JAKARTA – Seekor ikan purba yang telah punah sekitar 450 juta tahun lalu kembali menarik perhatian masyarakat karena bentuk tubuhnya yang tidak biasa. Ikan bernama Sacabambaspis tersebut memiliki kepala pipih, perut membulat, serta mata kecil yang berada di bagian depan wajahnya.
Bentuknya yang unik membuat rekonstruksi ikan purba ini viral di media sosial, khususnya di Jepang. Foto model Sacabambaspis yang dipajang di Museum Sejarah Alam Finlandia di Helsinki sempat ramai dibicarakan setelah diunggah ke media sosial pada 2023.
Padahal, ikan tersebut hidup jauh sebelum dinosaurus muncul di Bumi. Sacabambaspis diperkirakan berenang di perairan dangkal sekitar superbenua Gondwana pada periode Ordovisium, sekitar 450 juta tahun lalu.
Mengenal Sacabambaspis, Ikan Purba dari Zaman Ordovisium
Sacabambaspis merupakan ikan purba yang termasuk kelompok vertebrata tanpa rahang atau agnatha. Hewan ini hidup di lingkungan laut dangkal ketika kehidupan laut sedang berkembang pesat.
Nama Sacabambaspis diambil dari Sacabamba, sebuah desa di Bolivia, tempat fosil pertamanya ditemukan. Fosil-fosil lain kemudian ditemukan di sejumlah wilayah berbeda, termasuk Oman, Australia, dan Argentina.
Panjang tubuh ikan ini diperkirakan mencapai sekitar 30 sentimeter. Ukurannya memang tidak terlalu besar, tetapi bentuk tubuhnya sangat berbeda dari ikan yang dikenal masyarakat saat ini.
Sacabambaspis memiliki bagian atas tubuh yang pipih, sedangkan bagian perutnya terlihat membulat. Kepalanya juga dilindungi oleh lempeng-lempeng tulang sehingga tampak kaku.
Tidak Memiliki Rahang Seperti Ikan Modern
Salah satu karakteristik utama Sacabambaspis adalah tidak adanya rahang. Ikan ini termasuk kelompok vertebrata awal yang memiliki mulut berbentuk melingkar.
Di bagian mulutnya terdapat sekitar 60 baris lempeng tulang kecil. Struktur tersebut diperkirakan dapat bergerak untuk membantu rongga mulut mengembang dan mengempis.
Mekanisme tersebut memungkinkan Sacabambaspis mengisap makanan dari air, seperti plankton, alga, dan material organik lainnya.
Cara makan ini berbeda dengan ikan modern yang umumnya memiliki rahang untuk menangkap, menggigit, atau mengunyah makanan.
Bentuk Tubuhnya Tidak Seperti Ikan pada Umumnya
Keunikan Sacabambaspis tidak hanya terlihat dari bagian kepala dan mulutnya. Ikan purba ini juga tidak memiliki sirip tubuh seperti kebanyakan ikan modern.
Tubuhnya dilengkapi ekor berotot dengan sirip kecil di bagian ujung. Karena struktur tersebut, para peneliti memperkirakan Sacabambaspis berenang dengan menggerakkan tubuh dan ekornya.
Cara berenangnya kemungkinan lebih menyerupai gerakan berkelok-kelok seperti kecebong dibandingkan ikan modern yang menggunakan banyak sirip untuk mengatur arah dan keseimbangan.
Bagian mata juga menjadi ciri yang paling menarik perhatian. Matanya berukuran kecil dan terletak di bagian depan wajah, dikelilingi oleh cincin tulang.
Model Sacabambaspis Dibuat oleh Ahli Paleontologi Estonia
Bentuk Sacabambaspis yang viral di internet berasal dari model rekonstruksi yang dibuat oleh ahli paleontologi asal Estonia, Elga Mark-Kurik.
Model tersebut mulai dipamerkan di Museum Sejarah Alam Finlandia di Helsinki pada 1995.
Dalam proses pembuatannya, Mark-Kurik menggunakan bahan busa yang kemudian dicetak menggunakan silikon dan diberi lapisan menyerupai warna perak.
Bagian mata model tersebut dibuat menggunakan mata boneka berwarna hitam dan putih yang dapat bergerak. Pilihan ini membuat ekspresi wajah Sacabambaspis terlihat lucu sekaligus membingungkan.
Tidak mengherankan jika sejumlah pengunjung menganggap bentuknya mirip karakter Cookie Monster dalam serial anak-anak Sesame Street.
Viral di Jepang dan Menjadi Meme Internet
Setelah cukup lama tidak banyak dibicarakan, foto model Sacabambaspis kembali mencuri perhatian internet pada 2023.
Sebuah unggahan dari pengguna media sosial di Jepang membuat bentuk ikan purba tersebut menyebar luas. Banyak pengguna kemudian membuat meme, ilustrasi, hingga berbagai karya seni yang terinspirasi dari wajah uniknya.
Ekspresi Sacabambaspis yang terlihat seperti kebingungan menjadi salah satu alasan mengapa gambar tersebut mudah menarik perhatian pengguna internet.
Popularitasnya bahkan berkembang menjadi produk suvenir. Pengunjung museum dapat menemukan berbagai barang bertema Sacabambaspis, seperti kaus, boneka, dan gantungan kunci.
Mengapa Fosil Sacabambaspis Penting bagi Ilmu Pengetahuan?
Di balik bentuknya yang dianggap aneh, Sacabambaspis memiliki nilai penting dalam penelitian evolusi hewan bertulang belakang.
Sebagai salah satu vertebrata awal, fosilnya membantu para ilmuwan mempelajari bagaimana struktur tubuh hewan bertulang belakang berkembang pada masa purba.
Keberadaan ikan tanpa rahang seperti Sacabambaspis juga memberikan gambaran mengenai keanekaragaman kehidupan laut pada periode Ordovisium.
Melalui fosil yang ditemukan di berbagai wilayah, peneliti dapat mempelajari karakteristik tubuh, lingkungan hidup, serta perkembangan kelompok vertebrata pada masa tersebut.
Meskipun sudah punah ratusan juta tahun lalu, Sacabambaspis kini kembali dikenal luas berkat model rekonstruksi yang menarik perhatian pengguna internet. Ikan purba ini menjadi contoh bahwa penemuan dan penelitian ilmiah juga dapat menjadi bagian dari fenomena budaya populer.









