idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, 4 October 2026
  • Beranda
  • Berita

    Pembangunan Kembali MIN 5 Pidie Jaya Capai 18 Persen pada Bulan Pertama

    Kemenag Perkuat Tata Kelola Madrasah Inklusi di Jawa Barat melalui Program 2026

    Murid MAN 2 Kota Kediri Tampilkan Kreativitas Ekskul dan Deklarasikan Komitmen Anti Narkoba

    Ratusan Suporter SMA Regina Pacis Surakarta Bakar Semangat di DBL Central Java-South 2026

    Suporter MAN 1 Surakarta Ramaikan Tribun Honda DBL Central Java-South 2026

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

    Ada 36 Titik Lokasi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ini Daftar dan Nilai Ambang Batasnya

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

    Cara Daftar KJMU Tahap II 2026, Cek Syarat Penerima Baru dan Lanjutan

    Ayah Bilang Tidak, Nenek Bilang Boleh, Anak Harus Ikut Siapa? Ini 5 Tipsnya

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Guru Lulusan Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir 2026 Didorong Jadi Penggerak Sekolah Inklusif

    Dinas Pendidikan DKI Bekali Guru PAUD Lewat Workshop Sekolah Ramah Anak

    Guru SD di Sumenep Ditangkap, Diduga Cabuli Murid di Ruang Guru

    Data Guru Harus Valid Di Dapodik

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

    Kronologi Kepala SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa karena Tak Pakai Seragam Lurik

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

    Mendikti Brian Yuliarto Kenang Masa Kuliah, Pernah Dapat Beasiswa Rp300 Ribu per Semester

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Ratusan Suporter SMA Warga Surakarta Ramaikan Tribun DBL Central Java-South 2026

    SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 Dibangun Ulang, Ditargetkan Rampung Agustus 2027

    Mahasiswa Drop Out Bangun Startup AI Bernilai Rp179 Triliun hingga Dilirik Meta

    Mahasiswa Drop Out Bangun Startup AI Bernilai Rp179 Triliun hingga Dilirik Meta

    Siswi SD Jepang Yuki Kurihara Raih Emas Esports Asian Games 2026 di Puyo Puyo

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    Pembangunan Kembali MIN 5 Pidie Jaya Capai 18 Persen pada Bulan Pertama

    Kemenag Perkuat Tata Kelola Madrasah Inklusi di Jawa Barat melalui Program 2026

    Murid MAN 2 Kota Kediri Tampilkan Kreativitas Ekskul dan Deklarasikan Komitmen Anti Narkoba

    Ratusan Suporter SMA Regina Pacis Surakarta Bakar Semangat di DBL Central Java-South 2026

    Suporter MAN 1 Surakarta Ramaikan Tribun Honda DBL Central Java-South 2026

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

    Ada 36 Titik Lokasi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ini Daftar dan Nilai Ambang Batasnya

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

    Cara Daftar KJMU Tahap II 2026, Cek Syarat Penerima Baru dan Lanjutan

    Ayah Bilang Tidak, Nenek Bilang Boleh, Anak Harus Ikut Siapa? Ini 5 Tipsnya

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Guru Lulusan Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir 2026 Didorong Jadi Penggerak Sekolah Inklusif

    Dinas Pendidikan DKI Bekali Guru PAUD Lewat Workshop Sekolah Ramah Anak

    Guru SD di Sumenep Ditangkap, Diduga Cabuli Murid di Ruang Guru

    Data Guru Harus Valid Di Dapodik

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

    Kronologi Kepala SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa karena Tak Pakai Seragam Lurik

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

    Mendikti Brian Yuliarto Kenang Masa Kuliah, Pernah Dapat Beasiswa Rp300 Ribu per Semester

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Ratusan Suporter SMA Warga Surakarta Ramaikan Tribun DBL Central Java-South 2026

    SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 Dibangun Ulang, Ditargetkan Rampung Agustus 2027

