SLEMAN – Kesempatan bekerja di luar negeri menjadi impian bagi sejumlah lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Melalui pendidikan vokasi, mereka mempersiapkan keterampilan, kemampuan bahasa, hingga mental untuk bersaing di dunia kerja internasional.
Kisah perjuangan tersebut mewarnai kegiatan Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan LKP Bekerja di Luar Negeri yang berlangsung di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10/2026).
Tiga lulusan yang berbagi pengalaman adalah Arkan Putra Ramadhan, Softiana, dan Feriy Rahayu. Mereka akan bekerja di negara dan bidang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan cita-cita sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.
1. Arkan Putra Ramadhan, Lulusan SMK yang Akan Bekerja di Jepang
Arkan Putra Ramadhan merupakan alumnus SMK Negeri 3 Wonosari, Gunungkidul, DIY. Ia mendapat kesempatan bekerja di Jepang pada bidang pembuatan mebel kayu secara manual.
Saat bersekolah, Arkan mengambil Konsentrasi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan. Ia menilai pembelajaran SMK yang lebih banyak mengutamakan praktik menjadi bekal penting untuk menghadapi pekerjaan di perusahaan.
Baginya, bekerja di Jepang bukan hanya kesempatan memperoleh pengalaman dan memperluas jaringan profesional. Ia juga ingin mengumpulkan modal usaha.
Arkan berharap setelah kembali ke Indonesia, dirinya dapat membangun usaha sendiri sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
2. Softiana, Belajar Bahasa Jerman demi Meraih Impian
Kisah berikutnya datang dari Softiana, alumnus SMK Muhammadiyah Prambanan. Ia akan berangkat ke Jerman untuk mengikuti Program Double Track.
Berasal dari keluarga sederhana tidak membuat Softiana menyerah dalam mengejar cita-citanya. Ia mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, termasuk mempelajari bahasa Jerman secara mandiri.
Setiap pulang sekolah, Softiana meluangkan waktu untuk mengulang dan memperdalam materi bahasa yang telah dipelajari.
Menurutnya, kesempatan bekerja di luar negeri merupakan peluang berharga untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik. Ia juga menganggap pendidikan di SMK sebagai salah satu jalan untuk membuka kesempatan tersebut.
3. Feriy Rahayu, Lulusan LKP yang Akan Bekerja di Kapal Pesiar
Kesempatan berkarier di luar negeri tidak hanya terbuka bagi lulusan SMK. Lulusan lembaga kursus dan pelatihan juga memiliki peluang yang sama.
Salah satunya Feriy Rahayu, alumnus LKP Baruna Academy, yang akan bekerja di kapal pesiar Carnival Cruise Line di Amerika Serikat.
Selama mengikuti pelatihan, Feriy mempelajari berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja internasional. Persiapannya kemudian diperkuat melalui pembelajaran bahasa Inggris dan latihan wawancara kerja.
Menurut Feriy, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal penting hingga akhirnya ia berhasil memperoleh kesempatan bekerja di negara yang diimpikannya.
SMKN 3 Wonosari Siapkan Murid Sejak Kelas X
Persiapan bekerja di luar negeri juga dilakukan sejak murid masih menempuh pendidikan di sekolah.
Kepala SMKN 3 Wonosari, Dwi Retno Wahyuningsih, menjelaskan bahwa sekolah telah memulai proses persiapan sejak murid duduk di kelas X.
Sekolah berupaya memperkuat keterampilan teknis atau hard skills, kemampuan nonteknis atau soft skills, karakter, serta komunikasi. Selain itu, tersedia kegiatan ekstrakurikuler bahasa Jepang untuk membantu murid mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja di negara tujuan.
SMKN 3 Wonosari juga menjadi salah satu penerima program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. Tahun ini, terdapat sepuluh murid sekolah tersebut yang berhasil lolos kualifikasi program.
Menurut Dwi Retno, persiapan yang dilakukan sekolah diharapkan dapat membantu lulusan memiliki kompetensi dan kesiapan untuk berkarier di tingkat global.
Abdul Mu’ti Berpesan agar Lulusan Menjaga Nama Baik Indonesia
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengingatkan para lulusan bahwa bekerja di luar negeri membutuhkan kesiapan mental dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ia berpesan agar para lulusan tetap memiliki tekad kuat untuk meraih cita-cita, menjaga integritas, serta membawa nama baik Indonesia di negara tempat mereka bekerja.
Abdul Mu’ti juga mengingatkan bahwa meskipun bekerja jauh dari tanah air, para lulusan tetap membawa identitas sebagai bangsa Indonesia.
Menurutnya, kesempatan bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kemendikdasmen Perluas Peluang Kerja Lulusan SMK dan LKP
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa pemerintah terus memperluas peluang magang dan penempatan kerja di luar negeri bagi lulusan SMK dan LKP.
Ia menjelaskan bahwa keterampilan teknis bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan untuk memasuki pasar kerja internasional.
Kemampuan beradaptasi, etika, penguasaan bahasa, serta pemahaman terhadap budaya kerja negara tujuan juga menjadi faktor penting yang perlu dipersiapkan.
Pendidikan di SMK dan LKP diharapkan dapat membantu lulusan membangun kompetensi tersebut sebelum memasuki dunia kerja.
Melalui perluasan peluang kerja internasional, Kemendikdasmen mendorong pendidikan vokasi agar tidak hanya mempersiapkan lulusan untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga membuka kesempatan berkarier di tingkat global.
Kisah Arkan, Softiana, dan Feriy menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi jalan untuk mewujudkan cita-cita. Dengan keterampilan, ketekunan, dan persiapan yang tepat, lulusan SMK maupun LKP memiliki peluang untuk bersaing di dunia kerja internasional.









