Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendorong pemerintah agar sistem penjurusan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak hanya terbatas pada tiga kelompok, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa.
Usulan tersebut muncul menyusul rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk kembali memberlakukan sistem penjurusan SMA mulai tahun ajaran 2027/2028.
Koordinator P2G, Satriwan Salim, menilai sistem penjurusan perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja modern.
Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan kemampuan lintas disiplin ilmu atau multidisciplinary skills. Sebagai contoh, profesi di bidang ekonomi digital tidak hanya membutuhkan kemampuan matematika, tetapi juga pemahaman ilmu sosial dan teknologi.
P2G Dorong Jurusan SMA Lebih Beragam
P2G menilai pembagian jurusan yang hanya terdiri dari IPA, IPS, dan Bahasa berpotensi membatasi pengembangan kompetensi siswa.
Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk merancang pilihan penjurusan yang lebih adaptif dan futuristik.
Beberapa bidang yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kompetensi siswa antara lain:
- Teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk menghadapi perkembangan dunia digital.
- Perubahan iklim agar siswa mampu memahami persoalan lingkungan dari berbagai perspektif keilmuan.
- Kesehatan untuk meningkatkan pemahaman terhadap tantangan kesehatan masyarakat.
- Ekonomi dan sosial untuk memahami persoalan kemiskinan serta dinamika kehidupan masyarakat.
- Kompetensi lintas disiplin yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan sosial.
P2G berharap penjurusan SMA tidak sekadar mengelompokkan siswa berdasarkan mata pelajaran, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi persoalan nyata di masyarakat.
Minta Pemerintah Evaluasi Kurikulum Merdeka
Selain mendorong pengembangan jurusan baru, P2G meminta pemerintah menyampaikan hasil evaluasi penerapan Kurikulum Merdeka yang selama ini menghapus sistem penjurusan di SMA.
Menurut Satriwan Salim, evaluasi tersebut penting agar kebijakan baru memiliki dasar pertimbangan yang jelas dan dapat menjadi pembelajaran dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya.
P2G juga mendorong pemerintah melibatkan organisasi profesi guru dan para pakar pendidikan dalam merancang sistem penjurusan yang baru.
Penjurusan SMA Kembali Berlaku Tahun Ajaran 2027/2028
Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah akan kembali membuka penjurusan SMA mulai tahun ajaran 2027/2028.
Pada tahap awal, jurusan yang disiapkan meliputi:
- Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
- Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
- Bahasa.
Namun, pemerintah membuka kemungkinan adanya modifikasi maupun penambahan jurusan secara bertahap sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat pengetahuan dasar siswa sehingga mereka lebih siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai bidang keilmuan yang diminati.
Dengan demikian, pembahasan mengenai sistem penjurusan SMA tidak hanya berkaitan dengan pengelompokan siswa, tetapi juga bagaimana sekolah mempersiapkan kompetensi generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja dan teknologi.