    Mahasiswa Drop Out Bangun Startup AI Bernilai Rp179 Triliun hingga Dilirik Meta

    Mahasiswa Drop Out Bangun Startup AI Bernilai Rp179 Triliun hingga Dilirik Meta

    Siswi SD Jepang Yuki Kurihara Raih Emas Esports Asian Games 2026 di Puyo Puyo

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Kurikulum Merdeka Harusnya Disdik-Guru Berubah, Baru Murid

2 April 2024
in Berita, Guru, Sekolah
4 min read
250
0
Kurikulum Merdeka Harusnya Disdik-Guru Berubah, Baru Murid
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Masalah Distribusi Informasi

Menggali tantangan dan pandangan guru di lapangan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, mantan guru honorer SMA Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan ini berinteraksi dengan para pendidik. Belakangan, ia juga membuat polling sederhana di Instagram yang melibatkan sekitar 500 guru.

Berangkat dari sana, Rizqy menemukan sekitar 33 persen guru merasa masih terkendala menerapkan Kurikulum Merdeka. Penyebabnya yakni karena distribusi informasi yang belum memadai lewat pelatihan dan berbagi pengalaman.

Di lapangan, sambungnya, guru maupun pengawas jadi mendapati satu sama lain belum sepenuhnya paham tentang Kurikulum Merdeka.

“Beberapa guru tuh kadang mendapatkan pengawas yang belum memahami Kurikulum Merdeka sehingga ketika ada pengawas yang memberikan sosialisasi, pelatihan, kayak nggak ada bedanya,” tutur Rizqy pada detikEdu, ditulis Jumat (29/3/2024).

“Sedangkan beberapa pengawas sekolah menyampaikan beberapa kali teman-teman guru di lapangan itu kayak nggak ada bedanya antara ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) sama KI KD (Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar), TP (Tujuan Pembelajaran) sama KI KD,” imbuhnya.

Angka Akses PMM Jangan Dijadikan Kompetisi Disdik

Menurut Rizqy, guru-guru yang sudah mendapatkan distribusi informasi, mau belajar secara mandiri di Platform Merdeka Belajar (PMM), menjadi paham konsep dan pesan dalam Kurikulum Merdeka. Untuk itu, proses ini perlu terus didukung sehingga makin banyak guru yang terdorong mempelajari Kurikulum Merdeka secara mandiri dengan kemauan sendiri.

Namun, ia tidak setuju dengan praktik sejumlah dinas pendidikan berlomba-lomba dalam kompetisi mencapai jumlah akses PMM terbanyak. Ia menegaskan, cara ini justru lari dari esensi PMM sebagai platform bagi guru untuk belajar.

“Akhirnya esensi dari PMM sebagai platform untuk belajar itu nggak didapatkan oleh guru-guru. Guru-guru akhirnya kayak terpaksa, pakai PMM dengan tujuan dinasnya mendapat peringkat satu kompetisi dinas pendidikan dengan pengguna PMM terbanyak,” tuturnya.

“Guru-guru terpaksa, aksesnya hanya sekadar akses saja, lalu nggak menyelesaikan materi karena ingin belajar tentang asesmen, diferensiasi, prosedur, dan lain sebagainya,” sambungnya.

Rizqy mengatakan, distribusi informasi untuk memahami Kurikulum Merdeka oleh beberapa dinas pendidikan yang masih belum paham Kurikulum Merdeka sendiri tidak akan efektif bagi pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan dampaknya bagi siswa..

“Distribusi informasi dari dinas yang nggak paham. Menurutku, ketika kurikulum berubah, semua harus berubah kalau Kurikulum Merdeka mau efektif. Gurunya berubah, dinasnya berubah, pengawas sekolahnya berubah, sekolahnya berubah, muridnya juga yang jauh dari Tujuan Pembelajaran bisa berubah,” tegasnya.

Perspektif Guru Terdampak

Rizqy menjelaskan, distribusi informasi untuk memahami Kurikulum Merdeka sudah berangkat dari adanya sekolah penggerak. Plus-minusnya diperbaiki pemerintah, lalu disebarkan ke lebih banyak sekolah. Namun, distribusi informasi Kurikulum Merdeka oleh stakeholders yang tidak memahaminya memicu kendala bahwa kurikulum ini dipandang sulit untuk dipahami.

