Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak para guru untuk menjalankan profesinya dengan penuh sukacita, mencintai murid, serta terus belajar sepanjang hayat. Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan Kuliah Tamu di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada Sabtu (25/7).
Menurut Mendikdasmen, guru tidak cukup hanya menjadi fasilitator pembelajaran. Guru juga harus terus belajar bersama murid agar proses pendidikan menjadi lebih bermakna.
“Menjadi guru sejatinya adalah juga menjadi murid. Ketika bapak ibu mengajar, jangan hanya jadi fasilitator, tapi jadilah pembelajar juga. Bersama mereka mempelajari sesuatu, bersama mereka kita mendampingi sampai dia bisa belajar,” ujarnya.
Selain mengajak guru mengedepankan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Engaged Learning, pemerintah juga menyampaikan sejumlah kebijakan untuk mendukung profesi guru, di antaranya:
📌 Program beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi 150 ribu guru yang belum menyelesaikan pendidikan S-1/D-IV, sehingga pengalaman mengajar dapat diakui sebagai kredit akademik dan studi dapat diselesaikan maksimal 1,5 tahun.
📌 Partisipasi guru dalam pelatihan PKB kini secara resmi dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja 24 jam mengajar.
📌 Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru, memperkuat peran pengawas sekolah melalui pengangkatan PNS baru, serta melonggarkan aturan linearitas ijazah dengan pendekatan rumpun mata pelajaran agar guru lebih mudah memenuhi beban mengajar di satu sekolah.
Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga mendorong guru untuk terus mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian demi menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik.









