TANGERANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan pesan penyemangat kepada peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 saat meninjau pelaksanaan asesmen gelombang kedua di SMA Negeri 3 Tangerang, Banten, Selasa, 3 November 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti membagikan tiga prinsip utama yang dapat diterapkan murid ketika mengerjakan soal TKA. Prinsip tersebut dikenal dengan istilah 3M, yaitu menguasai materi, memiliki mental yang kuat dan percaya diri, serta menerapkan manajemen waktu yang baik.
Menurut Abdul Mu’ti, ketiga hal tersebut penting agar peserta dapat mengerjakan soal secara optimal dan tetap tenang selama mengikuti asesmen.
Selain memberikan motivasi kepada murid, kunjungan tersebut juga dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan TKA, mulai dari perangkat komputer, jaringan internet, hingga ruang ujian.
3 Prinsip 3M dari Mendikdasmen untuk Menghadapi TKA
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa peserta TKA perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi penguasaan materi, tetapi juga kondisi mental dan strategi ketika mengerjakan soal.
Berikut penjelasan tiga prinsip 3M yang disampaikan Mendikdasmen.
1. Menguasai Materi yang Diujikan
Peserta perlu memahami materi pelajaran yang akan diujikan. Persiapan dapat dilakukan dengan mempelajari kembali materi di sekolah, membaca bahan pembelajaran, dan rutin mengerjakan latihan soal.
Penguasaan materi membantu murid memahami pertanyaan serta menentukan jawaban berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari.
2. Memiliki Mental Kuat dan Percaya Diri
Selain kemampuan akademik, kesiapan mental juga menjadi faktor penting saat mengikuti asesmen.
Murid diharapkan tidak mudah panik ketika menemukan soal yang dianggap sulit. Mereka perlu tetap percaya diri, fokus, dan berusaha menyelesaikan setiap pertanyaan dengan tenang.
3. Menerapkan Manajemen Waktu
Peserta juga perlu mengatur waktu pengerjaan agar seluruh soal dapat dikerjakan secara efektif.
Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah memperhatikan waktu yang tersedia, mengerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu, serta tidak terlalu lama terpaku pada satu pertanyaan.
Dengan manajemen waktu yang baik, peserta memiliki kesempatan untuk memeriksa kembali jawaban sebelum waktu ujian berakhir.
Pelaksanaan TKA Gelombang II Secara Umum Berjalan Lancar
Dalam peninjauannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA Gelombang II secara umum berjalan lancar.
Meski demikian, terdapat sejumlah kendala di beberapa daerah, terutama terkait gangguan jaringan internet dan pemadaman listrik.
Menurut Abdul Mu’ti, kendala yang disebabkan keadaan di luar kendali penyelenggara atau force majeure telah diantisipasi melalui pelaksanaan ujian susulan.
Ia menegaskan bahwa kendala tersebut tidak mengganggu objektivitas asesmen secara keseluruhan.
Kemendikdasmen juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan setiap persoalan yang muncul selama pelaksanaan TKA dapat ditangani sesuai ketentuan.
SMAN 3 Tangerang Siapkan Komputer hingga Jaringan Internet
Kepala SMAN 3 Tangerang, Ruruh Wuryani, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk menyelenggarakan TKA Gelombang II.
Persiapan tersebut meliputi pemeriksaan perangkat komputer di laboratorium, kestabilan jaringan internet, serta kesiapan ruang ujian.
Sekolah juga membentuk tim teknis dan panitia internal yang melakukan pemeriksaan secara berkala.
Sebelum asesmen berlangsung, pihak sekolah mengadakan simulasi dan gladi bersih untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan teknis.
Selain kesiapan infrastruktur, sekolah juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis murid.
Ruruh menyampaikan bahwa sekolah mengadakan pendalaman materi, latihan soal penalaran akademik, dan bimbingan belajar tambahan.
Murid juga mendapatkan penguatan mental serta motivasi agar dapat mengikuti TKA dengan percaya diri dan terhindar dari kecemasan berlebihan.
Siswa Persiapkan TKA melalui Latihan Soal dan Media Digital
Salah satu peserta TKA, Kristian, murid kelas XII yang mengikuti ujian di SMAN 2 Tangerang, menceritakan persiapan yang dilakukannya sebelum asesmen.
Kristian mengaku rutin belajar setelah pulang sekolah dan mengerjakan latihan soal untuk mempersiapkan diri. Ia juga memanfaatkan media sosial dan situs pendidikan sebagai sumber belajar tambahan.
Kristian merupakan penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) asal Nabire, Papua Tengah.
Ia mengakui sempat merasa gugup menjelang ujian, tetapi tetap berusaha optimistis. Setelah lulus SMA, Kristian berencana melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) atau Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Pengalaman Kristian menunjukkan bahwa persiapan TKA dapat dilakukan melalui berbagai sumber belajar, baik dari sekolah maupun secara mandiri.
Mendikdasmen Pantau Pelaksanaan TKA di Berbagai Daerah
Setelah meninjau pelaksanaan TKA di SMAN 3 Tangerang, Abdul Mu’ti melanjutkan kunjungan ke Posko Pelaksanaan TKA Kemendikdasmen.
Di lokasi tersebut, ia memantau perkembangan asesmen di berbagai wilayah melalui konferensi video bersama sejumlah perwakilan dinas pendidikan daerah.
Pembahasan mencakup kondisi pelaksanaan ujian, kendala teknis, serta tindak lanjut terhadap berbagai temuan di lapangan.
Dalam dialog tersebut, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat menyampaikan bahwa pihaknya sedang memproses tindak lanjut atas dugaan pelanggaran tata tertib TKA jenjang SMA.
Proses tersebut mengacu pada surat Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Nomor 0487/B/F/HM.00.00/2026 tentang Permohonan Tindak Lanjut Dugaan Pelanggaran Tata Tertib TKA Jenjang SMA.
Tindak lanjut dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Kemendikdasmen Jaga Objektivitas dan Kredibilitas TKA
Kemendikdasmen terus melakukan pemantauan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai aturan.
Setiap kendala teknis maupun indikasi pelanggaran menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kredibilitas TKA sebagai asesmen yang objektif dan akuntabel serta mampu memberikan gambaran capaian akademik murid secara tepat.
Melalui persiapan materi, kesiapan mental, dan pengelolaan waktu, murid diharapkan dapat mengikuti TKA dengan lebih percaya diri dan memperoleh hasil sesuai kemampuan masing-masing.








