JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat program revitalisasi satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Hingga 28 Oktober 2026, sebanyak 55.314 sekolah telah direvitalisasi, mulai dari wilayah Aceh hingga Papua.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, terutama sekolah yang mengalami kerusakan, berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta satuan pendidikan yang terdampak bencana.
Berdasarkan data Kemendikdasmen yang disampaikan pada Kamis (29/10/2026), jumlah sekolah yang telah direvitalisasi melampaui target awal program tahun 2026 sebanyak 42.184 satuan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menilai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.
Pemerintah juga berencana melanjutkan program revitalisasi hingga 2029 dengan harapan tidak ada lagi sekolah yang mengalami kerusakan dan menghambat kegiatan belajar mengajar.
Jawa Tengah dan Jawa Barat Catat Revitalisasi Terbanyak
Berdasarkan data per provinsi, Jawa Tengah menjadi wilayah dengan jumlah sekolah yang telah direvitalisasi terbanyak, yakni 4.694 sekolah.
Jawa Barat menempati posisi berikutnya dengan 4.303 sekolah, disusul Jawa Timur sebanyak 4.217 sekolah.
Berikut rincian revitalisasi sekolah di wilayah Pulau Jawa:
- Jawa Tengah: 4.694 sekolah.
- Jawa Barat: 4.303 sekolah.
- Jawa Timur: 4.217 sekolah.
- Banten: 1.108 sekolah.
- DI Yogyakarta: 528 sekolah.
- DKI Jakarta: 140 sekolah.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa program perbaikan fasilitas pendidikan juga menjangkau berbagai wilayah dengan jumlah satuan pendidikan yang besar.
Rincian Revitalisasi Sekolah di Sumatera
Di Pulau Sumatera, Aceh menjadi provinsi dengan jumlah sekolah yang direvitalisasi terbanyak, yakni 3.010 sekolah.
Sumatera Utara mencatat 2.381 sekolah, sedangkan Sumatera Barat mencapai 1.271 sekolah.
Berikut data lengkap revitalisasi sekolah di Sumatera:
- Aceh: 3.010 sekolah.
- Sumatera Utara: 2.381 sekolah.
- Sumatera Barat: 1.271 sekolah.
- Riau: 909 sekolah.
- Jambi: 570 sekolah.
- Sumatera Selatan: 933 sekolah.
- Bengkulu: 419 sekolah.
- Lampung: 1.722 sekolah.
- Kepulauan Bangka Belitung: 236 sekolah.
- Kepulauan Riau: 301 satuan pendidikan.
Revitalisasi Sekolah di Bali dan Nusa Tenggara
Program revitalisasi juga menjangkau wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 1.758 sekolah, sedangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 993 sekolah.
Berikut rinciannya:
- Bali: 401 sekolah.
- Nusa Tenggara Barat: 993 sekolah.
- Nusa Tenggara Timur: 1.758 sekolah.
NTT menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pemerataan fasilitas pendidikan, mengingat kondisi geografis dan persebaran sekolah yang tersebar di berbagai pulau.
Rincian Revitalisasi Sekolah di Kalimantan
Di wilayah Kalimantan, Kalimantan Barat mencatat jumlah revitalisasi terbanyak dengan 944 sekolah.
Berikut rincian jumlah sekolah yang telah direvitalisasi:
- Kalimantan Barat: 944 sekolah.
- Kalimantan Tengah: 561 sekolah.
- Kalimantan Selatan: 572 sekolah.
- Kalimantan Timur: 399 sekolah.
- Kalimantan Utara: 181 sekolah.
Selain revitalisasi sekolah, Kalimantan Timur juga menjadi lokasi operasional Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Revitalisasi Sekolah di Sulawesi
Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan jumlah sekolah yang direvitalisasi terbanyak di kawasan Sulawesi, yaitu 1.825 sekolah.
Berikut data lengkapnya:
- Sulawesi Selatan: 1.825 sekolah.
- Sulawesi Tenggara: 961 sekolah.
- Sulawesi Tengah: 838 sekolah.
- Sulawesi Utara: 648 sekolah.
- Sulawesi Barat: 349 sekolah.
- Gorontalo: 300 sekolah.
Pemerataan revitalisasi di kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas belajar bagi murid, termasuk di daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Rincian Revitalisasi Sekolah di Maluku dan Papua
Pemerintah juga memperluas perbaikan fasilitas pendidikan hingga kawasan Maluku dan Papua.
Berikut rincian sekolah yang telah direvitalisasi:
- Maluku: 542 sekolah.
- Maluku Utara: 459 sekolah.
- Papua: 240 sekolah.
- Papua Barat: 166 sekolah.
- Papua Selatan: 109 sekolah.
- Papua Tengah: 83 sekolah.
- Papua Pegunungan: 82 sekolah.
- Papua Barat Daya: 140 sekolah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan pendidikan agar murid di wilayah timur Indonesia memperoleh fasilitas belajar yang lebih layak.
Sebaran 17 Sekolah Nasional Terintegrasi yang Sudah Beroperasi
Selain revitalisasi sekolah, Kemendikdasmen juga mengembangkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 17 SNT telah beroperasi di sejumlah provinsi. Sekolah tersebut tersebar di 13 provinsi dengan rincian sebagai berikut:
- Aceh: 1 sekolah.
- Jambi: 2 sekolah.
- Jawa Barat: 2 sekolah.
- Jawa Tengah: 2 sekolah.
- Nusa Tenggara Timur: 1 sekolah.
- Kalimantan Timur: 1 sekolah.
- Kalimantan Utara: 1 sekolah.
- Sulawesi Utara: 2 sekolah.
- Sulawesi Tengah: 1 sekolah.
- Sulawesi Selatan: 1 sekolah.
- Sulawesi Tenggara: 1 sekolah.
- Gorontalo: 1 sekolah.
- Maluku Utara: 1 sekolah.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi bagian dari pengembangan layanan pendidikan yang lebih terpadu. Pemerintah juga merencanakan perluasan pembangunan sekolah tersebut di sejumlah daerah.
Revitalisasi Sekolah Ditargetkan Berlanjut hingga 2029
Kemendikdasmen menargetkan program revitalisasi satuan pendidikan terus berjalan hingga 2029. Prioritas diberikan kepada sekolah yang mengalami kerusakan, terdampak bencana, serta berada di wilayah 3T.
Melalui program ini, pemerintah tidak hanya berupaya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid serta tenaga pendidik.
Dengan pemerataan pembangunan dari Aceh hingga Papua, diharapkan semakin banyak sekolah memiliki fasilitas yang layak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah berharap program revitalisasi dapat membantu mengurangi kesenjangan fasilitas pendidikan antardaerah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional.









