Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) turut berdampak pada aktivitas pendidikan. Sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sehingga penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah untuk sementara dihentikan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani, menjelaskan bahwa distribusi MBG menyesuaikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Ketika siswa belajar dari rumah, layanan MBG ke sekolah tidak diberikan untuk mencegah makanan yang telah disiapkan menjadi mubazir.
Sekolah Beralih ke Pembelajaran Daring
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya menerbitkan kebijakan pembelajaran daring untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Sulsel pada 14–18 September 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi antrean dan distribusi BBM yang berdampak pada mobilitas siswa, guru, serta tenaga kependidikan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar juga menerapkan pembelajaran daring bagi jenjang TK, SD, dan SMP pada 12–19 September 2026. Kebijakan tersebut dapat dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi BBM di wilayah setempat.
Penyaluran MBG Menunggu Sekolah Kembali Tatap Muka
KPPG Makassar terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan di tingkat provinsi dan kota terkait mekanisme distribusi MBG selama masa PJJ. Dalam ketentuan yang berlaku, sekolah juga diminta berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing.
Penyaluran MBG dapat kembali dilakukan setelah sekolah kembali menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Dengan demikian, penghentian layanan tersebut bersifat sementara dan berkaitan dengan perubahan pola pembelajaran akibat kondisi BBM, bukan penghentian permanen program MBG.
Pemerintah Pantau Kondisi BBM
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut kebijakan pembelajaran daring hanya bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menangani persoalan distribusi BBM dan LPG 3 kilogram.
Jika kondisi BBM kembali normal, satuan pendidikan dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah berkoordinasi dengan pihak pendidikan setempat. Perubahan pola belajar tersebut sekaligus menjadi dasar bagi penyesuaian sementara dalam distribusi MBG kepada siswa.








