Nadira Gustina Hariati berhasil mewujudkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI) meski harus melewati masa berat setelah sang ayah meninggal dunia. Kepergian ayahnya sempat membuat Nadira kehilangan semangat dan merasa sangat terpukul.
Namun, Nadira perlahan berusaha bangkit dan menerima kenyataan. Ia menyadari bahwa kehidupan harus terus berjalan sehingga dirinya memilih untuk kembali mengejar cita-cita yang selama ini ingin diwujudkannya. Sosok ayah menjadi salah satu sumber inspirasi terbesar dalam perjuangannya.
Berasal dari SMAN 3 Solok Selatan, Nadira awalnya merasa UI merupakan kampus yang terlalu jauh dan sulit untuk digapai. Meski demikian, ia memiliki keinginan kuat untuk keluar dari Sumatera dan mendapatkan pengalaman pendidikan yang lebih luas.
Dalam proses mengejar impiannya, Nadira juga aktif sebagai anggota OSIS. Ia harus membagi waktu antara belajar untuk menghadapi ujian dan menjalankan berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, pengalaman tersebut justru membantunya menjadi lebih disiplin dan mampu mengatur waktu.
Kini, Nadira resmi menjadi mahasiswa baru Teknik Industri UI. Pencapaiannya tersebut menjadi momen yang sangat emosional karena ia mempersembahkan keberhasilannya kepada sang ayah yang telah menjadi inspirasinya.
Bagi Nadira, diterima di UI bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah hadiah untuk kedua orang tuanya. Ia menganggap keberhasilannya sebagai bentuk penghargaan kepada sang ayah sekaligus kepada ibunya yang terus berjuang membiayai dan mendampinginya hingga berhasil menjadi mahasiswa UI.









