Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah 2026 resmi berakhir. Penutupan ajang yang mempertemukan talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara resmi menutup penyelenggaraan OSN 2026. Sebanyak 566 talenta sains mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup sembilan bidang kompetisi.
270 Peserta Raih Medali OSN
Dari para finalis yang mengikuti kompetisi, sebanyak 45 peserta berhasil meraih medali emas, 90 peserta mendapatkan medali perak, dan 135 peserta memperoleh medali perunggu.
Sementara itu, dalam Eksibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA), terdapat dua peserta yang meraih emas, empat peserta meraih perak, dan enam peserta mendapatkan perunggu. EKKA merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengembangan talenta yang diselenggarakan bersama Puspresnas, Universitas Cakrawala, dan Casio.
Sembilan Bidang Sains yang Dilombakan
OSN Pendidikan Menengah 2026 mempertandingkan sembilan bidang sains, yaitu:
- Astronomi
- Biologi
- Ekonomi
- Fisika
- Geografi
- Informatika/komputer
- Kebumian
- Kimia
- Matematika
Sebelum mencapai tingkat nasional, peserta harus melewati rangkaian seleksi secara berjenjang. Pada tingkat nasional, finalis berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Jepang.
DKI Jakarta Catat 82 Medali
Dalam perolehan medali OSN 2026, DKI Jakarta mencatat total 82 medali, terdiri dari 21 emas, 26 perak, dan 35 perunggu.
Capaian tersebut tercatat dalam daftar perolehan medali OSN 2026 yang disampaikan Kemendikdasmen dalam rangkaian penutupan kompetisi.
Peserta Terbaik Berpeluang ke Ajang Internasional
OSN tidak hanya menjadi kompetisi untuk mendapatkan medali. Kemendikdasmen menyatakan bahwa peserta dengan capaian terbaik memiliki kesempatan mengikuti pembinaan dan seleksi lanjutan untuk kompetisi sains internasional.
Beberapa ajang internasional yang menjadi bagian dari jalur pengembangan tersebut antara lain International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Olympiad in Informatics (IOI).
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono juga menyampaikan bahwa peserta berprestasi dapat memperoleh sejumlah bentuk pengembangan, mulai dari pembinaan hingga peluang mengikuti seleksi kompetisi internasional dan Beasiswa Talenta.
Medali Disertai Dana Pembinaan
Selain penghargaan berupa medali, Kemendikdasmen memberikan dana pembinaan kepada para peraih medali OSN 2026.
Peraih medali emas memperoleh Rp25 juta, medali perak Rp20 juta, sedangkan medali perunggu mendapatkan Rp15 juta. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar prestasi yang diperoleh peserta dapat dilanjutkan melalui proses pembinaan secara berkelanjutan.
Pendaftar OSN Meningkat
OSN 2026 juga mencatat peningkatan jumlah peserta yang mendaftar. Puspresnas mencatat 297.955 peserta dari jenjang SMA/MA/SMK/MAK dan sederajat mengikuti proses OSN tahun ini.
Jumlah tersebut meningkat 12,33 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 265.251 peserta. Para peserta berasal dari 38 provinsi serta SILN di berbagai negara.
Peningkatan partisipasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan manajemen talenta murid. Pemerintah menempatkan OSN sebagai salah satu sarana untuk menemukan, mengembangkan, dan memberikan ruang bagi siswa untuk mengaktualisasikan kemampuan di bidang sains.
Dengan berakhirnya OSN 2026, peserta yang memiliki capaian terbaik masih memiliki peluang untuk melanjutkan proses pembinaan dan mengikuti tahapan seleksi menuju berbagai kompetisi sains internasional.



