idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, 29 November 2025
  • Beranda
  • Berita
    CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

    CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

    Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Terima Guru dan Pengawas Mengikuti Apresiasi GTK 2025 di Jakarta

    Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Terima Guru dan Pengawas Mengikuti Apresiasi GTK 2025 di Jakarta

    Disdik Gunungkidul Gelar Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Pendidikan Tahun Anggaran 2025

    Disdik Gunungkidul Gelar Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Pendidikan Tahun Anggaran 2025

    BIMTEK PENYUSUNAN BAHAN AJAR MUATAN LOKAL SD 2025

    BIMTEK PENYUSUNAN BAHAN AJAR MUATAN LOKAL SD 2025

    Disdik Gunung Kidul Terima Kunjungan Kerja Disdikpora Kulon Progo

    Disdik Gunung Kidul Terima Kunjungan Kerja Disdikpora Kulon Progo

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar
    Festival Saka Gerakan Pramuka Kwartir Daerah DKI Jakarta 2025

    Festival Saka Gerakan Pramuka Kwartir Daerah DKI Jakarta 2025

    Ini dia Para Peraih Medali di Ajang FLS3N 2025 SMA/SMK 2025

    Ini dia Para Peraih Medali di Ajang FLS3N 2025 SMA/SMK 2025

    Gianyar Luncurkan Program Beasiswa Hingga Rp60 Juta per Tahun, Siap Perluas Kuota 2026

    Gianyar Luncurkan Program Beasiswa Hingga Rp60 Juta per Tahun, Siap Perluas Kuota 2026

    Guru Ungkap Perilaku Siswa Terduga Pembully yang Sebabkan Tangan Teman Sekelas Patah

    Guru Ungkap Perilaku Siswa Terduga Pembully yang Sebabkan Tangan Teman Sekelas Patah

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hal Yang Orang Tua Lakukan Jika Anak Minta Berhenti Kursus/ Ekskul

    10 Hal Yang Tidak Boleh dilakukan Ayah Ketika Anak Remaja

    10 Hal Yang Tidak Boleh dilakukan Ayah Ketika Anak Remaja

    Kenapa Anak Bisa Membully? Ini yang Harus di Waspadai Orang Tua

    Kenapa Anak Bisa Membully? Ini yang Harus di Waspadai Orang Tua

    Kenapa Sih Harus Berpenampilan Rapi ke Sekolah?

    Kenapa Sih Harus Berpenampilan Rapi ke Sekolah?

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi
    Honorer 15 Tahun,Guru di Gunung Kidul Adakan Makan Bersama Setelah Lolos PPPK

    Honorer 15 Tahun,Guru di Gunung Kidul Adakan Makan Bersama Setelah Lolos PPPK

    Kisah Pengabdian Guru Honorer Kulon Progo, Setia Mengabdi Meski Bergaji Rp300 Ribu

    Kisah Pengabdian Guru Honorer Kulon Progo, Setia Mengabdi Meski Bergaji Rp300 Ribu

    Saripudin, Honorer 22 Tahun di Subang Akhirnya Dilantik Menjadi PPPK

    Saripudin, Honorer 22 Tahun di Subang Akhirnya Dilantik Menjadi PPPK

    Presiden Prabowo: Anak Boleh Nakal, Tapi Tidak Boleh Kurang Ajar

    Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Ketegasan Guru Tanpa Pandang Bulu

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional
    Presiden Prabowo: Anak Boleh Nakal, Tapi Tidak Boleh Kurang Ajar

    Presiden Prabowo Bentuk Satgas Darurat, Target Bangun 300.000 Jembatan di Desa

    23 Sekolah di Pasaman Barat Terdampak Banjir, Proses Belajar Menyesuaikan Kondisi

    23 Sekolah di Pasaman Barat Terdampak Banjir, Proses Belajar Menyesuaikan Kondisi

    Sekolah di Madina Diliburkan Sementara Akibat Banjir, Dinas Pendidikan Utamakan Keselamatan

    Sekolah di Madina Diliburkan Sementara Akibat Banjir, Dinas Pendidikan Utamakan Keselamatan

    SPPG Alihkan Dapur MBG Jadi Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir di Sumatera Utara

    SPPG Alihkan Dapur MBG Jadi Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir di Sumatera Utara

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN
    Kabar Terbaru SKTP ( Surat Keputusan Tunjangan Profesi )

    Kabar Terbaru SKTP ( Surat Keputusan Tunjangan Profesi )

    Webinar tentang Cerita Praktik Baik Tenaga Kependidikan

    Webinar tentang Cerita Praktik Baik Tenaga Kependidikan

    Dilema Besar Negara: Pilih Angkat PPPK Jadi PNS atau Buka Peluang CPNS 2026 untuk Fresh Graduate?

