Gelombang pertama Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran baru 2026/2027 di SD negeri di Sukoharjo sudah dibuka 4-6 Mei kemarin.
Sayangnya, fase ini sepi peminat. Tercatat ratusan SDN mengaku hanya terisi 1-20 persen murid baru.
Ironisnya lagi, ada enam SDN yang sama sekali tidak ada murid baru yang mendaftar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo berharap jumlah pendaftar meningkat pada SPMB gelombang kedua, yang dibuka 8 Mei-10 Juni 2026.
Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menjelaskan, perpanjangan pendaftaran dilakukan karena masih banyak SDN yang belum memenuhi daya tampung.
“Karena masih ada SD negeri yang daya tampungnya belum terpenuhi, maka dibuka lagi gelombang dua. Bahkan ada sekolah yang belum mendapatkan pendaftar sama sekali,” jelas Havid, Kamis (7/5).
Berdasarkan data Disdikbud Sukoharjo, jumlah pendaftar pada SPMB online SDN gelombang pertama mencapai 5.483 anak. Dari jumlah tersebut, 5.472 siswa dinyatakan terseleksi. Sedangkan 11 anak mencabut berkas pendaftaran.
Sementara itu, tingkat keterisian daya tampung sekolah menunjukkan disparitas cukup tinggi. Sebanyak 16 SDN telah terisi 100 persen.
Kemudian 20 SDN keterisiannya mencapai 80-99 persen. Selanjutnya 105 SDN keterisiannya 50-79 persen.
Yang bikin mengelus dada, 190 SDN hanya terisi 20-49 persen dari kuota. Kemudian 72 SDN terisi 1-19 persen. Sedangkan enam SDN masih kosong alias tanpa pendaftar.
“Memang ada sekolah yang pendaftarnya membludak, tapi ada juga yang masih sangat minim. Ini menjadi evaluasi kami agar pemerataan pendidikan dasar bisa lebih baik,” katanya.



