idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, 29 October 2026
  • Beranda
  • Berita

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dan Perkuat Kesejahteraan Guru

    SEAQIL Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Multibahasa Asia Tenggara, Perkuat Literasi dan Pembelajaran Bahasa Inggris

    AISOFOLL ke-17 Bahas Pemanfaatan Teknologi untuk Perkuat Literasi dan Karakter Siswa

    1,48 Juta Siswa SMK Ikuti TKA 2026, Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Vokasi

    TKA SMA 2026 Sempat Terkendala Jaringan, Kemendikdasmen Siapkan Ujian Susulan 30 Oktober

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Seleksi CPNS Guru 2027: Batas Usia, Prioritas Sertifikat Pendidik, dan Peluang Guru Honorer

    LPDP Fasilitasi Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Dukung Pemerataan Tenaga Medis

    Seleksi CPNS Guru 2027: Batas Usia Masih Dibahas, Guru Honorer dan Fresh Graduate Bisa Ikut

    Guru Honorer Mengabdi 5 Tahun Berpeluang Dapat Afirmasi CPNS 2027? Ini Penjelasan DPR

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    10 Prodi PTN Vokasi Paling Diminati di SNBP 2026, Bisa Jadi Acuan Kuliah 2027

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    UNSA Wisuda 630 Lulusan di Usia ke-28 Tahun, Rektor Dorong Alumni Ciptakan Lapangan Kerja

    Fakultas Kedokteran Gigi Ditargetkan Ada di Setiap Provinsi pada 2029, Ini Rencana Pemerintah

    Jadwal TKA SMA 2026 di Papua Disesuaikan, Ini Tanggal Terbaru dan Wilayah Terdampak

    Olimpiade Sains Airlangga 2026 untuk Siswa SMA, Sertifikat Bisa Jadi Modal Daftar SNBP UNAIR

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dan Perkuat Kesejahteraan Guru

    SEAQIL Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Multibahasa Asia Tenggara, Perkuat Literasi dan Pembelajaran Bahasa Inggris

    AISOFOLL ke-17 Bahas Pemanfaatan Teknologi untuk Perkuat Literasi dan Karakter Siswa

    1,48 Juta Siswa SMK Ikuti TKA 2026, Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Vokasi

    TKA SMA 2026 Sempat Terkendala Jaringan, Kemendikdasmen Siapkan Ujian Susulan 30 Oktober

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Seleksi CPNS Guru 2027: Batas Usia, Prioritas Sertifikat Pendidik, dan Peluang Guru Honorer

    LPDP Fasilitasi Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Dukung Pemerataan Tenaga Medis

    Seleksi CPNS Guru 2027: Batas Usia Masih Dibahas, Guru Honorer dan Fresh Graduate Bisa Ikut

    Guru Honorer Mengabdi 5 Tahun Berpeluang Dapat Afirmasi CPNS 2027? Ini Penjelasan DPR

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    10 Prodi PTN Vokasi Paling Diminati di SNBP 2026, Bisa Jadi Acuan Kuliah 2027

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    UNSA Wisuda 630 Lulusan di Usia ke-28 Tahun, Rektor Dorong Alumni Ciptakan Lapangan Kerja

    Fakultas Kedokteran Gigi Ditargetkan Ada di Setiap Provinsi pada 2029, Ini Rencana Pemerintah

    Jadwal TKA SMA 2026 di Papua Disesuaikan, Ini Tanggal Terbaru dan Wilayah Terdampak

    Olimpiade Sains Airlangga 2026 untuk Siswa SMA, Sertifikat Bisa Jadi Modal Daftar SNBP UNAIR

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Bahaya Tersembunyi Usai Karhutla, Kadar Arsenik di Sungai Bisa Melonjak

10 September 2026
in Berita
9 min read
250
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla selama ini lebih sering dikaitkan dengan kepulan asap, kerusakan vegetasi, hilangnya habitat satwa, hingga gangguan kesehatan masyarakat.

Namun, bahaya karhutla ternyata tidak selalu berhenti ketika api sudah padam dan asap mulai menghilang.

Salah satu ancaman yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya kadar arsenik di aliran sungai setelah kebakaran.

Temuan tersebut berasal dari kajian ilmiah yang dilakukan peneliti dari Department of Environmental Sciences and Engineering, University of North Carolina, Amerika Serikat. Jordan Willeford dan timnya menelaah ratusan penelitian untuk melihat bagaimana kebakaran hutan memengaruhi kandungan arsenik di air.