    Unduh RPL Untuk Lapor Diri PPG Kemenag 2025

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik
    Cara Unduh e-Rapor SMP versi 2025.2

    Cara Unduh e-Rapor SMP versi 2025.2

    Tips  Re-Instal bagi pengguna e-Rapor SMP versi 2025.1

    Tips Re-Instal bagi pengguna e-Rapor SMP versi 2025.1

    Prinsip Pembelajaran Mendalam: Kunci untuk Pengalaman Belajar yang Optimal

    Prinsip Pembelajaran Mendalam: Kunci untuk Pengalaman Belajar yang Optimal

    20 Cara Cepat Menenangkan Kelas yang Berisik

    20 Cara Cepat Menenangkan Kelas yang Berisik

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno
    CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

    CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

    Keren 2 Siswi Gunungkidul Raih Juara 1 Pantomim FLS3N di Jakarta

    Keren 2 Siswi Gunungkidul Raih Juara 1 Pantomim FLS3N di Jakarta

    Honorer 15 Tahun,Guru di Gunung Kidul Adakan Makan Bersama Setelah Lolos PPPK

    Honorer 15 Tahun,Guru di Gunung Kidul Adakan Makan Bersama Setelah Lolos PPPK

    Kisah Pengabdian Guru Honorer Kulon Progo, Setia Mengabdi Meski Bergaji Rp300 Ribu

    Kisah Pengabdian Guru Honorer Kulon Progo, Setia Mengabdi Meski Bergaji Rp300 Ribu

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
    CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

    CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

    Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Terima Guru dan Pengawas Mengikuti Apresiasi GTK 2025 di Jakarta

    Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Terima Guru dan Pengawas Mengikuti Apresiasi GTK 2025 di Jakarta

    Disdik Gunungkidul Gelar Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Pendidikan Tahun Anggaran 2025

    Disdik Gunungkidul Gelar Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Pendidikan Tahun Anggaran 2025

    BIMTEK PENYUSUNAN BAHAN AJAR MUATAN LOKAL SD 2025

    BIMTEK PENYUSUNAN BAHAN AJAR MUATAN LOKAL SD 2025

    Disdik Gunung Kidul Terima Kunjungan Kerja Disdikpora Kulon Progo

    Disdik Gunung Kidul Terima Kunjungan Kerja Disdikpora Kulon Progo

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar
    Festival Saka Gerakan Pramuka Kwartir Daerah DKI Jakarta 2025

    Festival Saka Gerakan Pramuka Kwartir Daerah DKI Jakarta 2025

    Ini dia Para Peraih Medali di Ajang FLS3N 2025 SMA/SMK 2025

    Ini dia Para Peraih Medali di Ajang FLS3N 2025 SMA/SMK 2025

    Gianyar Luncurkan Program Beasiswa Hingga Rp60 Juta per Tahun, Siap Perluas Kuota 2026

    Gianyar Luncurkan Program Beasiswa Hingga Rp60 Juta per Tahun, Siap Perluas Kuota 2026

    Guru Ungkap Perilaku Siswa Terduga Pembully yang Sebabkan Tangan Teman Sekelas Patah

    Guru Ungkap Perilaku Siswa Terduga Pembully yang Sebabkan Tangan Teman Sekelas Patah

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hal Yang Orang Tua Lakukan Jika Anak Minta Berhenti Kursus/ Ekskul

    10 Hal Yang Tidak Boleh dilakukan Ayah Ketika Anak Remaja

    10 Hal Yang Tidak Boleh dilakukan Ayah Ketika Anak Remaja

    Kenapa Anak Bisa Membully? Ini yang Harus di Waspadai Orang Tua

    Kenapa Anak Bisa Membully? Ini yang Harus di Waspadai Orang Tua

    Kenapa Sih Harus Berpenampilan Rapi ke Sekolah?

