Kevin Vincent Noel Sitanggang menjadi mahasiswa baru termuda di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2026. Di usianya yang baru 14 tahun, Kevin telah resmi menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB.
Perjalanan pendidikan Kevin berlangsung lebih cepat dibandingkan kebanyakan siswa seusianya. Namun, pencapaiannya tidak hanya diwarnai keberhasilan. Ia juga menghadapi kegagalan dalam proses masuk ITB hingga akhirnya berhasil melalui jalur UTBK-SNBT.
Selesaikan SD dalam Empat Tahun
Kevin memulai pendidikan SD ketika berusia lima tahun. Saat masih duduk di kelas 1 pada 2016, ayahnya mendaftarkannya dalam program akselerasi.
Melalui program tersebut, Kevin menyelesaikan pendidikan SD hanya dalam empat tahun. Ia kemudian melanjutkan ke jenjang SMP ketika usianya masih sembilan tahun.
Sejak sekolah, Kevin juga aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik. Ia pernah mengikuti kompetisi matematika, KSN Matematika, hingga English Speech Contest. Ketika SMA, ia juga mengikuti OSN Matematika dan kompetisi matematika di Universitas Pasundan.
Sempat Gagal Masuk ITB Lewat SNBP
Prestasi akademik Kevin terus berlanjut ketika SMA. Ia mampu mempertahankan peringkat pertama selama lima semester berturut-turut dan masuk dalam daftar siswa yang memenuhi syarat untuk mendaftar melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kevin kemudian memilih FMIPA-M ITB dan FTI-RI ITB dalam pendaftaran SNBP. Namun, ia belum berhasil lolos melalui jalur tersebut.
Setelah berdiskusi dengan ayahnya, Kevin kemudian mencoba jalur UTBK-SNBT dan memilih FTTM ITB sebagai pilihan pertama. Ia mempersiapkan diri menghadapi UTBK selama sekitar dua bulan dan akhirnya dinyatakan lolos.
Kevin: Lebih Banyak Gagal daripada Berhasil
Meski memiliki sederet prestasi, Kevin tidak menganggap dirinya selalu berhasil dalam bidang akademik. Ia justru mengatakan bahwa proses belajarnya juga dipenuhi berbagai kegagalan.
Menurut Kevin, keberhasilan yang terlihat saat ini merupakan hasil dari proses panjang. Ia juga sempat menghadapi tantangan ketika memasuki perkuliahan karena perbedaan usia yang cukup jauh dengan mahasiswa lainnya.
Kevin mengaku pernah mengalami kelelahan dalam mengikuti ritme belajar dan menghadapi impostor syndrome. Dukungan keluarga, guru, dan teman menjadi bagian penting dalam membantunya beradaptasi dengan lingkungan baru.
Punya Pola Belajar yang Teratur
Dalam mempersiapkan UTBK, Kevin banyak berlatih melalui try out dan soal-soal latihan. Cara tersebut membantunya mengenali pola pertanyaan yang mungkin muncul dalam ujian.
Untuk memahami materi, Kevin menggunakan kombinasi Feynman Technique dan Active Recall. Ia juga menerapkan teknik Pomodoro dengan pola 50 menit belajar dan 10 menit istirahat sebanyak dua kali pengulangan.
Menurutnya, jadwal belajar yang konsisten lebih penting daripada hanya mengandalkan motivasi. Sebab, semangat belajar dapat berubah, sedangkan kebiasaan yang teratur membantu seseorang tetap menjalankan proses belajar.
Pilih FTTM karena Ketertarikan pada Pertambangan
Kevin memilih FTTM ITB bukan tanpa alasan. Ketertarikannya terhadap bidang pertambangan tumbuh dari sang ayah yang merupakan alumni Teknik Pertambangan ITB.
Sejak kecil, Kevin dikenalkan dengan dunia alat berat dan industri pertambangan. Penjelasan mengenai sumber daya alam yang berada jauh di bawah permukaan tanah kemudian membuatnya tertarik mempelajari bidang tersebut lebih lanjut.
Kini, Kevin memulai babak baru sebagai mahasiswa FTTM ITB. Ia menyadari bahwa perjalanan perkuliahan akan menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan masa sekolah.
Proses Lebih Penting daripada Sekadar Hasil
Bagi Kevin, pencapaiannya masuk ITB bukanlah akhir dari perjalanan. Ia memandang proses belajar, menghadapi kegagalan, dan terus berusaha sebagai bagian yang lebih penting dalam membentuk dirinya.
Pengalaman tersebut juga membuat Kevin ingin agar keberhasilannya tidak hanya dilihat dari usianya yang masih 14 tahun, tetapi dari proses panjang yang telah ia jalani.
Kini, mahasiswa termuda ITB angkatan 2026 itu bersiap menjalani kehidupan perkuliahan sekaligus terus mengembangkan kemampuan akademik dan dirinya di lingkungan kampus.








