Transformasi pendidikan ternyata tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Kadang, inovasi terbaik justru lahir dari ruang kelas.
SMK Negeri 1 Pariwisata Papua membuktikannya melalui Presensi Digital TNS (Tim Ngoding S-One Smart), sebuah sistem presensi yang dikembangkan langsung oleh siswa Program Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG).
Kepala Bidang Mutu dan Layanan Pendidikan Disdikbud Provinsi Papua, Elia Waromi, mengapresiasi inovasi tersebut.
“Presensi digital TNS yang dikembangkan siswa SMK Negeri 1 Pariwisata Papua merupakan langkah yang baik untuk peningkatan mutu pendidikan.”
Tak hanya mencatat kehadiran, sistem ini juga terintegrasi dengan kartu pelajar dan mengirim notifikasi WhatsApp kepada orang tua saat siswa datang maupun pulang sekolah. Dengan begitu, orang tua dapat memantau kehadiran anak secara real time, sementara sekolah memperoleh rekap data yang lebih akurat dan efisien.
Elia juga menegaskan bahwa sistem ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di Papua.
“Oleh karena itu kami berharap inovasi tersebut dapat direplikasi oleh sekolah lain yang ada di Provinsi Papua.”
Kepala Sekolah Negeri Khusus Pariwisata Papua, Ana Rebeca Rumbiak, berharap inovasi ini mampu memperkuat budaya disiplin, meningkatkan komunikasi antara sekolah dan orang tua, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan teknologi pendidikan berbasis karya siswa.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa peserta didik tidak hanya mampu menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi yang menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.