Malang — Universitas Brawijaya (UB) turut membantu penanganan korban gempa di Ruteng, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersama Yayasan Universitas Brawijaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, UB mengirimkan tim asesmen ke wilayah terdampak.
Tim berangkat pada Selasa (18/8/2026) setelah dilepas secara simbolis oleh Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat UB, Prof. Luchman Hakim.
Tim tersebut bertugas melakukan asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan layanan kesehatan dan logistik bagi masyarakat terdampak gempa.
Tim Asesmen Siapkan Penanganan Lanjutan
Tim yang diberangkatkan terdiri dari dr. Jeffrey Johannes, Sp.Em, dokter spesialis emergensi sekaligus alumnus Fakultas Kedokteran UB; dr. Sri Wahyuni, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Emergensi; serta Beatrix Vionita Jekau, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan yang berasal dari Ruteng, Manggarai.
Selain mendata kebutuhan korban, tim juga akan mempersiapkan kedatangan tim medis yang lebih besar untuk membantu pelayanan di RSUD Ruteng dan sejumlah lokasi terdampak lainnya di Manggarai Barat dan sekitarnya.
Beberapa tenaga medis yang dibutuhkan antara lain dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, anestesiologi, bedah umum, obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, serta kesehatan anak. Dukungan perawat, bidan, dan layanan psikososial juga diperlukan.
UB Siapkan Relawan dan Kendaraan Operasional
UB juga mempersiapkan kebutuhan relawan berupa tenda, matras, dan berbagai perlengkapan logistik.
Untuk mendukung mobilitas tim di lokasi bencana, UB menyiapkan satu ambulans, dua kendaraan 4×4, dua motor trail, serta enam pengemudi yang akan ditugaskan untuk membantu operasional di wilayah terdampak.
Melalui aksi tersebut, UB berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan, psikososial, dan pelayanan masyarakat yang terdampak gempa.
Pengiriman tim asesmen ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat dan membantu masyarakat di wilayah bencana.









