Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengaktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai wadah kolaborasi nasional untuk memperkuat mutu pendidikan di Indonesia. Melalui gerakan ini, pemerintah mengajak dunia usaha, dunia industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, hingga individu untuk berpartisipasi dalam mendukung pendidikan yang lebih berkualitas dan merata.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa semangat partisipasi tidak diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, melainkan dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkontribusi melalui Superaplikasi Rumah Pendidikan. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan agar Kemendikdasmen membangun kemitraan dengan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita melalui partisipasi masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menjelaskan, kolaborasi diperlukan karena masih banyak kebutuhan pendidikan yang memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pengembangan bakat dan minat peserta didik, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya tentang membangun fasilitas fisik, tetapi juga membangun karakter dan pola pikir generasi muda. Menurutnya, semangat gotong royong merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa PSPB hadir untuk menyatukan berbagai bentuk bantuan yang selama ini masih berjalan sendiri-sendiri sehingga dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 447 ribu satuan pendidikan yang melayani lebih dari 53 juta peserta didik. Namun, masih terdapat sekitar 2,92 juta anak yang belum bersekolah, sementara peningkatan literasi dan numerasi juga masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Melalui Gerakan PSPB, Kemendikdasmen mengembangkan sistem kemitraan berbasis data yang mempertemukan kebutuhan sekolah dengan calon mitra melalui proses identifikasi kebutuhan, pencocokan dukungan, koordinasi pelaksanaan, pemantauan, hingga pelaporan. Fokus kolaborasi mencakup digitalisasi pembelajaran, rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan, penyediaan beasiswa, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, serta penanganan anak tidak bersekolah.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, Gerakan PSPB tidak hanya menghadirkan sebuah program, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Peluncuran Gerakan PSPB dihadiri oleh 58 mitra pembangunan pendidikan dari berbagai sektor sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu, inklusif, dan merata bagi seluruh anak Indonesia.
















