JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menjalankan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk memperbaiki fasilitas sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Program ini mencakup sekolah dari Aceh hingga Papua, dengan prioritas pada bangunan rusak, sekolah terdampak bencana, serta satuan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Berdasarkan data yang disampaikan Kemendikdasmen pada Kamis (29/10/2026), dengan batas pencatatan atau cut off 28 Oktober 2026, terdapat rincian jumlah sekolah yang telah selesai direvitalisasi di setiap provinsi.
Dalam laporan detikEdu pada Jumat (30/10/2026), Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut capaian revitalisasi pada 2026 mencapai 55.314 sekolah. Angka tersebut disebut meningkat dibandingkan target awal sebanyak 42.184 satuan pendidikan.
Rincian Revitalisasi Sekolah di 38 Provinsi
Data Kemendikdasmen yang dikutip detikEdu memuat jumlah sekolah yang telah selesai direvitalisasi di seluruh provinsi. Berikut rinciannya:
Wilayah Sumatera
| Provinsi | Sekolah direvitalisasi |
|---|---|
| Aceh | 3.010 |
| Sumatera Utara | 2.381 |
| Sumatera Barat | 1.271 |
| Riau | 909 |
| Jambi | 570 |
| Sumatera Selatan | 933 |
| Bengkulu | 419 |
| Lampung | 1.722 |
| Kepulauan Bangka Belitung | 236 |
| Kepulauan Riau | 301 |
Wilayah Jawa
| Provinsi | Sekolah direvitalisasi |
|---|---|
| DKI Jakarta | 140 |
| Jawa Barat | 4.303 |
| Jawa Tengah | 4.694 |
| DI Yogyakarta | 528 |
| Jawa Timur | 4.217 |
| Banten | 1.108 |
Bali dan Nusa Tenggara
| Provinsi | Sekolah direvitalisasi |
|---|---|
| Bali | 401 |
| Nusa Tenggara Barat | 993 |
| Nusa Tenggara Timur | 1.758 |
Wilayah Kalimantan
| Provinsi | Sekolah direvitalisasi |
|---|---|
| Kalimantan Barat | 944 |
| Kalimantan Tengah | 561 |
| Kalimantan Selatan | 572 |
| Kalimantan Timur | 399 |
| Kalimantan Utara | 181 |
Wilayah Sulawesi
| Provinsi | Sekolah direvitalisasi |
|---|---|
| Sulawesi Utara | 648 |
| Sulawesi Tengah | 838 |
| Sulawesi Selatan | 1.825 |
| Sulawesi Tenggara | 961 |
| Gorontalo | 300 |
| Sulawesi Barat | 349 |
Wilayah Maluku dan Papua
| Provinsi | Sekolah direvitalisasi |
|---|---|
| Maluku | 542 |
| Maluku Utara | 459 |
| Papua | 240 |
| Papua Barat | 166 |
| Papua Selatan | 109 |
| Papua Tengah | 83 |
| Papua Pegunungan | 82 |
| Papua Barat Daya | 140 |
Jawa Tengah Menjadi Provinsi dengan Revitalisasi Terbanyak
Berdasarkan rincian per provinsi tersebut, Jawa Tengah mencatat jumlah sekolah yang telah direvitalisasi paling banyak, yakni 4.694 sekolah.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 4.303 sekolah dan Jawa Timur sebanyak 4.217 sekolah. Sementara itu, DKI Jakarta mencatat 140 sekolah.
Di luar Pulau Jawa, Aceh mencatat 3.010 sekolah, Sumatera Utara 2.381 sekolah, dan Sulawesi Selatan 1.825 sekolah. Adapun di kawasan timur Indonesia, Nusa Tenggara Timur mencatat 1.758 sekolah.
Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Beroperasi di Sejumlah Daerah
Selain revitalisasi bangunan sekolah, pemerintah juga mengembangkan Sekolah Nasional Terintegrasi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut, sejumlah sekolah dengan konsep ini telah beroperasi di beberapa provinsi.
Berikut rinciannya:
| Provinsi | Sekolah Nasional Terintegrasi beroperasi |
|---|---|
| Aceh | 1 |
| Jambi | 2 |
| Jawa Barat | 2 |
| Jawa Tengah | 2 |
| Nusa Tenggara Timur | 1 |
| Kalimantan Timur (IKN) | 1 |
| Kalimantan Utara | 1 |
| Sulawesi Utara | 2 |
| Sulawesi Tengah | 1 |
| Sulawesi Selatan | 1 |
| Sulawesi Tenggara | 1 |
| Gorontalo | 1 |
| Maluku Utara | 1 |
Data tersebut menunjukkan Sekolah Nasional Terintegrasi telah beroperasi di sejumlah wilayah, sementara program revitalisasi menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.
Revitalisasi Diprioritaskan untuk Sekolah Rusak dan Wilayah 3T
Kemendikdasmen memprioritaskan program revitalisasi bagi sekolah yang mengalami kerusakan, satuan pendidikan terdampak bencana, serta sekolah yang berada di wilayah 3T.
Program ini tidak hanya mencakup perbaikan bangunan yang sudah ada, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru. Pemerintah menargetkan revitalisasi terus berlanjut hingga 2029 agar tidak ada lagi sekolah rusak di Indonesia.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap fasilitas pendidikan menjadi lebih aman dan nyaman sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Revitalisasi Sekolah Juga Berdampak pada Ekonomi Daerah
Program revitalisasi tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Pelaksanaannya juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar sekolah.
Program ini menggunakan mekanisme swakelola. Dengan skema tersebut, sekolah terlibat langsung dalam pengelolaan pekerjaan pembangunan dan dapat memanfaatkan tenaga kerja serta toko material di lingkungan sekitar.
Kemendikdasmen menyampaikan bahwa mekanisme tersebut dapat mendorong perputaran ekonomi lokal. Warga sekitar berkesempatan terlibat sebagai pekerja, sedangkan toko bangunan setempat dapat menjadi penyedia kebutuhan material.
Dengan demikian, revitalisasi sekolah diharapkan memberikan manfaat ganda, yaitu meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Program Revitalisasi Dilanjutkan hingga 2029
Pemerintah berencana melanjutkan program revitalisasi satuan pendidikan sampai 2029. Sasaran utamanya adalah memperbaiki sekolah yang masih mengalami kerusakan agar seluruh peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang layak.
Kemendikdasmen juga menempatkan pemerataan fasilitas pendidikan sebagai salah satu fokus program. Perbaikan sekolah di daerah terpencil dan wilayah terdampak bencana menjadi bagian dari upaya memastikan akses pendidikan yang lebih baik di seluruh Indonesia.









