Jakarta — Jurnal ilmiah menjadi salah satu bagian penting dalam dunia akademik karena berfungsi sebagai media untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, mahasiswa, dosen, maupun peneliti perlu cermat sebelum memilih jurnal untuk membaca referensi ataupun mempublikasikan karya ilmiah.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membagikan sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk mengenali jurnal ilmiah berkualitas. Setidaknya ada lima aspek utama yang perlu diperhatikan, mulai dari tata kelola editorial hingga keberlanjutan dan daya saing jurnal.
1. Memiliki Tata Kelola Editorial yang Jelas
Jurnal yang dikelola dengan baik memiliki sistem editorial yang profesional dan terstruktur. Informasi mengenai editor, dewan editor, fokus dan cakupan jurnal, petunjuk bagi penulis, proses review, serta kontak pengelola seharusnya dapat ditemukan dengan mudah.
Proses penerbitan juga perlu memiliki alur yang jelas, mulai dari naskah diterima, diseleksi, ditelaah, hingga diputuskan untuk diterbitkan.
Keterbukaan informasi tersebut dapat membantu penulis menilai apakah sebuah jurnal benar-benar memiliki sistem pengelolaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Menerapkan Peer Review
Ciri berikutnya adalah adanya peer review atau proses penelaahan sejawat. Dalam mekanisme ini, artikel yang dikirimkan akan diperiksa oleh reviewer yang memiliki kompetensi sesuai bidang penelitian.
Proses review penting untuk memastikan artikel yang diterbitkan memenuhi standar ilmiah. Calon penulis sebaiknya melihat apakah jurnal menjelaskan mekanisme penelaahan, proses revisi, hingga pengambilan keputusan terhadap naskah.
Jurnal yang menawarkan penerbitan dalam waktu sangat singkat tanpa menjelaskan proses review secara jelas patut diperiksa lebih lanjut.
3. Memiliki Integritas dan Etika Publikasi
Jurnal ilmiah berkualitas juga harus mempunyai aturan mengenai etika publikasi. Kebijakan tersebut mencakup persoalan plagiarisme, konflik kepentingan, koreksi artikel, pencabutan artikel, serta tanggung jawab penulis, editor dan reviewer.
Aspek etika menjadi penting karena publikasi ilmiah tidak hanya mengejar jumlah artikel yang diterbitkan, tetapi juga harus menjaga kejujuran, transparansi, dan kredibilitas penelitian.
4. Dikelola Secara Profesional
Pengelola jurnal juga menjadi salah satu unsur yang perlu diperhatikan. Setiap pihak yang terlibat, mulai dari editor hingga reviewer, harus memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas.
Profesionalisme pengelola membantu memastikan proses penerbitan berlangsung secara konsisten. Dengan demikian, jurnal tidak sekadar menerbitkan artikel, tetapi juga mampu menjaga mutu publikasi secara berkelanjutan.
5. Berkelanjutan dan Memiliki Daya Saing Global
Jurnal berkualitas perlu memiliki keberlanjutan dalam penerbitannya sekaligus berupaya meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Artinya, kualitas jurnal tidak hanya dilihat dari satu atau dua edisi. Konsistensi penerbitan, mutu artikel, tata kelola, serta perkembangan jejaring akademik menjadi bagian penting dalam membangun reputasi jurnal.
Kemdiktisaintek menekankan bahwa penguatan jurnal ilmiah pada akhirnya berkaitan dengan penguatan ekosistem ilmu pengetahuan secara keseluruhan.
Akreditasi Jurnal Juga Perlu Diperhatikan
Selain melihat kelima aspek tersebut, penulis dapat mengecek status akreditasi jurnal melalui sistem yang digunakan pemerintah.
Pada 2026, pemerintah menerbitkan Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Aturan ini mengatur standar jurnal ilmiah, mekanisme akreditasi, pemantauan dan evaluasi, serta masa berlaku akreditasi selama lima tahun. Peraturan tersebut mulai berlaku pada 7 Juli 2026 dan menggantikan aturan sebelumnya, yakni Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018.
Jurnal yang telah terakreditasi juga perlu menjaga kualitas artikel dan tata kelolanya. Jika terjadi penurunan mutu, peringkat akreditasi dapat diturunkan atau bahkan dicabut sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti yang hendak mengirimkan artikel, memahami ciri jurnal berkualitas dapat membantu menghindari publikasi pada jurnal yang kredibilitasnya tidak jelas. Pemilihan jurnal sebaiknya dilakukan dengan memeriksa tata kelola, proses review, etika publikasi, profesionalisme pengelola, serta status akreditasinya.









