Sukabumi, Jawa Barat — Kemendikdasmen mendorong satuan pendidikan bertransformasi dengan menjadikan peningkatan mutu pendidikan sebagai prioritas. Perubahan demografi dan masih tingginya Angka Tidak Sekolah (ATS) menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa era mengejar kuantitas pendidikan telah berlalu. Kini, sekolah harus fokus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola, dan membangun budaya belajar yang lebih baik.
Menurut Fajar, perubahan tersebut membutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan adaptif, serta guru yang terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.
Fajar juga menyoroti tingginya ATS di Jawa Barat. Untuk mengatasinya, seluruh jalur pendidikan perlu dioptimalkan, termasuk pendidikan nonformal dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) agar anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan dapat kembali belajar sesuai kebutuhannya.
Selain pemerintah, sekolah swasta dan penyelenggara pendidikan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan. Pemerintah juga tengah menyiapkan penyempurnaan kebijakan melalui pembahasan revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Fajar menegaskan peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, sekolah, organisasi pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.




