JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima Anugerah Transformasi Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan dalam ajang Nusantara Awards 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, yang mewakili Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Penyerahan penghargaan berlangsung di Jakarta pada Rabu (28/10/2026).
Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari program Suara Nusantara Spesial bertajuk Mengawal Dua Tahun Asta Cita yang diselenggarakan oleh Nusantara TV.
Kemendikdasmen Dinilai Dorong Transformasi Pendidikan
Penghargaan Nusantara Awards 2026 diberikan kepada Kemendikdasmen atas berbagai upaya dalam mendorong transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Transformasi tersebut mencakup sejumlah program, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, hingga perluasan akses pendidikan bagi anak-anak di berbagai wilayah Indonesia.
Program-program tersebut diarahkan untuk menciptakan layanan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Pemerintah menilai bahwa pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas sekolah atau menyediakan teknologi pembelajaran. Setiap anak juga harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembelajaran berkualitas, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses.
Fajar Riza Ul Haq Terima Penghargaan Mewakili Abdul Mu’ti
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menerima penghargaan tersebut mewakili Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatan itu, Fajar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Kemendikdasmen.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus bekerja sama menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Menurut Fajar, pemerataan pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Empat Fokus Transformasi Pendidikan Kemendikdasmen
Dalam mendorong transformasi pendidikan, Kemendikdasmen menjalankan sejumlah program yang menyasar kebutuhan sekolah, guru, dan peserta didik.
Berikut empat fokus utama yang menjadi bagian dari upaya tersebut:
1. Revitalisasi satuan pendidikan
Program revitalisasi dilakukan untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Perbaikan fasilitas pendidikan juga diharapkan membantu mengurangi kesenjangan kualitas infrastruktur antara sekolah di perkotaan dan wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
2. Digitalisasi pembelajaran
Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses terhadap sumber belajar.
Digitalisasi pembelajaran diharapkan dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih beragam sekaligus memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.
3. Peningkatan kompetensi guru
Kualitas pendidikan sangat berkaitan dengan kemampuan tenaga pendidik dalam melaksanakan pembelajaran.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan. Guru diharapkan memiliki kemampuan untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan sesuai kebutuhan peserta didik.
4. Perluasan akses pendidikan
Kemendikdasmen juga mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak Indonesia.
Upaya ini mencakup anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil maupun daerah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan.
Pemerataan Pendidikan Tidak Hanya soal Fasilitas dan Teknologi
Fajar menekankan bahwa transformasi pendidikan harus memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk belajar dan meraih masa depan.
Pembangunan fasilitas sekolah dan pemanfaatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran serta kompetensi guru.
Dengan demikian, keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya dilihat dari banyaknya sekolah yang diperbaiki atau perangkat teknologi yang disediakan, tetapi juga dari kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik.
Pendidikan yang inklusif berarti memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak dari berbagai latar belakang dan kondisi wilayah.
Sejalan dengan Asta Cita Keempat Presiden Prabowo
Upaya transformasi pendidikan yang dilakukan Kemendikdasmen juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.
Asta Cita tersebut menekankan pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemendikdasmen menerjemahkan arah kebijakan tersebut melalui berbagai program yang menyasar kebutuhan satuan pendidikan, guru, dan murid di berbagai daerah.
Peningkatan kualitas pendidikan diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Penghargaan Jadi Momentum Melanjutkan Transformasi Pendidikan
Penerimaan Nusantara Awards 2026 menjadi momentum bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan berbagai upaya transformasi pendidikan.
Pemerintah menilai kerja sama antara kementerian, pemerintah daerah, sekolah, guru, keluarga, dan masyarakat diperlukan agar layanan pendidikan bermutu dapat menjangkau lebih banyak anak.
Melalui revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, dan perluasan akses pendidikan, Kemendikdasmen berharap pemerataan kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, kesempatan memperoleh pendidikan yang layak diharapkan tidak hanya dinikmati anak-anak di kota besar, tetapi juga mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses.









