Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendapat perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya memperbaiki pemerataan dan kualitas layanan pendidikan. Bangkalan termasuk daerah yang memperoleh alokasi revitalisasi cukup besar di Jawa Timur.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Bangkalan pada 17 September 2026. Menurutnya, peningkatan dukungan revitalisasi merupakan bagian dari upaya mengatasi ketimpangan pendidikan dengan memperluas akses terhadap fasilitas belajar yang layak.
Perbaikan Fisik Harus Diikuti Peningkatan Mutu
Fajar menekankan bahwa revitalisasi sekolah tidak cukup hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik. Perbaikan sarana dan prasarana perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran serta penguatan aspek nonfisik di sekolah.
Dengan demikian, fasilitas yang telah diperbaiki diharapkan benar-benar memberikan dampak terhadap kenyamanan belajar dan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.
Program revitalisasi sendiri mencakup perbaikan maupun pembangunan sarana dan prasarana satuan pendidikan. Kemendikdasmen menempatkan program tersebut sebagai salah satu upaya menyediakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung proses pembelajaran.
Libatkan Tenaga Kerja dari Masyarakat Sekitar
Pelaksanaan revitalisasi pendidikan di Bangkalan juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kemendikdasmen menerapkan prinsip swakelola dan pemberdayaan masyarakat dalam pengerjaan sejumlah proyek.
Setiap proyek rata-rata melibatkan sekitar 10 hingga 15 tenaga kerja lokal. Material bangunan yang digunakan juga diupayakan berasal dari sumber lokal. Dengan pola tersebut, anggaran revitalisasi tidak hanya digunakan untuk memperbaiki fasilitas sekolah, tetapi juga dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Kemendikdasmen mencatat bahwa pada 2025, pelaksanaan program revitalisasi dapat melibatkan lebih dari 200.000 tenaga kerja, dengan nilai bantuan yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan satuan pendidikan. Besaran anggaran per sekolah dapat berkisar dari sekitar Rp100 juta hingga lebih dari Rp1 miliar.
Bangkalan Apresiasi Dukungan Pemerintah
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen melalui program revitalisasi. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan kesempatan bagi sekolah yang membutuhkan untuk memperbaiki kualitas fasilitas sekaligus mendukung peningkatan sumber daya manusia di daerah.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemeliharaan Sekolah Jadi Perhatian
Setelah proses revitalisasi selesai, pemeliharaan bangunan menjadi tanggung jawab penting satuan pendidikan. Lukman meminta sekolah penerima bantuan memasukkan kebutuhan perawatan fasilitas ke dalam perencanaan penggunaan dana operasional sekolah.
Langkah tersebut diperlukan agar bangunan dan fasilitas yang telah diperbaiki tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat serta tetap memberikan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa dan guru.
Program Revitalisasi Terus Diperluas
Revitalisasi di Bangkalan merupakan bagian dari program nasional yang cakupannya diperluas pada 2026. Kemendikdasmen sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat alokasi awal untuk 11.744 satuan pendidikan dengan anggaran Rp13,4 triliun. Pemerintah kemudian merencanakan tambahan sekitar 60.000 satuan pendidikan sehingga target program 2026 mencapai sekitar 71.744 satuan pendidikan.
Prioritas revitalisasi mencakup sekolah dengan kerusakan berat, satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta sekolah yang membutuhkan rehabilitasi atau rekonstruksi pascabencana.
Pemerintah juga menargetkan penanganan sekolah rusak dilakukan secara bertahap hingga 2028. Karena itu, perbaikan data kondisi sarana dan prasarana menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan sekolah yang membutuhkan intervensi.
Revitalisasi pendidikan di Bangkalan pada akhirnya tidak hanya diarahkan pada pembenahan bangunan sekolah. Program tersebut juga diharapkan berjalan bersama peningkatan kualitas pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, serta pemeliharaan fasilitas agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.