Hasil kajian menunjukkan adanya indikasi bahwa kebakaran dapat meningkatkan mobilitas arsenik menuju perairan, terutama ketika hujan turun setelah vegetasi dan lapisan tanah mengalami kerusakan.

Peneliti Telaah Ratusan Studi

Untuk mengetahui dampak kebakaran terhadap kandungan arsenik, Willeford dan rekan-rekannya melakukan penyaringan terhadap 676 penelitian.

Setelah melalui proses seleksi dan pembacaan lebih mendalam, sebanyak 105 penelitian dikaji secara utuh. Dari jumlah tersebut, peneliti menemukan 20 studi yang secara khusus mengukur kandungan arsenik di dalam air.

Sebagian besar penelitian berasal dari Kanada, Portugal, dan wilayah utara Amerika Serikat. Artinya, temuan tersebut merupakan hasil dari berbagai lokasi dan kondisi lingkungan, bukan penelitian yang secara khusus dilakukan terhadap seluruh wilayah Indonesia.

Meski demikian, hasil penelitian memberikan gambaran mengenai salah satu mekanisme lingkungan yang dapat terjadi setelah kebakaran hutan.

Kadar Arsenik Bisa Melonjak Setelah Kebakaran

Dari 17 penelitian yang mengamati sungai besar maupun kecil, 15 penelitian menemukan adanya peningkatan arsenik setelah kebakaran.

Tujuh penelitian memiliki data yang membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kebakaran.

Salah satu penelitian mencatat peningkatan rata-rata kadar arsenik sekitar 17 persen. Sementara penelitian lainnya menemukan lonjakan maksimum yang jauh lebih besar, mulai dari 300 persen hingga 34.900 persen.

Angka tersebut memang terlihat sangat besar.

Namun, lonjakan persentase tidak selalu berarti kadar arsenik di semua lokasi langsung berada pada tingkat yang membahayakan. Besarnya perubahan sangat bergantung pada kondisi awal, karakteristik tanah, tingkat keparahan kebakaran, curah hujan, kondisi daerah aliran sungai, serta sumber arsenik yang tersedia.

Karena itu, pemantauan kualitas air tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di suatu wilayah.

Mengapa Arsenik Bisa Masuk ke Sungai?

Salah satu penyebabnya adalah perubahan kondisi tanah setelah kebakaran.

Sebelum terbakar, vegetasi memiliki fungsi penting dalam menahan air hujan dan menjaga kestabilan tanah.

Akar tanaman membantu mempertahankan struktur tanah, sementara tutupan vegetasi memperlambat aliran air di permukaan.

Ketika vegetasi terbakar, fungsi tersebut berkurang.

Tanah yang mengalami kebakaran juga dapat memiliki kemampuan infiltrasi yang berbeda sehingga ketika hujan deras turun, lebih banyak air mengalir di permukaan.

Air tersebut dapat membawa abu, sedimen, dan material tanah menuju sungai.

Jika material tersebut mengandung arsenik, unsur tersebut dapat ikut terbawa ke badan air.

Penelitian mengenai kebakaran di wilayah yang memiliki aktivitas pertambangan juga menemukan bahwa peningkatan aliran permukaan setelah kebakaran dapat memobilisasi arsenik dan logam dari material yang sebelumnya tersimpan di permukaan tanah maupun area pertambangan.

Hujan Setelah Karhutla Jadi Faktor Penting

Risiko pencemaran tidak hanya ditentukan oleh kebakaran.

Hujan setelah kebakaran juga menjadi faktor penting.

Ketika hujan turun di kawasan yang baru saja terbakar, air dapat membawa material hasil pembakaran ke wilayah yang lebih rendah.

Aliran tersebut kemudian masuk ke parit, anak sungai, sungai, dan akhirnya dapat mencapai wilayah hilir.

Karena itu, periode setelah kebakaran justru perlu mendapat perhatian.

Penelitian lain terhadap puluhan kawasan yang terdampak kebakaran menunjukkan bahwa kebakaran dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan konsentrasi sejumlah unsur jejak di sungai. Besarnya perubahan dipengaruhi luas dan tingkat keparahan kebakaran, cuaca setelah kebakaran, karakteristik batuan, bentuk daerah aliran sungai, dan tutupan lahan.

