Surabaya – Penguatan perencanaan program Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun 2026 terus dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan finalisasi dokumen Perencanaan Kerja Sama (PKS).
Kegiatan tersebut berlangsung di Surabaya pada 15–18 September 2026 dan digelar di dua lokasi. Agenda ini melibatkan 1.660 peserta dari lima provinsi, yang terdiri atas sekolah penerima bantuan revitalisasi, tenaga perencana, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta unsur Dinas Pendidikan.
792 Sekolah Ikuti Rangkaian Kegiatan
Sebanyak 792 sekolah penerima bantuan revitalisasi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaan sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan dokumen perencanaan dan kerja sama disusun sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Melalui bimbingan teknis, peserta mendapatkan penguatan dalam proses perencanaan sekaligus melakukan finalisasi dokumen PKS Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun 2026.
Tahap perencanaan menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan revitalisasi di lapangan. Dokumen yang disiapkan perlu menggambarkan kebutuhan sekolah dan menjadi dasar dalam pelaksanaan bantuan.
Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Sekolah
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan sekolah penerima bantuan. Unsur BPMP, Dinas Pendidikan, serta perencana juga ikut terlibat dalam proses penguatan dokumen.
Kolaborasi lintas pihak diperlukan agar pelaksanaan program revitalisasi dapat berjalan lebih terkoordinasi. Sekolah juga memiliki ruang untuk memastikan kebutuhan sarana dan prasarana yang akan diperbaiki sesuai dengan kondisi satuan pendidikan.
Dengan adanya koordinasi sejak tahap perencanaan, potensi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program dapat diminimalkan.
Revitalisasi untuk Lingkungan Belajar yang Lebih Baik
Program revitalisasi sekolah pada dasarnya diarahkan untuk mendukung tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang lebih layak. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi salah satu faktor pendukung proses pembelajaran.
Karena itu, finalisasi dokumen PKS tidak hanya berkaitan dengan administrasi. Perencanaan yang matang diharapkan dapat membantu memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan, kebutuhan sekolah, serta tujuan peningkatan kualitas lingkungan belajar.
Perencanaan Jadi Kunci Pelaksanaan
Kegiatan di Surabaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun 2026. Dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur, pemerintah berupaya memperkuat pemahaman dan koordinasi sebelum program dilaksanakan.
Melalui perencanaan yang semakin matang dan kolaborasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, BPMP, serta pihak terkait, revitalisasi diharapkan dapat berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan manfaat langsung bagi murid.
Perbaikan sarana pendidikan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah dasar.