Ia mencontohkan, guru yang merasa kesulitan dan belum paham utuh tentang Kurikulum Merdeka menjadikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) seolah-olah sebagai tugas produk prakarya tanpa kedalaman pembelajaran. Akibatnya, siswa dan orang tua merasa terbebani dalam membiayai atau menyediakan bahan untuk P5.

Lebih lanjut, sejumlah guru khawatir siswa SMA tidak paham ilmu-ilmu yang perlu ia kuasai karena Capaian Belajar Kurikulum Merdeka terlalu sedikit. Sejumlah guru juga menilai Kurikulum Merdeka tidak berbeda dengan Kurikulum 2013 karena tetap ada ujian semester. Dari temuan ini, Rizqy menyimpulkan sejumlah guru belum memahami esensi Kurikulum Merdeka.

“Kendalanya, kadang banyak orang yang sudah men-judge ini sesuatu yang buruk, kurikulum yang nggak bagus. Di era media sosial, pandangan ini didengar banyak pihak, beberapa guru jadi semakin kayak merasa tidak terbantu dan merasa susah menerapkan Kurikulum Merdeka,” tuturnya.

“Ini yang kemudian direspons beberapa dinas dengan melibatkan lembaga lainnya, kayak melibatkan Balai Besar Guru Penggerak untuk melatih, kemudian mulai melibatkan guru-guru penggerak di daerah yang sudah paham Kurikulum Merdeka untuk melatih. Kemudian memanfaatkan komunitas belajar yang di sekolah untuk belajar bareng-bareng,” kata Rizqy.

“Harapannya, semuanya berpegang tangan, gotong-royong, bahu-membahu, tidak saling menyalahkan satu sama lainnya. Kalau ada salah, direfleksikan, dipelajari bareng, diperbaiki. Tujuannya satu, masa depan anak-anak,” imbuhnya.

Bagaimana Kurikulum Merdeka Bantu Guru?

Sementara itu, 67 persen guru dalam polling-nya mengaku terbantu dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Rizqy mendapati, sejumlah guru dapat memundurkan fase pembelajaran untuk mengakomodasi siswa yang masih jauh dari Tujuan Pembelajaran.

Lebih lanjut, sejumlah guru merasa tidak perlu kejar tayang materi pelajaran dengan Kurikulum Merdeka.

“Kalau di kurikulum dulu nggak. Misalnya satu semester ada 15 TP, itu yang harus dikejar. Satu TP-nya itu biasanya udah ditentukan, 2×45 menit,” tuturnya.

“Di Kurikulum Merdeka nggak begitu. Guru punya kemerdekaan, ‘Aku perlu berapa lama mencapai TP dengan muridku yang kayak gini.’ Bisa lebih leluasa bisa membuat pembelajaran lebih mendalam. Mau bikin bekerja kelompok, ngajak murid observasi, enggak perlu takut waktunya habis,” imbuh Rizqy.

Ia berharap semua pihak bergotong royong agar penerapan Kurikulum Merdeka bantu masa depan pendidikan dalam jangka panjang.

“Harapannya kita juga enggak berekspektasi tinggi untuk mengubah pendidikan Indonesia dalam waktu sangat dekat. Karena perubahan itu bisa sangat lama, 7-8 tahun,” pungkasnya.

Tags: beritadisdikdisdikjakartagurukurikulum merdekamerdeka belajarmurid
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

Guru Lulusan Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir 2026 Didorong Jadi Penggerak Sekolah Inklusif

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

Guru Lulusan Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir 2026 Didorong Jadi Penggerak Sekolah Inklusif

4 October 2026

Pembangunan Kembali MIN 5 Pidie Jaya Capai 18 Persen pada Bulan Pertama

4 October 2026

Kemenag Perkuat Tata Kelola Madrasah Inklusi di Jawa Barat melalui Program 2026

4 October 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In