Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyoroti keterbatasan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dalam membantu calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Di tengah keterbatasan tersebut, Brian mengapresiasi perguruan tinggi yang turut mencari solusi dengan menyediakan beasiswa maupun bentuk bantuan pendidikan lainnya bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Sebelumnya, Kemdiktisaintek juga telah menyampaikan bahwa calon mahasiswa yang terkendala biaya dapat dibantu melalui sejumlah skema. Selain KIP Kuliah, perguruan tinggi dapat mengupayakan UKT kelompok rendah serta mencari dukungan beasiswa dari mitra dan pihak lainnya.
Dorong Alumni KIP Kuliah Ikut Membantu
Brian juga mengajak alumni KIP Kuliah yang telah menyelesaikan pendidikan dan memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik untuk ikut membantu mahasiswa lainnya.
Menurut Brian, bantuan tersebut dapat dikembangkan melalui sebuah ekosistem yang memungkinkan alumni penerima KIP Kuliah mengumpulkan dana dan menyalurkannya kembali sebagai beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Gagasan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus memperluas akses bantuan pendidikan di luar program pemerintah.
Ada Ratusan Program Beasiswa
Untuk memudahkan masyarakat menemukan informasi bantuan pendidikan, Kemdiktisaintek menghadirkan platform SatuBeasiswa Indonesia.
Kementerian mencatat terdapat 465 jenis beasiswa yang telah masuk dalam platform tersebut per 15 September 2026. Beasiswa itu berasal dari berbagai pihak, mulai dari lembaga filantropi, pemerintah daerah, pemerintah pusat, perusahaan, hingga perguruan tinggi.
Platform tersebut ditujukan untuk mempertemukan pemberi beasiswa dengan calon penerima dalam satu sistem informasi. Dengan demikian, mahasiswa dan calon mahasiswa dapat lebih mudah menemukan peluang pendanaan pendidikan yang sesuai.
KIP Kuliah Tetap Menjadi Program Penting
KIP Kuliah tetap menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk membantu mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Pada 2026, alokasi anggaran KIP Kuliah tercatat sekitar Rp15,32 triliun dengan sasaran lebih dari 1 juta mahasiswa.
Di sisi lain, keterlibatan perguruan tinggi, perusahaan, lembaga filantropi, dan alumni diharapkan dapat melengkapi dukungan pemerintah. Upaya tersebut menjadi salah satu cara untuk membantu mahasiswa yang belum memperoleh KIP Kuliah agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.








