Bungo, Jambi — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya dialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengevaluasi serta memperbaiki kebijakan pendidikan agar lebih tepat sasaran.
Dalam kunjungan ke Kabupaten Bungo, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mendapat masukan terkait berbagai persoalan pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, kesejahteraan guru, sanitasi, hingga akses pendidikan bagi hafiz.
Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat menyebut daerahnya telah mendapat manfaat dari program revitalisasi. Tahun lalu, lebih dari 100 sekolah di Bungo menerima bantuan perbaikan sarana dan prasarana.
Di sisi lain, masalah fasilitas dasar masih menjadi perhatian. Dari 720 satuan pendidikan di Bungo, lebih dari 80 persen disebut masih memiliki fasilitas air bersih yang tidak layak. Kemendikdasmen memastikan telah menyiapkan bantuan untuk air bersih, sanitasi, dan pagar sekolah.
Fajar juga menyampaikan bahwa pemerintah mendapat dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp40 triliun untuk mempercepat penanganan sekolah rusak berat di seluruh Indonesia dengan target penyelesaian pada 2028.
Dalam bidang guru, Kemendikdasmen mendorong regenerasi melalui sertifikasi PPG, dengan kuota PPG Prajabatan sebanyak 34.000 peserta tahun ini. Pemerintah juga menyiapkan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD mulai tahun depan.
Sementara bagi para hafiz yang terkendala ijazah formal, Kemendikdasmen menawarkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kompetensi yang telah dimiliki dapat dikonversi menjadi masa belajar sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan melalui PJJ atau Paket A, B, dan C.
Dialog juga membahas persoalan penempatan guru PPPK yang belum sesuai kebutuhan serta kekurangan pengawas sekolah. Kemendikdasmen menyatakan tengah memperjuangkan revisi UU Sisdiknas agar pengelolaan guru dapat dilakukan secara lebih utuh.
Pemerintah pusat dan daerah pun menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan, terutama pemerataan sarana, peningkatan kualitas guru, dan perluasan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.