    Kenapa Sih Harus Berpenampilan Rapi ke Sekolah?

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi
    Honorer 15 Tahun,Guru di Gunung Kidul Adakan Makan Bersama Setelah Lolos PPPK

    Honorer 15 Tahun,Guru di Gunung Kidul Adakan Makan Bersama Setelah Lolos PPPK

    Kisah Pengabdian Guru Honorer Kulon Progo, Setia Mengabdi Meski Bergaji Rp300 Ribu

    Kisah Pengabdian Guru Honorer Kulon Progo, Setia Mengabdi Meski Bergaji Rp300 Ribu

    Saripudin, Honorer 22 Tahun di Subang Akhirnya Dilantik Menjadi PPPK

    Saripudin, Honorer 22 Tahun di Subang Akhirnya Dilantik Menjadi PPPK

    Presiden Prabowo: Anak Boleh Nakal, Tapi Tidak Boleh Kurang Ajar

    Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Ketegasan Guru Tanpa Pandang Bulu

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional
    Presiden Prabowo: Anak Boleh Nakal, Tapi Tidak Boleh Kurang Ajar

    Presiden Prabowo Bentuk Satgas Darurat, Target Bangun 300.000 Jembatan di Desa

    23 Sekolah di Pasaman Barat Terdampak Banjir, Proses Belajar Menyesuaikan Kondisi

    23 Sekolah di Pasaman Barat Terdampak Banjir, Proses Belajar Menyesuaikan Kondisi

    Sekolah di Madina Diliburkan Sementara Akibat Banjir, Dinas Pendidikan Utamakan Keselamatan

    Sekolah di Madina Diliburkan Sementara Akibat Banjir, Dinas Pendidikan Utamakan Keselamatan

    SPPG Alihkan Dapur MBG Jadi Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir di Sumatera Utara

    SPPG Alihkan Dapur MBG Jadi Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir di Sumatera Utara

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN
    Kabar Terbaru SKTP ( Surat Keputusan Tunjangan Profesi )

    Kabar Terbaru SKTP ( Surat Keputusan Tunjangan Profesi )

    Webinar tentang Cerita Praktik Baik Tenaga Kependidikan

    Webinar tentang Cerita Praktik Baik Tenaga Kependidikan

    Dilema Besar Negara: Pilih Angkat PPPK Jadi PNS atau Buka Peluang CPNS 2026 untuk Fresh Graduate?

    Unduh RPL Untuk Lapor Diri PPG Kemenag 2025

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik
    Cara Unduh e-Rapor SMP versi 2025.2

    Cara Unduh e-Rapor SMP versi 2025.2

    Tips  Re-Instal bagi pengguna e-Rapor SMP versi 2025.1

    Tips Re-Instal bagi pengguna e-Rapor SMP versi 2025.1

    Prinsip Pembelajaran Mendalam: Kunci untuk Pengalaman Belajar yang Optimal

    Prinsip Pembelajaran Mendalam: Kunci untuk Pengalaman Belajar yang Optimal

    20 Cara Cepat Menenangkan Kelas yang Berisik

    20 Cara Cepat Menenangkan Kelas yang Berisik

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno
    CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

    CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

    Keren 2 Siswi Gunungkidul Raih Juara 1 Pantomim FLS3N di Jakarta

    Keren 2 Siswi Gunungkidul Raih Juara 1 Pantomim FLS3N di Jakarta

    Honorer 15 Tahun,Guru di Gunung Kidul Adakan Makan Bersama Setelah Lolos PPPK

    Honorer 15 Tahun,Guru di Gunung Kidul Adakan Makan Bersama Setelah Lolos PPPK

    Kisah Pengabdian Guru Honorer Kulon Progo, Setia Mengabdi Meski Bergaji Rp300 Ribu

    Kisah Pengabdian Guru Honorer Kulon Progo, Setia Mengabdi Meski Bergaji Rp300 Ribu

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Kurikulum Merdeka Harusnya Disdik-Guru Berubah, Baru Murid

2 April 2024
in Berita, Guru, Sekolah
4 min read
241
0
Kurikulum Merdeka Harusnya Disdik-Guru Berubah, Baru Murid
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Masalah Distribusi Informasi

Menggali tantangan dan pandangan guru di lapangan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, mantan guru honorer SMA Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan ini berinteraksi dengan para pendidik. Belakangan, ia juga membuat polling sederhana di Instagram yang melibatkan sekitar 500 guru.

