Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan seleksi ketat untuk menjaring guru, kepala sekolah, dan murid Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tahun ajaran 2026/2027.
Dari sekitar 60.000 lulusan PPG Prajabatan, hanya 204 guru atau tenaga pendamping pembelajaran yang terpilih untuk bertugas di 17 lokasi SNT. Sebelum bertugas, mereka menjalani pelatihan intensif selama lima hari.
Seleksi juga dilakukan terhadap kepala sekolah. Dari 1.800 pendaftar, hanya 17 kepala sekolah yang terpilih untuk memimpin masing-masing SNT.
Sementara itu, dari 2.068 calon murid yang mendaftar, sebanyak 1.360 siswa dinyatakan lolos. Mereka terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA dan menjadi angkatan pertama SNT tahun ajaran 2026/2027.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan SNT ditujukan bagi siswa dengan kemampuan akademik maupun nonakademik di atas rata-rata agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Untuk menjaga kualitas pembelajaran, setiap SNT membatasi jumlah siswa. Pada angkatan pertama, masing-masing jenjang menerima 40 siswa, sehingga satu SNT hanya memiliki 80 siswa. Seleksi murid dilakukan melalui tes skolastik dengan fokus pada kemampuan akademik dan nonakademik.