Bahkan Bisa Bertahan Bertahun-tahun

Salah satu temuan yang cukup mengkhawatirkan adalah peningkatan kandungan arsenik tidak selalu berlangsung hanya selama beberapa hari atau minggu.

Dalam kajian yang ditelaah Willeford dan tim, terdapat penelitian yang menemukan kadar arsenik masih tinggi lima hingga 10 tahun setelah kebakaran. Salah satu penelitian bahkan mengamati air yang telah melalui proses pengolahan untuk kebutuhan minum.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan jangka panjang.

Artinya, ketika sebuah kawasan telah terbakar, pemulihan lingkungan tidak cukup hanya dengan memadamkan api.

Kondisi tanah, vegetasi, sungai, dan kualitas air juga perlu dipantau selama proses pemulihan.

Arsenik Juga Bisa Terbawa Asap

Jalur perpindahan arsenik tidak hanya melalui tanah dan air.

Asap kebakaran juga dapat membawa partikel yang mengandung arsenik.

Partikel tersebut dapat bergerak mengikuti arah angin dan kemudian mengendap di permukaan tanah maupun perairan terbuka.

Dalam salah satu contoh yang dikaji, pengukuran pada saat kondisi berkabut asap menunjukkan kadar arsenik sekitar 2.000 persen lebih tinggi dibandingkan kondisi ketika asap tidak berada di sekitar lokasi pengamatan.

Pada kebakaran besar di California pada 2018, partikel arsenik yang terbawa asap bahkan terdeteksi di alat pemantau udara yang berjarak sekitar 124 kilometer dari lokasi kebakaran.

Hal ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran dapat menyebar jauh dari lokasi api.

Risiko Lebih Besar di Bekas Area Tambang

Penelitian juga menemukan kondisi yang lebih kompleks di kawasan yang memiliki sejarah pertambangan.

Di sejumlah lokasi, material sisa aktivitas tambang dapat menyimpan arsenik dan logam lainnya.

Ketika terjadi kebakaran, perubahan kondisi tanah dan pola aliran air dapat membuat material tersebut lebih mudah terbawa menuju sungai.

US Geological Survey menemukan bahwa di kawasan bekas pertambangan yang terdampak kebakaran, konsentrasi arsenik di air dan sedimen dapat meningkat ketika terjadi hujan setelah kebakaran. Dalam penelitian tersebut, endapan terkait aktivitas pertambangan menjadi sumber utama arsenik, sementara abu kebakaran bukan sumber utama arsenik di lokasi yang diteliti.

Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa sumber arsenik setelah kebakaran tidak selalu berasal langsung dari abu kebakaran.

Kondisi geologi dan sejarah penggunaan lahan juga berpengaruh.

Mengapa Arsenik Perlu Diwaspadai?

Arsenik merupakan unsur yang dapat ditemukan secara alami di lingkungan, tetapi bentuk dan tingkat paparannya perlu diperhatikan.

Paparan jangka panjang terhadap arsenik anorganik dalam jumlah tertentu diketahui berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk peningkatan risiko kanker. Paparan kronis juga dapat berhubungan dengan masalah kesehatan lainnya.

Karena itu, peningkatan kandungan arsenik pada sumber air menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama apabila sumber tersebut digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, penting untuk membedakan antara terdeteksinya arsenik dan air yang terbukti membahayakan kesehatan.

Penentuan apakah suatu sumber air aman atau tidak harus didasarkan pada hasil pengujian laboratorium dan dibandingkan dengan standar kualitas air yang berlaku.

Tidak Semua Sungai Setelah Karhutla Pasti Tercemar Arsenik

Temuan penelitian ini tidak berarti setiap sungai yang berada di sekitar lokasi kebakaran akan mengalami pencemaran arsenik.

Risiko sangat bergantung pada kondisi setempat.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi antara lain:

  • jenis dan kandungan tanah;
  • keberadaan arsenik secara alami;
  • sejarah pertambangan;
  • luas kawasan yang terbakar;
  • tingkat keparahan kebakaran;
  • jumlah abu dan sedimen;
  • intensitas hujan;
  • kondisi daerah aliran sungai;
  • serta jarak sumber air dari kawasan terbakar.

Penelitian mengenai kualitas air pascakebakaran juga menunjukkan bahwa perubahan kualitas air sangat bervariasi antarwilayah. Selain arsenik, kebakaran dapat meningkatkan sedimen, kekeruhan, nutrien, karbon organik, ion tertentu, dan berbagai kontaminan lainnya.

Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa setiap wilayah yang mengalami karhutla pasti memiliki air yang tercemar arsenik.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Karhutla?

Setelah kebakaran terjadi, pemantauan lingkungan sebaiknya tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas badan air yang berada di sekitar kawasan terdampak.

Terutama ketika hujan deras mulai turun.

Pemeriksaan dapat mencakup kondisi fisik air, seperti kekeruhan dan sedimentasi, serta pemeriksaan laboratorium terhadap unsur kimia dan logam tertentu apabila terdapat indikasi pencemaran.

Untuk masyarakat, penggunaan air dari sungai atau sumber air terbuka di kawasan yang baru mengalami kebakaran sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan kualitas air setempat.

Air yang terlihat jernih juga tidak selalu berarti bebas dari kontaminan terlarut.

Karhutla 2026 Masih Jadi Perhatian

Isu tersebut relevan dengan kondisi Indonesia yang masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Kementerian Kehutanan pada akhir Agustus 2026 melaporkan peningkatan titik panas di sejumlah wilayah, khususnya Sumatera dan Kalimantan. Hingga 27 Agustus 2026, pemantauan SiPongi yang bersumber dari sejumlah satelit mendeteksi 717 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dan 12.696 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah.

Pemerintah juga telah memperkuat operasi pengendalian karhutla melalui pemadaman darat, patroli, pengecekan lapangan, water bombing, serta operasi modifikasi cuaca di wilayah prioritas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api.

Dampak ekologis dan kualitas lingkungan setelah kebakaran juga perlu menjadi bagian dari penanganan.

Air Bersih Perlu Menjadi Perhatian

Salah satu dampak pascakebakaran yang perlu diperhatikan adalah potensi terganggunya sumber air.

Hujan yang membawa sedimen dan material hasil pembakaran dapat meningkatkan kekeruhan sungai. Dalam kondisi tertentu, material tersebut juga dapat membawa berbagai unsur kimia.

Sebuah kajian yang diterbitkan pada 2026 dan meninjau 23 penelitian dari 28 daerah aliran sungai menemukan bahwa kebakaran dapat menyebabkan peningkatan berbagai kelompok kontaminan di sumber air permukaan. Sejumlah perubahan bahkan dapat bertahan selama lebih dari lima tahun pada beberapa lokasi.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan sumber air harus menjadi bagian dari pemulihan pascakebakaran.

Kesimpulan

Bahaya karhutla ternyata tidak selalu berakhir ketika api padam. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah perubahan kualitas air dan potensi meningkatnya kandungan arsenik di sungai.

Kajian Jordan Willeford dan tim menunjukkan bahwa sebagian besar studi yang mereka telaah menemukan peningkatan arsenik di sungai setelah kebakaran. Dalam beberapa penelitian, lonjakan kadar arsenik bahkan mencapai ribuan persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

Mekanismenya dapat terjadi ketika hilangnya vegetasi membuat tanah lebih mudah tererosi. Saat hujan turun, air permukaan kemudian membawa abu, sedimen, dan material tanah menuju sungai.

Asap juga dapat menjadi jalur perpindahan partikel yang mengandung arsenik.

Namun, bukan berarti semua sungai di kawasan karhutla otomatis tercemar arsenik. Besarnya risiko bergantung pada karakteristik lingkungan, tingkat keparahan kebakaran, kondisi tanah, curah hujan, serta sumber arsenik di wilayah tersebut.

Karena itu, setelah karhutla, perhatian tidak boleh hanya tertuju pada asap dan kerusakan hutan. Kualitas air, tanah, sedimen, dan ekosistem perairan juga perlu dipantau, terutama setelah hujan deras.

Tags: air bersiharsenikarsenik di sungaidampak karhutlaekosistem sungaiIndonesia 2026karhutlakebakaran hutankebakaran hutan dan lahanKementerian Kehutanankesehatan lingkungankualitas airlingkunganpencemaran airpencemaran arsenikpenelitian karhutlapolusi airsungai
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dan Perkuat Kesejahteraan Guru

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dan Perkuat Kesejahteraan Guru

28 October 2026

SEAQIL Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Multibahasa Asia Tenggara, Perkuat Literasi dan Pembelajaran Bahasa Inggris

28 October 2026

AISOFOLL ke-17 Bahas Pemanfaatan Teknologi untuk Perkuat Literasi dan Karakter Siswa

28 October 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In