“Pemerintah kembali memperkuat sinergi untuk mendukung Program Sekolah Rakyat. Kali ini, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sepakat mempercepat realisasi program renovasi atau bedah rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan yang berjalan berdampingan dengan pendidikan.
“Anaknya sekolah, orang tuanya diintervensi dengan berbagai program strategis Pak Presiden, (seperti) pemberdayaan, PBI, salah satunya (juga) adalah renovasi rumah,” kata Gus Ipul.
Tahun 2026, pemerintah menargetkan 10.000 rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat untuk direnovasi. Namun hingga saat ini, dari 2.000 rumah yang telah diverifikasi, baru 911 rumah yang dinyatakan memenuhi syarat.
Menurut Gus Ipul, terdapat dua kendala utama, yaitu status kepemilikan tanah dan persyaratan minimal jumlah penerima manfaat dalam satu desa.
“Pertama, yang dominan ini ya, (terkait) kepemilikan tanah. Yang kedua karena dia tercecer, hanya satu desa, satu orang, satu keluarga, satu penerima manfaat. Padahal dalam ketentuannya itu kan harus beberapa penerima manfaat di satu desa,” ujarnya.
Karena itu, Gus Ipul mengusulkan agar bukti kepemilikan tanah cukup menggunakan surat keterangan dari RT, RW, atau kelurahan, serta menghapus syarat minimal penerima manfaat di setiap desa.
“Karena di Sekolah Rakyat itu kan penjangkauan, tidak ada tes akademik, adanya penjangkauan. Nah yang terjangkau itulah yang memang memenuhi syarat untuk bisa sekolah, dan mereka adalah desil paling bawah,” kata Gus Ipul.
Usulan tersebut mendapat dukungan dari Menteri PKP Maruarar Sirait.
“Karena arahan Presiden itu Sekolah Rakyat adalah program unggulan, dan strategis dari Bapak Presiden Prabowo, dan saya pasti mendukung,” kata Maruarar.
Jika usulan ini disetujui, semakin banyak keluarga siswa Sekolah Rakyat yang berpeluang memperoleh hunian yang lebih layak, sehingga peningkatan kualitas hidup tidak hanya dirasakan oleh anak melalui pendidikan, tetapi juga oleh seluruh keluarganya.









