Jakarta – Pemerintah resmi membuka 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai daerah di Indonesia. Untuk sementara, sejumlah SNT masih menggunakan gedung milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun fasilitas pemerintah daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan gedung permanen SNT ditargetkan selesai pada 2027, termasuk pemenuhan fasilitas pendukung pembelajaran yang representatif.
Dari 17 SNT yang telah beroperasi, enam sekolah menggunakan fasilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, sedangkan 11 sekolah lainnya memanfaatkan aset pemerintah daerah, seperti Balai Latihan Kerja (BLK) dan gedung perkantoran yang telah direnovasi.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menyebut pembangunan gedung baru diharapkan mulai berjalan pada akhir 2026 sehingga murid yang saat ini menjadi angkatan pertama SNT dapat belajar di gedung baru pada tahun ajaran 2027.
SNT memiliki konsep jenjang SMP dan SMA dalam satu manajemen, sehingga murid SMP dapat melanjutkan ke jenjang SMA di sekolah yang sama. Pembelajaran tetap menggunakan standar nasional, tetapi dilengkapi penguatan di bidang bahasa, prestasi akademik, olahraga, serta teknologi.
Selain Pramuka dan Pencak Silat, kegiatan ekstrakurikuler SNT juga diarahkan pada teknologi masa depan seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), dan robotik.
Siswa yang diterima merupakan murid dengan kemampuan akademik di atas rata-rata dan harus melewati proses seleksi, termasuk tes skolastik. Pemerintah berharap SNT dapat menjadi pusat pengembangan talenta sekaligus salah satu pilar dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Abdul Mu’ti juga meminta dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan, agar pembangunan gedung SNT di berbagai kabupaten/kota dapat terealisasi sesuai target.




