Jakarta – Kondisi siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya ramai diberitakan mengalami gangguan ingatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dokter spesialis neurologi anak RSCM, Prof. Dr. dr. R.A. Setyo Handryastuti, SpA, Subsp Neuro(K), menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan terhadap pasien tidak menunjukkan adanya gangguan fungsi otak. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi neurologis pasien.
Pemeriksaan Dilakukan Secara Menyeluruh
Prof Handry menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dengan menggali informasi melalui wawancara bersama pasien dan keluarga. Tim medis juga mempelajari riwayat serta data perawatan pasien sebelumnya.
Selain pemeriksaan fisik dan neurologis, pasien menjalani elektroensefalografi (EEG). Pemeriksaan tersebut digunakan untuk melihat aktivitas listrik di dalam otak.
Hasil pemeriksaan di RSCM tidak menemukan adanya gangguan fungsi otak. Temuan ini juga sejalan dengan hasil pemeriksaan EEG sebelumnya yang dilakukan di Sumatera Utara, yang dilaporkan menunjukkan aktivitas listrik saraf otak dalam batas normal.
Sebelumnya Dilaporkan Mengalami Gangguan Ingatan
Pasien sebelumnya menjadi perhatian setelah keluarga menyampaikan bahwa anak tersebut mengalami perubahan kondisi setelah menjalani perawatan akibat dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo.
Keluarga sebelumnya melaporkan adanya gangguan ingatan dan menyebut pasien sempat mengalami kejang setelah pulang dari rumah sakit. Karena kondisi tersebut, pasien kemudian menjalani pemeriksaan medis lanjutan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Pasien kemudian diberangkatkan dari Sumatera Utara ke Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di RSCM. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyebut keberangkatan tersebut dilakukan agar pasien memperoleh pemeriksaan medis secara lebih komprehensif.
RSCM Pastikan Kondisi Fungsi Otak Baik
Setelah dilakukan pemeriksaan, Prof Handry menyampaikan bahwa tidak ditemukan gangguan pada fungsi otak pasien. Ia juga berharap anak tersebut dapat kembali menjalani aktivitas seperti sebelumnya.
“Insya Allah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak,” ujar Prof Handry.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi informasi penting untuk meluruskan kabar mengenai kondisi neurologis pasien. Meski demikian, pemantauan kondisi pasien tetap diperlukan sesuai evaluasi dan tindak lanjut medis dari tim dokter.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumatera Utara juga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan EEG dan asesmen psikiatri terhadap pasien tidak menunjukkan kelainan medis seperti yang ramai diberitakan.



