SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyediakan beasiswa pendidikan jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3) bagi atlet dan pelatih kontingen Indonesia yang berlaga dalam Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Program beasiswa ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet dan pelatih yang telah membawa nama Indonesia di ajang olahraga internasional. Selain memberikan dukungan biaya pendidikan, kebijakan tersebut juga membuka kesempatan bagi insan olahraga untuk mengembangkan karier akademik setelah menjalani kompetisi.
Rektor Unesa, Nurhasan, atau yang akrab disapa Cak Hasan, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran dalam mendukung masa depan atlet. Menurutnya, para atlet perlu memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan kehidupan setelah masa aktif mereka di dunia olahraga.
Ia menjelaskan bahwa dukungan pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Beasiswa Unesa untuk Atlet dan Pelatih S1, S2, hingga S3
Skema beasiswa yang disiapkan Unesa memiliki mekanisme berbeda sesuai jenjang pendidikan.
Untuk jenjang S1, bantuan diberikan dalam bentuk pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dengan fasilitas tersebut, atlet dan pelatih yang melanjutkan pendidikan sarjana dapat memperoleh keringanan biaya kuliah sesuai ketentuan program.
Sementara itu, untuk jenjang S2 dan S3, Unesa menyediakan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui mekanisme ini, rekam jejak, pengalaman, serta prestasi olahraga tingkat dunia dapat dipertimbangkan dan dikonversi menjadi bobot Satuan Kredit Semester (SKS).
Proses pengakuan tersebut tetap dilakukan melalui asesmen akademik yang terukur. Artinya, pengalaman dan prestasi olahraga tidak secara otomatis menggantikan seluruh kewajiban perkuliahan, tetapi dapat menjadi bagian dari penilaian sesuai ketentuan akademik.
Program ini diharapkan memberikan kesempatan kepada atlet dan pelatih untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus mengabaikan pengalaman serta perjalanan mereka di dunia olahraga.
Atlet dan Pelatih Tetap Harus Memenuhi Kewajiban Akademik
Meskipun memperoleh dukungan pendidikan, penerima beasiswa tetap diwajibkan memenuhi ketentuan akademik yang ditetapkan Unesa.
Salah satu persyaratannya adalah menjaga kestabilan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama menjalani perkuliahan.
Selain itu, penerima beasiswa juga diharapkan tetap konsisten dalam pembinaan dan pengembangan olahraga.
Ketentuan tersebut bertujuan agar pendidikan akademik dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, penerima beasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan melanjutkan studi, tetapi juga tetap berkontribusi dalam pengembangan olahraga nasional.
Indonesia Raih 8 Medali Emas di Asian Para Games 2026
Pemberian beasiswa ini berkaitan dengan pencapaian kontingen Indonesia dalam Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Jepang.
Kontingen Merah Putih berhasil melampaui target perolehan medali dengan mengumpulkan 8 medali emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi atlet Indonesia dalam mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyambut positif dukungan pendidikan yang diberikan Unesa. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan atlet merupakan langkah penting untuk menghubungkan prestasi olahraga dengan masa depan akademik.
Sejumlah Mahasiswa Unesa Turut Sumbangkan Medali
Beberapa mahasiswa Unesa juga berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia dalam ajang tersebut.
Salah satunya adalah Mutiara Cantik Hartanto, mahasiswa S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa. Ia meraih medali perak pada nomor renang 100 meter gaya dada putri SB9 serta medali perunggu pada nomor estafet 4 x 100 meter medley relay 34 poin.
Prestasi lainnya diraih Ken Swagumilang, mahasiswa S2 Manajemen Olahraga Unesa, yang memperoleh dua medali perak dari cabang olahraga panahan nomor compound men’s doubles dan compound mixed team.
Sementara itu, Maulana Rifky Yavianda, mahasiswa S2 Manajemen Olahraga Unesa, menyumbangkan medali perak dari cabang renang nomor men’s 50 meter freestyle S13.
Pencapaian para mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dan prestasi olahraga dapat berjalan secara bersamaan dengan dukungan lingkungan kampus.
Unesa Dorong Masa Depan Atlet melalui Pendidikan
Melalui program beasiswa ini, Unesa berupaya memberikan kesempatan kepada atlet dan pelatih untuk terus mengembangkan kemampuan, baik di bidang olahraga maupun akademik.
Dukungan tersebut juga diharapkan dapat membantu para atlet mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan karier kompetitifnya.
Dengan pembebasan UKT untuk jenjang S1 serta pengakuan pengalaman melalui RPL pada jenjang S2 dan S3, Unesa membuka jalur pendidikan yang mempertimbangkan perjalanan dan prestasi para insan olahraga.
Program ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pembinaan olahraga nasional sehingga atlet dan pelatih tetap memiliki kesempatan untuk berkembang di luar arena pertandingan.









