Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara mulai beroperasi dan menerima 80 murid angkatan pertama pada tahun ajaran 2026/2027. Para murid terdiri dari 40 siswa kelas VII SMP dan 40 siswa kelas X SMA yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi melalui jalur prestasi.
Salah satu muridnya adalah Devani Fara Maritza, yang telah meraih prestasi dalam FTBI Sesorah Bahasa Jawa, MAPSI Khitobah, hingga OSN bidang IPA. Ia tertarik masuk SNT karena sekolah tersebut menawarkan fasilitas seperti kolam renang, laboratorium, serta pembelajaran berbasis STEAMS.
Devani berharap lingkungan belajar di SNT dapat membantunya mengembangkan berbagai kemampuan, mulai dari bahasa, keagamaan, komunikasi hingga sains. Ia juga ingin bertemu dengan teman-teman yang memiliki semangat belajar tinggi sehingga dapat saling mendorong untuk berprestasi.
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, mengatakan seluruh 80 murid telah melewati proses seleksi dan dinyatakan lolos melalui jalur prestasi. Selain kurikulum nasional, SNT memberikan pembelajaran STEAMS dan pendekatan yang mengangkat kearifan lokal. Para murid juga mengikuti MPLS pada 11–17 Agustus 2026.
Kepala SNT 14 Jepara, Darojah, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus tetap diimbangi dengan penguatan karakter. Teknologi digunakan sebagai alat untuk memperkaya pembelajaran, sementara nilai disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, etika digital, dan kebiasaan positif tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan.
Bagi 80 murid angkatan pertama tersebut, SNT 14 Jepara menjadi ruang baru untuk mengembangkan bakat dan prestasi, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik. Kehadiran SNT di Jepara diharapkan turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi momentum kebangkitan pendidikan di daerah tersebut.









