Ratusan siswa dan belasan guru di SMPN 1 Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan makanan pada Jumat (23/10/2026). Gejala yang dialami antara lain mual, sakit perut, hingga diare.
Dugaan sementara mengarah pada makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa olahan ayam bakar yang dibagikan sehari sebelumnya. Makanan tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun Ngrandu, Desa Gunungsari.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan pengujian laboratorium terhadap sampel makanan.
Sampel Makanan Diuji untuk Mengetahui Penyebab
Menindaklanjuti laporan tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Satgas MBG Wonogiri melakukan investigasi.
Petugas mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan ini dilakukan guna mengetahui apakah makanan yang dikonsumsi berkaitan dengan munculnya gejala pada siswa dan guru.
Wakil Bupati Wonogiri sekaligus Wakil Ketua Satgas MBG, Imron Rizkyarno, menegaskan bahwa pemeriksaan sampel masih berlangsung. Hasil pengujian diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Menu Ayam Bakar Jadi Fokus Penelusuran
Menu ayam bakar yang didistribusikan sehari sebelum munculnya laporan gejala menjadi salah satu fokus penelusuran petugas.
Dalam investigasi, sejumlah aspek perlu diperiksa, mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan peralatan, penyimpanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Namun, keterkaitan menu tersebut dengan gejala yang dialami para siswa dan guru belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan keluar.
Pemerintah Daerah Lakukan Investigasi
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengumpulkan informasi untuk mengetahui rangkaian kejadian dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
Pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Insiden ini juga menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari pemilihan bahan baku hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa.
Keamanan Pangan dalam Program MBG Jadi Perhatian
Program Makan Bergizi Gratis bertujuan mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Karena itu, kualitas dan keamanan makanan perlu menjadi prioritas dalam setiap tahap pelaksanaannya.
Pengawasan kebersihan dapur, kematangan makanan, suhu penyimpanan, serta waktu distribusi merupakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat makanan.
Penyebab kejadian di SMPN 1 Jatisrono masih menunggu hasil pemeriksaan. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi diumumkan.