Berangkat dari sana, Rizqy menemukan sekitar 33 persen guru merasa masih terkendala menerapkan Kurikulum Merdeka. Penyebabnya yakni karena distribusi informasi yang belum memadai lewat pelatihan dan berbagi pengalaman.

Di lapangan, sambungnya, guru maupun pengawas jadi mendapati satu sama lain belum sepenuhnya paham tentang Kurikulum Merdeka.

“Beberapa guru tuh kadang mendapatkan pengawas yang belum memahami Kurikulum Merdeka sehingga ketika ada pengawas yang memberikan sosialisasi, pelatihan, kayak nggak ada bedanya,” tutur Rizqy pada detikEdu, ditulis Jumat (29/3/2024).

“Sedangkan beberapa pengawas sekolah menyampaikan beberapa kali teman-teman guru di lapangan itu kayak nggak ada bedanya antara ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) sama KI KD (Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar), TP (Tujuan Pembelajaran) sama KI KD,” imbuhnya.

Angka Akses PMM Jangan Dijadikan Kompetisi Disdik

Menurut Rizqy, guru-guru yang sudah mendapatkan distribusi informasi, mau belajar secara mandiri di Platform Merdeka Belajar (PMM), menjadi paham konsep dan pesan dalam Kurikulum Merdeka. Untuk itu, proses ini perlu terus didukung sehingga makin banyak guru yang terdorong mempelajari Kurikulum Merdeka secara mandiri dengan kemauan sendiri.

Namun, ia tidak setuju dengan praktik sejumlah dinas pendidikan berlomba-lomba dalam kompetisi mencapai jumlah akses PMM terbanyak. Ia menegaskan, cara ini justru lari dari esensi PMM sebagai platform bagi guru untuk belajar.

“Akhirnya esensi dari PMM sebagai platform untuk belajar itu nggak didapatkan oleh guru-guru. Guru-guru akhirnya kayak terpaksa, pakai PMM dengan tujuan dinasnya mendapat peringkat satu kompetisi dinas pendidikan dengan pengguna PMM terbanyak,” tuturnya.

“Guru-guru terpaksa, aksesnya hanya sekadar akses saja, lalu nggak menyelesaikan materi karena ingin belajar tentang asesmen, diferensiasi, prosedur, dan lain sebagainya,” sambungnya.

Rizqy mengatakan, distribusi informasi untuk memahami Kurikulum Merdeka oleh beberapa dinas pendidikan yang masih belum paham Kurikulum Merdeka sendiri tidak akan efektif bagi pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan dampaknya bagi siswa..

“Distribusi informasi dari dinas yang nggak paham. Menurutku, ketika kurikulum berubah, semua harus berubah kalau Kurikulum Merdeka mau efektif. Gurunya berubah, dinasnya berubah, pengawas sekolahnya berubah, sekolahnya berubah, muridnya juga yang jauh dari Tujuan Pembelajaran bisa berubah,” tegasnya.

Perspektif Guru Terdampak

Rizqy menjelaskan, distribusi informasi untuk memahami Kurikulum Merdeka sudah berangkat dari adanya sekolah penggerak. Plus-minusnya diperbaiki pemerintah, lalu disebarkan ke lebih banyak sekolah. Namun, distribusi informasi Kurikulum Merdeka oleh stakeholders yang tidak memahaminya memicu kendala bahwa kurikulum ini dipandang sulit untuk dipahami.

Ia mencontohkan, guru yang merasa kesulitan dan belum paham utuh tentang Kurikulum Merdeka menjadikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) seolah-olah sebagai tugas produk prakarya tanpa kedalaman pembelajaran. Akibatnya, siswa dan orang tua merasa terbebani dalam membiayai atau menyediakan bahan untuk P5.

