Pasangan suami istri asal Halmahera Selatan, Maluku Utara, Idris Yakub dan Wahyuni Adam, berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dan mengikuti wisuda bersama di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Kisah keduanya menarik perhatian karena perjalanan kuliah mereka diwarnai berbagai keterbatasan. Demi mengikuti perkuliahan daring, Idris dan Wahyuni bahkan harus mendaki bukit selama sekitar 30 menit untuk mendapatkan sinyal internet.
1. Idris dan Wahyuni Sama-Sama Kuliah S1 PGSD
Idris Yakub dan Wahyuni Adam merupakan pasangan guru yang mengajar di SD Negeri 179 Halmahera Selatan. Wahyuni telah mengabdikan diri sebagai pendidik sejak 2004, sedangkan Idris mulai mengajar pada 2005.
Keduanya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program Beasiswa Kualifikasi Guru Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dengan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui program tersebut, mereka menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Umsura.
Program beasiswa ini memberikan kesempatan kepada para guru yang telah lama mengabdi, tetapi belum memiliki kualifikasi pendidikan sarjana, untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Universitas Muhammadiyah Surabaya+1
2. Rela Mendaki Bukit 30 Menit demi Mendapatkan Sinyal Internet
Perjalanan kuliah Idris dan Wahyuni tidak berlangsung mudah. Keterbatasan infrastruktur di wilayah tempat tinggal mereka menjadi tantangan, terutama karena perkuliahan dilakukan secara daring.
Untuk mendapatkan jaringan internet, keduanya harus berjalan mendaki bukit selama kurang lebih 30 menit. Kondisi tersebut semakin sulit karena wilayah mereka juga menghadapi keterbatasan pasokan listrik.
Meski harus menghadapi berbagai kendala, semangat keduanya tidak surut. Dengan dukungan dan pendampingan dosen Umsura, Idris dan Wahyuni berhasil menyelesaikan perkuliahan hingga tahap penyusunan skripsi. Universitas Muhammadiyah Surabaya+1
3. Berlayar Selama Tujuh Hari untuk Menghadiri Wisuda
Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan, perjuangan Idris dan Wahyuni berlanjut untuk menghadiri prosesi wisuda di Surabaya.
Bersama ratusan wisudawan asal Halmahera Selatan, mereka menempuh perjalanan laut menggunakan kapal selama kurang lebih tujuh hari. Pilihan menggunakan kapal dilakukan agar biaya perjalanan lebih hemat.
Setibanya di Surabaya, rasa lelah selama perjalanan panjang terbayar ketika mereka dapat melihat langsung kampus tempat selama ini menjalani perkuliahan.
Momen wisuda bersama tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi keduanya setelah melewati proses pendidikan yang penuh tantangan. Universitas Muhammadiyah Surabaya+1
4. Berharap Bisa Melanjutkan Pendidikan hingga S2
Meski telah berhasil meraih gelar sarjana, Idris dan Wahyuni tidak ingin berhenti belajar. Keduanya berharap memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2 di Umsura melalui peluang beasiswa.
Semangat pendidikan juga mereka tanamkan kepada anak-anak. Saat ini, anak-anak mereka turut menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Ternate.
Kisah Idris dan Wahyuni menjadi gambaran bahwa keterbatasan geografis, listrik, dan jaringan internet bukan alasan untuk berhenti mengembangkan diri. Perjuangan keduanya sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan beasiswa dan pemerataan akses pendidikan bagi guru di daerah. Universitas Muhammadiyah Surabaya+1








