idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, 7 September 2026
  • Beranda
  • Berita

    UI hingga Untirta PJJ, Ini Daftar Kampus Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

    5 Daerah yang Bisa PJJ akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ada Jakarta

    OMI 2026 Tembus 230 Ribu Peserta, Sekolah Umum Naik 38,1 Persen

    Latih Jiwa Entrepreneur, Maba UC Jakarta Langsung Jualan di Ruang Publik

    Kemdiktisaintek Gelar AKPT 2026, 34 Rektor dan 61 Calon Pemimpin Kampus Ikut

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Tim UNAIR Raih Best Team di Genera Z Berbakti 2026

    Penerima KIP Kuliah Unair Berhasil Lulus dan Langsung Raih Beasiswa S2

    Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Buka 2.500 Kuota, Dapat Dana Rp4 Juta

    KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Khusus Jalur Mandiri PTN dan PTS

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

    Mendukung Anak Neurodivergent: Peran Orangtua dan Sekolah

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    PPG Calon Guru 2026: Cek Daftar Bidang Studi dan Jumlah Peserta yang Lulus

    50 Guru SMK Dikirim ke Jerman, LPDP Beri Biaya Hidup hingga Rp80 Juta

    Open Recruitment Tenaga Pendidik/Guru Yayasan Dharma Wanita Kota Surabaya

    Nasib Guru Honorer 2027 Mulai Terang, Pemerintah Siapkan 2 Opsi Pengangkatan ASN

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dinas Pendidikan DKI Dorong Sekolah Terapkan Pilah, Angkut, dan Olah Sampah

    Gempa M7,7 NTT Berdampak pada 400 Sekolah, DPR Dorong Sekolah Darurat Segera Disiapkan

    Pemprov DKI Lanjutkan LPDP Jakarta, 50-75 Anak Dibiayai Kuliah ke Luar Negeri

    Disdik Lebak Gelar Coaching Clinic Dapodik 2026, Fokus Bersihkan Data Siswa dan Sarpras

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

    PNBP Sekolah Kedinasan 2026 Bisa Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu, Ini Syaratnya

    Masuk IPDN 2026? Ini Ketentuan Ikatan Dinas dan Jadwal Seleksinya

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno
    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Kisah Retno Marsudi, Pendidikan Jadi Jalan hingga Berkarier sebagai Diplomat

    Inspiratif! Anak Petani dari Flores Sukses Jadi Penulis Buku

    Kulit Semangka Ternyata Bisa Dimakan, Tapi Ada Syaratnya Menurut UGM

    Kulit Semangka Ternyata Bisa Dimakan, Tapi Ada Syaratnya Menurut UGM

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    UI hingga Untirta PJJ, Ini Daftar Kampus Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

    5 Daerah yang Bisa PJJ akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ada Jakarta

    OMI 2026 Tembus 230 Ribu Peserta, Sekolah Umum Naik 38,1 Persen

    Latih Jiwa Entrepreneur, Maba UC Jakarta Langsung Jualan di Ruang Publik

    Kemdiktisaintek Gelar AKPT 2026, 34 Rektor dan 61 Calon Pemimpin Kampus Ikut

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Tim UNAIR Raih Best Team di Genera Z Berbakti 2026

    Penerima KIP Kuliah Unair Berhasil Lulus dan Langsung Raih Beasiswa S2

    Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Buka 2.500 Kuota, Dapat Dana Rp4 Juta

    KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Khusus Jalur Mandiri PTN dan PTS

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

    Mendukung Anak Neurodivergent: Peran Orangtua dan Sekolah

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    PPG Calon Guru 2026: Cek Daftar Bidang Studi dan Jumlah Peserta yang Lulus

    50 Guru SMK Dikirim ke Jerman, LPDP Beri Biaya Hidup hingga Rp80 Juta

    Open Recruitment Tenaga Pendidik/Guru Yayasan Dharma Wanita Kota Surabaya

    Nasib Guru Honorer 2027 Mulai Terang, Pemerintah Siapkan 2 Opsi Pengangkatan ASN

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dinas Pendidikan DKI Dorong Sekolah Terapkan Pilah, Angkut, dan Olah Sampah

    Gempa M7,7 NTT Berdampak pada 400 Sekolah, DPR Dorong Sekolah Darurat Segera Disiapkan

    Pemprov DKI Lanjutkan LPDP Jakarta, 50-75 Anak Dibiayai Kuliah ke Luar Negeri

    Disdik Lebak Gelar Coaching Clinic Dapodik 2026, Fokus Bersihkan Data Siswa dan Sarpras

