JAKARTA – Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 telah rampung digelar. Then Narrindra Sya’ban Nugra dari SMPN 227 Jakarta berhasil meraih Juara 1 setelah menyelesaikan 100 soal dalam waktu 67 menit pada babak final.
Final Kompetisi IPS Provinsi DKI Jakarta berlangsung di SMPN 115 Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Sebanyak 28 peserta mengikuti babak final setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat wilayah hingga kota administrasi.
Prestasi Then menjadi sorotan karena mampu menyelesaikan seluruh soal dalam waktu relatif singkat. Ia mengaku menyukai mata pelajaran IPS, khususnya materi sejarah dan geografi.
Strategi Then mengerjakan 100 soal dalam 67 menit
Then memiliki strategi tersendiri ketika menghadapi soal yang dilengkapi bacaan atau wacana panjang. Ia memilih membaca pertanyaan terlebih dahulu, kemudian memeriksa pilihan jawaban yang tersedia.
Jika belum menemukan jawaban yang sesuai, barulah ia membaca wacana secara lebih teliti untuk memahami informasi yang dibutuhkan.
Menurut Then, soal pada babak final tidak terlalu sulit baginya. Bahkan, ia menilai soal pada tingkat Kota Administrasi terasa lebih menantang dibandingkan soal final tingkat provinsi.
Strategi membaca pertanyaan terlebih dahulu membantunya menghemat waktu, terutama ketika menghadapi soal dengan teks panjang.
Materi Kompetisi IPS DKI Jakarta 2026
Babak final menggunakan sistem ujian berbasis komputer. Peserta harus mengerjakan 100 soal yang mencakup empat subpokok materi IPS Terpadu, yaitu:
- Ekonomi: 25 soal.
- Geografi: 25 soal.
- Sejarah: 25 soal.
- Sosiologi: 25 soal.
Bentuk soal terdiri atas pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks.
Ketua MGMP IPS SMP Provinsi DKI Jakarta, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa penyusunan soal dilakukan oleh tim dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pihak MGMP, pengurus, dan guru tidak dilibatkan dalam penyusunan soal untuk menjaga kerahasiaan materi ujian.
Kompetisi diikuti 307 SMP dari 10 wilayah
Kompetisi IPS atau KIPS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP Provinsi DKI Jakarta.
Pada 2026, kegiatan ini diikuti 307 SMP negeri dan swasta dari 10 wilayah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Setiap sekolah mendapatkan kesempatan mengirimkan maksimal tiga siswa dari kelas 7, 8, atau 9.
Seleksi dilakukan secara bertahap. Tahap wilayah berlangsung pada 2 Oktober 2026 dan menghasilkan enam pemenang dari setiap wilayah, yaitu Juara 1, 2, 3 serta Harapan 1, 2, dan 3.
Selanjutnya, sebanyak 60 peserta mengikuti seleksi tingkat Kota Administrasi pada 13 Oktober 2026. Tahap tersebut menentukan enam peserta terbaik dari masing-masing lima wilayah kota administrasi.
Dengan demikian, seharusnya terdapat 30 peserta yang melaju ke final. Namun, dua peserta mengundurkan diri karena mengikuti kompetisi lain pada jadwal yang sama. Babak final akhirnya diikuti 28 peserta.
Daftar juara Kompetisi IPS DKI Jakarta 2026
Berikut daftar enam peserta yang berhasil meraih penghargaan pada final Kompetisi IPS Provinsi DKI Jakarta 2026:
- Juara 1: Then Narrindra Sya’ban Nugra – SMPN 227 Jakarta.
- Juara 2: David Zaccheo Pasaribu – SMP Kolese Kanisius.
- Juara 3: Rania Balqis Fauziah Khansa – SMPN 75 Jakarta.
- Harapan 1: Nadia Karima – SMP Global Islamic School.
- Harapan 2: Aufar Farid Putra Irawan – SMPN 213 Jakarta.
- Harapan 3: Maheswara Kesowo Harimurti – SMPN 7 Jakarta.
Seluruh pemenang memperoleh sertifikat dan piala sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Hadiah untuk para pemenang
Selain sertifikat dan piala, para juara juga mendapatkan uang pembinaan. Rinciannya adalah:
- Juara 1 memperoleh Rp 2 juta.
- Juara 2 memperoleh Rp 1,5 juta.
- Juara 3 memperoleh Rp 1 juta.
- Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3 masing-masing memperoleh Rp 500.000.
Para juara juga berkesempatan mengikuti bimbingan belajar gratis di lembaga bimbingan belajar yang tersedia di wilayah masing-masing.
Prestasi peserta dalam kompetisi ini akan dicatatkan pada Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, memperluas wawasan, dan meningkatkan semangat belajar.








