JAKARTA – Penerima penghargaan dalam Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 diharapkan terus meningkatkan kontribusi dalam menjaga dan memartabatkan bahasa Indonesia. Penghargaan yang diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi individu dan lembaga yang aktif dalam pengembangan bahasa dan sastra.
Penghargaan tersebut diberikan kepada berbagai pihak yang dinilai konsisten menggunakan bahasa Indonesia dengan baik serta berkontribusi dalam kegiatan pelestarian bahasa, termasuk di kalangan generasi muda.
Salah satu penerima penghargaan, Dodi Esvanti, Koordinator Liputan Tribunnews.com, mengungkapkan bahwa penghargaan Penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik di Media Massa Daring menjadi penyemangat bagi timnya untuk terus menjaga kualitas penggunaan bahasa Indonesia dalam pemberitaan.
Menurut Dodi, penilaian penghargaan tersebut tidak didasarkan pada satu karya jurnalistik tertentu, melainkan pada konsistensi penggunaan bahasa Indonesia dalam pemberitaan sehari-hari.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat mendorong media massa untuk semakin memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Penghargaan Jadi Motivasi untuk Terus Menggunakan Bahasa Indonesia
Dodi menilai penggunaan bahasa Indonesia yang baik perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika masyarakat menyampaikan informasi melalui media massa maupun platform digital.
Penghargaan yang diterima menjadi pengingat bahwa media memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas bahasa dalam setiap pemberitaan.
Selain menyampaikan informasi secara akurat, media juga memiliki peran dalam memperkenalkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik kepada masyarakat luas.
Karena itu, konsistensi penggunaan bahasa Indonesia perlu terus dijaga agar bahasa nasional tetap menjadi sarana komunikasi yang kuat di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi global.
Generasi Muda Punya Peran Penting Melestarikan Bahasa Indonesia
Duta Bahasa Nasional 2025, Fika Miranda Putri, memandang Bulan Bahasa dan Sastra sebagai ruang pertemuan bagi para pegiat bahasa dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga penulis.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk merayakan sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan sastra Indonesia.
Fika juga mengajak generasi muda untuk terus mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa nasional.
Apalagi, Indonesia akan memperingati 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat generasi muda dalam menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas dan pemersatu bangsa.
Keterlibatan anak muda dinilai penting agar bahasa Indonesia tetap digunakan, dihargai, dan berkembang mengikuti perubahan zaman.
Abdul Mu’ti Apresiasi Kontribusi Penerima Penghargaan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan Bulan Bahasa dan Sastra 2026.
Ia mengapresiasi dedikasi dan kontribusi individu maupun lembaga yang telah berperan dalam memajukan serta meningkatkan martabat bahasa Indonesia.
Menurut Abdul Mu’ti, penghargaan yang diterima bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Penghargaan tersebut mencerminkan dedikasi, komitmen, dan kontribusi nyata dalam pengembangan bahasa Indonesia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa beserta seluruh panitia yang secara konsisten menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra.
Kegiatan tersebut dinilai turut memperkuat gerakan Trigatra Bangun Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Indonesia Memiliki 729 Bahasa Daerah yang Perlu Dilestarikan
Selain menguatkan penggunaan bahasa Indonesia, Abdul Mu’ti mengingatkan pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang diterima Kemendikdasmen, Indonesia memiliki 729 bahasa daerah.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kekayaan bahasa yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara berkelanjutan agar bahasa daerah tidak semakin ditinggalkan oleh generasi muda.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat pembelajaran bahasa daerah di sekolah, termasuk melalui pengembangan literasi dan tradisi tulis.
Dengan demikian, bahasa daerah tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa penghargaan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada individu serta lembaga yang memberikan kontribusi dalam bidang bahasa dan sastra.
Ia berharap puncak kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra dapat menjadi ruang untuk menyatukan berbagai kegiatan kebahasaan sekaligus memberikan pengakuan kepada para pelaku terbaik di bidang tersebut.
Pelestarian Bahasa Membutuhkan Peran Banyak Pihak
Penghargaan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 menjadi pengingat bahwa upaya menjaga bahasa Indonesia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja.
Media massa, generasi muda, lembaga pendidikan, komunitas, serta para pegiat bahasa memiliki peran penting dalam memperkuat kedudukan bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah.
Konsistensi media dalam menggunakan bahasa Indonesia, keterlibatan anak muda, serta kontribusi para pelestari bahasa menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan persatuan bangsa.
Melalui apresiasi tersebut, Kemendikdasmen berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, menghargai keberagaman bahasa daerah, dan terus mengembangkan kemampuan berbahasa asing sesuai kebutuhan.