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

    PNBP Sekolah Kedinasan 2026 Bisa Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu, Ini Syaratnya

    Masuk IPDN 2026? Ini Ketentuan Ikatan Dinas dan Jadwal Seleksinya

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno
    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Kisah Retno Marsudi, Pendidikan Jadi Jalan hingga Berkarier sebagai Diplomat

    Inspiratif! Anak Petani dari Flores Sukses Jadi Penulis Buku

    Kulit Semangka Ternyata Bisa Dimakan, Tapi Ada Syaratnya Menurut UGM

    Kulit Semangka Ternyata Bisa Dimakan, Tapi Ada Syaratnya Menurut UGM

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Mengapa Hanya 50 Persen Siswa SMA China Masuk Kampus? Ini Penjelasan Wamen Stella

7 September 2026
in Berita
6 min read
242
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan gambaran sistem pendidikan tinggi di China yang menurutnya memiliki tingkat seleksi cukup ketat.

Stella menyebut hanya sekitar 50 persen siswa SMA di China yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Peluncuran Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Stella, kondisi tersebut merupakan bagian dari pilihan strategi China dalam mengelola pendidikan tinggi. Negara tersebut dinilai lebih memprioritaskan kualitas dan keterjangkauan, sementara jumlah mahasiswa atau aspek kuantitas dibatasi.

Ada Tiga Tantangan dalam Pendidikan Tinggi

Stella menjelaskan terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, yaitu kualitas, kuantitas, dan keterjangkauan.

Ketiga aspek tersebut, menurutnya, sulit dipenuhi secara maksimal dalam waktu bersamaan.

Perguruan tinggi harus menentukan posisi dan strategi agar dapat menjaga kualitas pendidikan, tetap terjangkau, sekaligus menentukan jumlah mahasiswa yang dapat dilayani.

Stella menggambarkan ketiga aspek tersebut seperti sebuah segitiga yang sulit dipenuhi seluruhnya secara sempurna.

“Ini adalah segitiga yang hampir mustahil ditutup.”

Pernyataan tersebut disampaikan Stella saat berbicara kepada para pimpinan perguruan tinggi dalam kegiatan AKPT.

China Memilih Membatasi Kuantitas

Dari tiga aspek tersebut, Stella mengatakan China memilih untuk mengorbankan kuantitas.

Dengan kata lain, tidak semua siswa yang menyelesaikan pendidikan menengah diarahkan untuk masuk perguruan tinggi.

Seleksi bahkan sudah berlangsung sejak jenjang pendidikan menengah pertama.

Menurut Stella, hanya sekitar 50 persen siswa SMP di China yang dapat melanjutkan ke SMA umum yang diarahkan untuk persiapan masuk perguruan tinggi. Sementara siswa lainnya masuk ke jalur pendidikan vokasi atau SMK.

Setelah memasuki SMA, seleksi kembali berlangsung dengan lebih ketat sebelum siswa dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.

Stella mengatakan dirinya memiliki pengalaman tinggal selama tujuh tahun di China sehingga mengetahui secara langsung ketatnya proses seleksi pendidikan di negara tersebut.

Jalur SMA dan SMK Dibedakan

Salah satu hal yang disoroti Stella adalah pemisahan jalur pendidikan setelah SMP.

Siswa yang berhasil masuk ke SMA umum dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Sementara siswa lainnya dapat menempuh jalur SMK yang lebih berorientasi pada keterampilan dan dunia kerja.

Menurut Stella, hal tersebut membuat jumlah siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi menjadi lebih terbatas.

Dengan jumlah mahasiswa yang tidak terlalu besar, perguruan tinggi memiliki ruang untuk menjaga kualitas pendidikan dan tetap memperhatikan keterjangkauan.

Bukan Berarti Pendidikan Tinggi China Lebih Mudah

Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa akses menuju perguruan tinggi di China memiliki tingkat persaingan yang tinggi.

Siswa yang ingin masuk universitas harus melewati berbagai tahapan seleksi. Bahkan, proses pemilihan jalur pendidikan telah dimulai sejak jenjang sebelum SMA.

Stella menggunakan gambaran tersebut untuk menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan menambah jumlah mahasiswa.

Jika jumlah mahasiswa terus diperbesar, perguruan tinggi perlu memastikan kapasitas dosen, fasilitas, pembelajaran, dan sumber daya lainnya juga mampu mengimbanginya.

