif mendorong upaya perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.
Sebagai seorang ilmuwan, ia banyak meneliti ekosistem dan satwa liar, termasuk berbagai spesies yang menghadapi ancaman akibat perubahan habitat dan aktivitas manusia.
Pengalaman panjang tersebut membuat Jatna memiliki perhatian besar terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Pernah Menjadi Guru Besar UI
Jatna Supriatna merupakan eks Guru Besar Universitas Indonesia (UI). Kiprahnya di dunia akademik turut melahirkan berbagai penelitian dan pemikiran mengenai konservasi serta pengelolaan lingkungan.
Selain mengajar dan melakukan penelitian, ia juga berperan dalam memperkenalkan pentingnya konservasi kepada masyarakat dan generasi muda.
Menurutnya, kekayaan biodiversitas Indonesia merupakan aset yang perlu dijaga karena memiliki nilai ekologis sekaligus manfaat bagi kehidupan manusia.
Raih Sarwono Award 2026
Sarwono Award merupakan penghargaan yang diberikan BRIN kepada ilmuwan yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian di Indonesia.
Penghargaan kepada Jatna menjadi pengakuan atas konsistensinya dalam menghasilkan pengetahuan serta mendorong upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Kiprahnya juga menunjukkan bahwa penelitian mengenai satwa liar bukan sekadar menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi dapat menjadi dasar bagi upaya perlindungan ekosistem dan pengambilan kebijakan lingkungan.
Konservasi Butuh Generasi Penerus
Pengalaman Jatna selama puluhan tahun juga menjadi pengingat bahwa konservasi membutuhkan proses panjang dan keterlibatan banyak pihak.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kehilangan habitat, perubahan lingkungan, hingga aktivitas manusia.
Karena itu, penelitian, pendidikan, serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting untuk memastikan satwa liar dan ekosistem Indonesia tetap lestari.
Penghargaan Sarwono Award 2026 menjadi salah satu bentuk penghormatan atas perjalanan panjang Jatna Supriatna dalam ilmu pengetahuan dan konservasi satwa liar.









