“Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Unggul Garuda akan berlangsung transparan dan akuntabel, tanpa adanya “jalur khusus” yang bisa menjamin kelulusan calon siswa. Ia menekankan, tidak boleh ada pihak mana pun yang mengklaim dapat meloloskan peserta melalui jalur istimewa di luar mekanisme resmi.
Dalam peluncuran Seleksi PPDB SMA Unggul Garuda yang digelar secara daring di Jakarta pada Kamis (29/1), Brian mengingatkan orang tua dan calon peserta didik agar tidak tergoda tawaran oknum yang mengatasnamakan Kemdiktisaintek. “Kami menjamin seluruh prosesnya akan berjalan dengan transparan, akuntabel, jika ada orang-orang tertentu yang mengklaim, menawarkan, ada jalur khusus ataupun sama sekali tidak ada, tidak boleh terjadi hal seperti itu, semuanya akan transparan akuntabel,” tegas Brian.
Brian juga mendorong masyarakat aktif mencari informasi resmi jika masih bingung dengan tata cara maupun syarat seleksi PPDB. Ia meminta orang tua dan siswa tidak ragu bertanya melalui kanal resmi Kemdiktisaintek agar terhindar dari informasi menyesatkan.
SMA Unggul Garuda dirancang sebagai ekosistem pendidikan khusus dengan kurikulum bertaraf internasional, didukung fasilitas pembelajaran yang memadai serta guru dan tenaga kependidikan berkualitas tinggi. Sekolah ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi talenta terbaik Indonesia, khususnya di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). “Ini tentu merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan bahwa akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi melainkan oleh potensi, prestasi, dan yang paling penting adalah kerja keras,” ujar Brian.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa siswa yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di empat SMA Unggul Garuda yang berlokasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (NTT), Kabupaten Tanjung Selor (Kalimantan Utara), Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Kabupaten Belitung Timur (Bangka Belitung).








































