TANGERANG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan setiap murid tetap memiliki kesempatan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, termasuk peserta yang mengalami kendala teknis maupun berada di wilayah dengan kondisi darurat.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau Posko TKA di Tangerang, Banten, Rabu (28/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan TKA yang telah memasuki hari ketiga sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan ujian pada hari berikutnya, gelombang kedua, maupun jadwal susulan.
Fajar menegaskan bahwa Kemendikdasmen terus melakukan pemantauan agar seluruh murid tetap mendapatkan layanan asesmen, meskipun menghadapi situasi yang berbeda-beda di setiap daerah.
Menurutnya, pemerintah akan memastikan kendala yang berada di luar kendali peserta tidak menghilangkan kesempatan mereka untuk mengikuti TKA.
Kendala Pelaksanaan TKA Berbeda di Setiap Daerah
Berdasarkan hasil pemantauan melalui posko daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag), tantangan pelaksanaan TKA tidak sama di setiap wilayah.
Laporan dari Maluku Utara dan Sulawesi Barat menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait pelaksanaan asesmen di wilayah kepulauan dan daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung dengan baik.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, pelaksanaan TKA masih mempertimbangkan perkembangan kualitas udara akibat karhutla.
Meskipun hujan telah turun, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dilaporkan masih berada di atas angka 200 atau masuk kategori tidak sehat. Pemerintah daerah juga masih menunggu arahan terkait kemungkinan perpanjangan status tanggap darurat.
Berbeda dengan kondisi tersebut, pelaksanaan TKA hari ketiga di DKI Jakarta dilaporkan berjalan lancar setelah sejumlah kendala jaringan internet pada hari sebelumnya berhasil diatasi.
Berbagai laporan dari daerah tersebut menjadi bahan evaluasi Kemendikdasmen untuk menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Jadwal TKA Bisa Disesuaikan dengan Kondisi Darurat
Fajar Riza Ul Haq menjelaskan bahwa Kemendikdasmen akan mengkaji alternatif waktu pelaksanaan bagi daerah yang mengalami situasi darurat sehingga belum dapat mengikuti TKA hingga jadwal susulan yang tersedia.
Menurutnya, penyesuaian aturan dapat dipertimbangkan apabila kondisi di lapangan memang membutuhkan perubahan.
Meski demikian, keputusan mengenai kemungkinan perubahan jadwal masih dalam tahap evaluasi dan akan diumumkan secara resmi oleh kementerian.
Langkah tersebut dilakukan agar murid yang telah mempersiapkan diri tidak kehilangan kesempatan mengikuti asesmen akibat bencana, gangguan teknis, maupun keadaan lain yang berada di luar kendali mereka.
Posko TKA Libatkan Banyak Instansi untuk Atasi Kendala
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, menjelaskan bahwa Posko TKA telah melakukan pemantauan sejak pagi untuk menerima laporan dan menangani berbagai kendala dari daerah.
Penanganan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen melibatkan sejumlah unsur pendukung, antara lain Proktor Nasional, tim pengembang sistem TKA, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Tim juga memantau perkembangan informasi di media sosial dan memperkuat koordinasi komunikasi agar pertanyaan, laporan kendala, serta informasi mengenai tindak lanjut dapat ditangani secara tepat.
Koordinasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah, khususnya yang berkaitan dengan sistem, jaringan internet, dan kesiapan teknis pelaksanaan asesmen.
TKA 2026 Ditargetkan Tetap Bisa Diakses hingga November
Kemendikdasmen menegaskan bahwa evaluasi dan koordinasi akan terus dilakukan sampai seluruh rangkaian pelaksanaan TKA, termasuk ujian susulan, selesai pada November 2026.
Pemerintah ingin memastikan murid yang telah belajar dan mempersiapkan diri tetap memperoleh kesempatan mengikuti asesmen meskipun menghadapi hambatan di daerah masing-masing.
Melalui pemantauan berkelanjutan, dukungan teknis, dan kemungkinan penyesuaian jadwal, Kemendikdasmen berupaya menjaga akses layanan TKA agar tetap berjalan secara adil.
Dengan demikian, kondisi geografis, gangguan jaringan, maupun keadaan darurat tidak serta-merta menghilangkan kesempatan murid untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik 2026.
