Lebih lanjut, sejumlah guru khawatir siswa SMA tidak paham ilmu-ilmu yang perlu ia kuasai karena Capaian Belajar Kurikulum Merdeka terlalu sedikit. Sejumlah guru juga menilai Kurikulum Merdeka tidak berbeda dengan Kurikulum 2013 karena tetap ada ujian semester. Dari temuan ini, Rizqy menyimpulkan sejumlah guru belum memahami esensi Kurikulum Merdeka.

“Kendalanya, kadang banyak orang yang sudah men-judge ini sesuatu yang buruk, kurikulum yang nggak bagus. Di era media sosial, pandangan ini didengar banyak pihak, beberapa guru jadi semakin kayak merasa tidak terbantu dan merasa susah menerapkan Kurikulum Merdeka,” tuturnya.

“Ini yang kemudian direspons beberapa dinas dengan melibatkan lembaga lainnya, kayak melibatkan Balai Besar Guru Penggerak untuk melatih, kemudian mulai melibatkan guru-guru penggerak di daerah yang sudah paham Kurikulum Merdeka untuk melatih. Kemudian memanfaatkan komunitas belajar yang di sekolah untuk belajar bareng-bareng,” kata Rizqy.

“Harapannya, semuanya berpegang tangan, gotong-royong, bahu-membahu, tidak saling menyalahkan satu sama lainnya. Kalau ada salah, direfleksikan, dipelajari bareng, diperbaiki. Tujuannya satu, masa depan anak-anak,” imbuhnya.

Bagaimana Kurikulum Merdeka Bantu Guru?

Sementara itu, 67 persen guru dalam polling-nya mengaku terbantu dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Rizqy mendapati, sejumlah guru dapat memundurkan fase pembelajaran untuk mengakomodasi siswa yang masih jauh dari Tujuan Pembelajaran.

Lebih lanjut, sejumlah guru merasa tidak perlu kejar tayang materi pelajaran dengan Kurikulum Merdeka.

“Kalau di kurikulum dulu nggak. Misalnya satu semester ada 15 TP, itu yang harus dikejar. Satu TP-nya itu biasanya udah ditentukan, 2×45 menit,” tuturnya.

“Di Kurikulum Merdeka nggak begitu. Guru punya kemerdekaan, ‘Aku perlu berapa lama mencapai TP dengan muridku yang kayak gini.’ Bisa lebih leluasa bisa membuat pembelajaran lebih mendalam. Mau bikin bekerja kelompok, ngajak murid observasi, enggak perlu takut waktunya habis,” imbuh Rizqy.

Ia berharap semua pihak bergotong royong agar penerapan Kurikulum Merdeka bantu masa depan pendidikan dalam jangka panjang.

“Harapannya kita juga enggak berekspektasi tinggi untuk mengubah pendidikan Indonesia dalam waktu sangat dekat. Karena perubahan itu bisa sangat lama, 7-8 tahun,” pungkasnya.

Tags: beritadisdikdisdikjakartagurukurikulum merdekamerdeka belajarmurid
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022
CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

0
idsch.id - Protokol Penanganan Virus COVID-19 di Lingkungan Pendidikan

Protokol Penanganan Virus COVID-19 di Lingkungan Pendidikan

0
idsch.id - Sekolah Terapkan Protokol Penanganan COVID-19, Hari Pertama UNBK SMK/MAK Berjalan Lancar

Sekolah Terapkan Protokol Penanganan COVID-19, Hari Pertama UNBK SMK/MAK Berjalan Lancar

0
CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

CDT Talks Bahas Peran Kecerdasan Artifisial dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

29 November 2025
Keren 2 Siswi Gunungkidul Raih Juara 1 Pantomim FLS3N di Jakarta

Keren 2 Siswi Gunungkidul Raih Juara 1 Pantomim FLS3N di Jakarta

29 November 2025
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Terima Guru dan Pengawas Mengikuti Apresiasi GTK 2025 di Jakarta

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Terima Guru dan Pengawas Mengikuti Apresiasi GTK 2025 di Jakarta

29 November 2025
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In