Indonesia Punya Tantangan Berbeda

Pengalaman China tersebut kemudian menjadi bahan refleksi bagi perguruan tinggi di Indonesia.

Stella tidak mengatakan bahwa Indonesia harus meniru sistem China secara langsung. Menurutnya, setiap perguruan tinggi perlu memahami kondisi masing-masing dan menentukan strategi sendiri.

Pimpinan perguruan tinggi perlu menjawab pertanyaan mengenai posisi institusinya dalam tiga aspek utama tadi: kualitas, kuantitas, atau keterjangkauan.

Apakah perguruan tinggi ingin meningkatkan jumlah mahasiswa dan memperluas akses? Atau lebih fokus menjaga kualitas dan keterjangkauan dengan jumlah mahasiswa yang lebih terbatas?

Pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan kampus.

Rektor Diminta Menentukan Arah Kampus

Stella menekankan bahwa pimpinan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menentukan arah institusi.

Menurutnya, setelah posisi perguruan tinggi ditentukan, strategi yang dipilih harus dijalankan secara konsisten.

Dengan kata lain, tidak semua perguruan tinggi harus memiliki formula yang sama.

Ada kampus yang mungkin lebih tepat memperluas akses pendidikan, sementara kampus lainnya dapat memilih fokus pada kualitas akademik, riset, atau bidang tertentu.

Perguruan Tinggi Berperan dalam Pertumbuhan Ekonomi

Penentuan strategi perguruan tinggi bukan sekadar persoalan internal kampus.

Stella menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia, penelitian, inovasi, serta penciptaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Sebelumnya, Stella juga pernah menekankan pentingnya investasi sumber daya manusia dan penyelarasan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri. Ia menyebut riset dan tenaga kerja yang memiliki kemampuan khusus sekaligus adaptif sebagai dua faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dibahas dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi

Pembahasan mengenai strategi perguruan tinggi tersebut disampaikan dalam program Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) angkatan pertama 2026.

Program tersebut diikuti oleh 34 rektor pada kelas pimpinan dan 61 peserta calon pemimpin.

AKPT dirancang untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan perguruan tinggi. Materinya mencakup berbagai aspek, mulai dari kepemimpinan strategis, tata kelola universitas, kepemimpinan akademik dan keuangan, hingga transformasi digital dan kecerdasan buatan.

Kualitas, Kuantitas, dan Keterjangkauan Harus Dipetakan

Pernyataan Stella memberikan gambaran bahwa pengelolaan pendidikan tinggi membutuhkan pilihan kebijakan yang jelas.

Meningkatkan jumlah mahasiswa memang dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Namun, peningkatan jumlah tersebut juga harus diikuti dengan kesiapan fasilitas, tenaga pengajar, sistem pembelajaran, dan pendanaan.

Sebaliknya, fokus terlalu kuat pada kualitas dengan jumlah mahasiswa yang sangat terbatas dapat membuat akses pendidikan tinggi menjadi lebih sempit.

Karena itu, setiap perguruan tinggi perlu melakukan pemetaan berdasarkan kondisi dan tujuan institusinya.

Kesimpulan

Wamendiktisaintek Stella Christie mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen siswa SMA di China melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, angka tersebut tidak terlepas dari sistem seleksi pendidikan yang ketat dan telah dimulai sejak jenjang SMP.

China, menurut Stella, memilih untuk membatasi kuantitas mahasiswa demi menjaga dua aspek lainnya, yakni kualitas dan keterjangkauan pendidikan tinggi.

Pengalaman tersebut menjadi bahan refleksi bagi Indonesia. Perguruan tinggi tidak harus meniru China, tetapi perlu menentukan strategi masing-masing dalam menyeimbangkan kualitas, kuantitas, dan keterjangkauan.

Pada akhirnya, keputusan tersebut menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi karena arah kebijakan kampus akan turut menentukan kualitas sumber daya manusia dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tags: AKPT 2026chinakampusKemdiktisaintekkualitas pendidikanmahasiswapendidikan Chinapendidikan tinggipendidikan tinggi IndonesiaPerguruan Tinggiseleksi perguruan tinggisiswa SMAStella ChristieWamendiktisaintek
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

UI hingga Untirta PJJ, Ini Daftar Kampus Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

UI hingga Untirta PJJ, Ini Daftar Kampus Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

7 September 2026

5 Daerah yang Bisa PJJ akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ada Jakarta

7 September 2026

OMI 2026 Tembus 230 Ribu Peserta, Sekolah Umum Naik 38,1 Persen

7 September 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In