Bungo, Jambi — Kemendikdasmen mendorong Pemerintah Kabupaten Bungo meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah yang saat ini masih sekitar 67 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak anak usia 16–18 tahun yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, MA, atau sederajat.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengatakan pemerintah terus mendorong pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang secara nasional mencapai sekitar 4 juta anak. Penanganannya dilakukan melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal, termasuk bagi anak yang belum pernah sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, maupun putus sekolah.
Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA. Program ini berlangsung 100 persen tanpa tatap muka dan ditujukan bagi anak yang menghadapi kendala geografis, sosial, maupun ekonomi. Ijazah PJJ memiliki status yang sama dengan SMA dan lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kemendikdasmen juga mempercepat revitalisasi sekolah. Bungo menjadi daerah dengan penerima bantuan revitalisasi terbanyak di Jambi, yakni 63 satuan pendidikan tahun lalu dan 60 satuan pendidikan tahun ini.
Selain itu, sekolah di Bungo mulai mendapat dukungan teknologi berupa Interactive Flat Panel (IFP) 75 inci untuk memperkuat pembelajaran digital. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di setiap kabupaten yang ditargetkan terealisasi pada 2029.
Fajar menegaskan peningkatan akses pendidikan membutuhkan kolaborasi pemerintah dan sekolah swasta. Menurutnya, sekitar 60 persen sekolah di Indonesia merupakan sekolah swasta, sehingga perlu dipandang sebagai mitra strategis dalam memperluas layanan pendidikan.
Pemerintah daerah pun didorong aktif menyosialisasikan berbagai jalur pendidikan agar semakin banyak anak usia sekolah menengah kembali belajar. Dengan meningkatnya APK SMA, peluang anak-anak Bungo melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi diharapkan semakin terbuka.









