Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengeluarkan imbauan penting bagi sekolah dan orang tua terkait keamanan tugas sekolah anak. Imbauan ini disampaikan menyusul peristiwa tragis meninggalnya seorang siswa SMP di Kabupaten Siak, Riau, akibat ledakan senjata api rakitan yang dibuat sebagai tugas pelajaran sains.
“KPAI menghimbau agar sekolah dan orang tua selalu mengecek dan memastikan agar tugas sekolah tidak ada yang mengandung unsur senjata dalam bentuk apapun,” ujar Anggota KPAI Diyah Puspitarini di Jakarta, Selasa (14/4). Ia menegaskan, pengawasan bersama antara sekolah dan keluarga menjadi kunci agar tugas maupun praktik pelajaran tidak menghadirkan risiko yang membahayakan keselamatan anak.
KPAI menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian yang merenggut nyawa korban, terlebih karena terjadi dalam konteks kegiatan belajar. Diyah juga menyesalkan adanya penggunaan alat yang diduga berupa senapan dalam praktikum mata pelajaran. “Adanya bentuk atau replika senapan dalam praktik mata pelajaran ini sangat kami sayangkan. Unsur senjata tajam atau senjata apapun di salah satu praktik mata pelajaran, akan lebih baik jika barang-barang tersebut dihindari,” kata Diyah.
Peristiwa ini berawal ketika korban dan teman-temannya mendapat tugas dari guru sains untuk membuat alat sains. Mereka kemudian merancang alat yang menyerupai senapan dan telah beberapa kali diuji coba di rumah, bahkan disebut berfungsi sebagaimana mestinya. Rencananya, alat itu diserahkan kepada guru pada Rabu (8/4), namun karena guru sedang bertugas mengawasi TKA di sekolah lain, penyerahan ditunda.
Sebelum alat diserahkan, korban berinisiatif melakukan uji coba di sekolah. Nahas, saat uji coba dilakukan, terjadi letusan yang mengenai kepala korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia. KPAI berharap, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh satuan pendidikan untuk meninjau ulang bentuk tugas dan praktikum, terutama yang melibatkan unsur senjata atau benda berbahaya, serta mendorong orang tua lebih aktif memantau setiap tugas yang dikerjakan anak di rumah.














