Persatuan Guru Republik Indonesia resmi menggulirkan Gerakan 1 Juta Guru Melek AI dan Coding sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru agar tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mengintegrasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran.
Melalui berbagai skema pelatihan, mulai dari kelas daring hingga kolaborasi lintas lembaga, para guru didorong untuk memahami konsep kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman (coding). Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta pemerintah daerah di berbagai wilayah. Dukungan tersebut mencakup kebijakan, fasilitasi pelatihan, hingga penguatan infrastruktur pendidikan berbasis teknologi.
Ketua Umum PGRI menegaskan bahwa peran guru di era modern tidak lagi sebatas sebagai penyampai materi, melainkan sebagai fasilitator dan penggerak perubahan. Dengan penguasaan AI dan coding, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang lebih bermakna serta mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya besar dalam mentransformasi pendidikan nasional. Guru didorong untuk “naik kelas”, yakni bertransformasi dari sekadar pengajar menjadi arsitek peradaban yang berperan penting dalam membentuk karakter serta masa depan generasi bangsa.
Dengan hadirnya Gerakan 1 Juta Guru Melek AI dan Coding, diharapkan kualitas pendidikan Indonesia semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat global, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital.















