Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) resmi digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah terpencil Papua Selatan dan Kabupaten Kepulauan Yapen.
TKA ini menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kemampuan akademik murid sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar.
Di Papua Selatan, semangat murid mengikuti TKA tampak sangat kuat, meski mereka harus menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan.
Ada murid yang harus menembus laut untuk sampai ke lokasi ujian, menyeberang dari kampung ke sekolah dengan perahu demi bisa duduk di bangku ujian TKA.
Dari hasil pemantauan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua, muncul banyak praktik baik yang terekam di lapangan.
Mereka melihat bagaimana sekolah saling berkolaborasi, guru bekerja sama lintas satuan pendidikan, dan orang tua ikut turun tangan mengantar serta memotivasi anak-anaknya.
Kolaborasi tersebut tampak dari:
Kerja sama antarsekolah untuk memastikan semua murid punya akses ke lokasi ujian. Peran aktif orang tua yang mendampingi anak sejak berangkat hingga pulang ujian.
Antusiasme murid yang tidak surut meski harus menyeberangi laut atau menempuh perjalanan jauh.
BPMP Papua menilai, pelaksanaan TKA di Kabupaten Kepulauan Yapen dan wilayah Papua Selatan menjadi gambaran komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan hingga ke pelosok Indonesia.
Dalam laporan tersebut ditegaskan bahwa “antusiasme murid untuk mengikuti TKA meski harus menyeberang lautan” adalah bukti bahwa investasi pada pendidikan di daerah 3T tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang dukungan berlapis dari ekosistem pendidikan.
TKA yang dijadwalkan berlangsung pada 20–30 April 2026 ini diharapkan tidak hanya menghasilkan angka-angka nilai, tetapi juga menjadi cermin sejauh mana sistem pendidikan sanggup menjangkau dan menguatkan murid di wilayah paling jauh negeri ini.














