Sarawak, Malaysia, 22 Agustus 2026 — Sebanyak 591 sekolah di Sarawak, Malaysia, ditutup sementara akibat kondisi cuaca panas dan kering berkepanjangan serta kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara.
Penutupan sekolah dilakukan mulai Kamis (20/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026) sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga sekolah.
Dikutip dari kantor berita Bernama, Departemen Pendidikan Sarawak (JPNS) menyebut penutupan tersebut mencakup 509 sekolah dasar dengan 107.590 siswa dan 82 sekolah menengah dengan 89.733 siswa.
Dengan demikian, lebih dari 197 ribu siswa terdampak kebijakan penutupan sementara tersebut. Sekolah-sekolah itu tersebar di bawah 10 Kantor Pendidikan Distrik (PPDS).
10 Wilayah Terdampak
Sejumlah wilayah yang terdampak kebijakan penutupan sekolah meliputi:
- Kuching
- Padawan
- Bau
- Lundu
- Samarahan
- Simunjan
- Serian
- Sri Aman
- Lubok Antu
- Betong
Pemerintah setempat terus memantau perkembangan kondisi lingkungan sebelum menentukan langkah berikutnya terkait aktivitas sekolah.
Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat
Komite Pengelolaan Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBNS) turut meningkatkan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan lingkungan.
Pemantauan mencakup kualitas udara, titik panas, risiko kebakaran hutan dan lahan gambut, serta ketersediaan pasokan air.
JPBNS menyebut periode panas dan kering yang berlangsung cukup lama dapat meningkatkan risiko kebakaran di hutan, lahan gambut, maupun area terbuka.
Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan tekanan terhadap sumber daya air di wilayah terdampak.
“Oleh karena itu, JPBNS akan terus memperkuat pemantauan, kesiapsiagaan, serta langkah-langkah pencegahan dan mitigasi, khususnya di wilayah berisiko tinggi,” kata JPBNS.
Sekolah Ditutup, Pembelajaran Tetap Berjalan
Penutupan sekolah tidak berarti kegiatan belajar mengajar dihentikan sepenuhnya. Departemen Pendidikan Sarawak mengalihkan pembelajaran ke rumah selama sekolah ditutup.
Langkah tersebut diambil agar siswa tetap memperoleh layanan pendidikan sekaligus terhindar dari paparan udara yang tidak sehat.
“Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa serta staf sekolah, terutama dari risiko paparan udara yang tidak sehat,” demikian pernyataan Departemen Pendidikan Sarawak.
Durasi Penutupan Menunggu Perkembangan Kondisi
Departemen Pendidikan Sarawak menyatakan informasi terbaru mengenai durasi penutupan serta jadwal pembukaan kembali sekolah akan disampaikan melalui kanal resmi departemen dan Kantor Pendidikan Distrik.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dan kualitas udara menjadi pertimbangan penting dalam menentukan keberlangsungan pembelajaran tatap muka.
Pemerintah Sarawak juga terus memperkuat koordinasi dan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi cuaca, kualitas udara, maupun risiko kebakaran hutan dan lahan.




