Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.486.302 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Pelaksanaan asesmen dilakukan secara bertahap mulai Senin, 26 Oktober 2026.
TKA tidak hanya digunakan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga untuk memperoleh gambaran capaian pembelajaran yang lebih terukur. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA di jenjang SMK turut mendukung pemetaan kemampuan akademik siswa di tengah penguatan kompetensi kejuruan.
Hal tersebut disampaikan dalam siaran pers Kemendikdasmen yang diterbitkan pada 27 Oktober 2026.
TKA SMK Disesuaikan dengan Bidang Keahlian
Pelaksanaan TKA untuk siswa SMK memiliki karakteristik tersendiri. Kemendikdasmen telah menyiapkan paket soal yang disesuaikan dengan bidang keahlian yang tersedia di sekolah kejuruan.
Penyesuaian tersebut bertujuan agar pengukuran capaian pembelajaran dapat memberikan informasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi.
Menurut Tatang Muttaqin, hasil TKA dapat membantu sekolah mengidentifikasi aspek pembelajaran yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih membutuhkan penguatan.
Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun langkah perbaikan pembelajaran yang lebih terarah. Dengan begitu, sekolah dapat menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
Hasil TKA Menjadi Bahan Evaluasi Sekolah
Kemendikdasmen menekankan bahwa hasil TKA sebaiknya dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi untuk mengevaluasi proses pembelajaran.
Melalui hasil asesmen, sekolah dapat memetakan kemampuan akademik siswa dan mengenali materi yang masih perlu diperkuat. Guru kemudian dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai.
Evaluasi ini juga diharapkan membantu sekolah merencanakan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, tanpa mengabaikan kompetensi kejuruan yang menjadi ciri khas pendidikan SMK.
Dengan demikian, TKA bukan sekadar kegiatan ujian, melainkan bagian dari upaya memperoleh data yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
440 Siswa SMKN 2 Depok Mengikuti TKA 2026
SMK Negeri 2 Kota Depok, Jawa Barat, menjadi salah satu sekolah yang mengikuti pelaksanaan TKA pada gelombang pertama. Pada 2026, sebanyak 440 siswa di sekolah tersebut mengikuti asesmen.
Kepala SMKN 2 Depok, Yudhiansyah, mengatakan bahwa sekolah telah melakukan sosialisasi kepada siswa dan orang tua sejak awal. Pendampingan juga diberikan untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Sekolah turut mengoptimalkan sarana dan prasarana yang diperlukan agar pelaksanaan asesmen dapat berjalan dengan baik.
Menurut Yudhiansyah, hasil TKA bermanfaat bagi siswa maupun sekolah. Bagi sekolah, nilai yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui aspek pembelajaran yang perlu ditingkatkan.
Sementara itu, bagi siswa, asesmen menjadi kesempatan untuk mengenali kemampuan akademik dan mengevaluasi kesiapan diri dalam melanjutkan pendidikan.
Siswa Mengaku Soal TKA Tidak Sesulit yang Dibayangkan
Khansa Ghaisani Minhalina, siswa kelas XII SMKN 2 Depok, mengungkapkan bahwa dirinya telah mempersiapkan TKA selama sekitar satu bulan.
Ia merasa lega setelah mengikuti ujian karena soal yang dikerjakan tidak sesulit yang sebelumnya dibayangkan. Persiapan melalui latihan dan pembelajaran membantu dirinya lebih siap menghadapi asesmen.
Khansa menilai TKA bermanfaat untuk mengetahui potensi akademiknya, terutama karena ia berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia juga berpesan kepada teman-temannya yang belum mengikuti ujian agar tetap tenang, memperbanyak membaca materi, dan berlatih mengerjakan soal.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa persiapan dan pemahaman materi dapat membantu siswa menghadapi asesmen dengan lebih percaya diri.
TKA Diharapkan Mendukung Peningkatan Pendidikan Vokasi
Kemendikdasmen berharap hasil TKA dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk menyusun evaluasi pembelajaran yang lebih terukur. Pemetaan kemampuan akademik siswa dapat menjadi dasar untuk mengenali kekuatan serta kebutuhan belajar yang belum terpenuhi.
Dalam konteks pendidikan vokasi, evaluasi tersebut perlu berjalan seiring dengan penguatan keterampilan sesuai bidang keahlian masing-masing siswa.
Melalui pemanfaatan hasil asesmen secara tepat, sekolah diharapkan dapat merancang pembelajaran yang lebih relevan dan terarah.
Dengan partisipasi lebih dari 1,48 juta siswa SMK dalam TKA 2026, pemerintah berharap tersedia gambaran yang lebih luas mengenai capaian pembelajaran di pendidikan vokasi. Informasi tersebut dapat mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan agar semakin sesuai dengan kebutuhan siswa dan satuan pendidikan.



